|
Monumen
TNI AD
Seperti halnya
museum. Museum merupakan bentuk penyajian sejarah militer yang mudah
dihayati. Bentuk monumen bisa berupa patung, prasasti atau gedung.
Di lingkungan TNI AD terdapat 2 monumen berupa gedung :
1. Monumen
Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Gedung bekas kediaman Panglima Besar Jenderal Sudirman yang
terletak di Jln. Bintaran Wetan No. 3 Yogyakarta dijadikan Sasmitaloka
(Tempat untuk mengingat/mengenang) dalam rangka mengabdikan riwayat
hidup dan perjuangan Jenderal Sudirman dalam merebut dan mempertahankan
kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ruangan-ruangan di Sasmitaloka ini (Gedung Induk) ditata sedemikian
rupa seperti halnya ketika Pak Dirman beserta keluarganya menempati
gedung.
Untuk ruangan di sisi utara/selatan dan belakang gedung induk disajikan
benda-benda bersejarah di antaranya :
- Koleksi pemberian rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta dan diorama
Jenderal sudirman ketika dirawat di RS tersebut.
- Dokar/Andong yang pernah dipergunakan Panglima Besar Jenderal
Sudirman sewaktu melaksanakan perang gerilya di daerah Gunung
Kidul.
- Mobil Chevrolet buatan tahun 1948 yang dipakai menjemput Pak
Dirman dari medan Gerilya.- Mantel Wool/Jubah yang selalu dipakai
selama perang gerilya.
2. Sasmitaloka
Pahlawan revolusi A.Yani
Gedung bekas kediaman Pahlawan revolusi Jend. A. Yani diabadikan
sebagai Sasmitaloka dengan tujuan di samping sebagai tempat untuk
mengenang seorang prajurit TNI AD yang berjasa terhadap nusa dan
bangsa Indonesia, juga sebagai sarana informasi kepada generasi
muda, khususnya prajurit TNI AD untuk senantiasa waspada dan siap
siaga akan bahayanya paham komunis/PKI.
Di ruangan Sasmitaloka ini disajikan berbagai benda bersejarah peninggalan
Almarhum Pahlawan revolusi Jend. A. Yani yang ditata seperti keadaan
semula sewaktu masih ditempati beliau dan keluarganya.
Akan terlihat kaca yang ditembus peluru, percikan darah yang sudah
mengering dan bukti-bukti lain akan kebiadaban G 30 S/PKI.
|