Edisi Juni No. 27 Tahun 2006    


TNI HADIR MEMBANTU MASYARAKAT
YANG MENGALAMI KESUSAHAN

Sebagai bagian dari masyarakat yang berasal dari rakyat dan berjuang bersama rakyat,membela kepentingan rakyat, warga TNI, khususnya Angkatan Darat, yang berada dan berdomisili di daerah bencana tidak luput juga menjadi korban. Tetapi TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional yang profesional, sebagaimana jatidirinya, harus senantiasa tampil sebagai prajurit pembela rakyat, prajurit pelindung rakyat dan prajurit pengayom rakyat. Oleh sebab itu dalam situasi dan kondisi apapun yang dihadapi dan dialaminya, ketika rakyat membutuhkan kehadirannya, maka tugas TNI dalam membantu rakyat yang mengalami kesusahan menjadi bagian dari tugas pokoknya.

Hal itu dikatakan Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso dalam amanatnya pada sertijab Pangdam IV/Dip bertempat di lapangan Makodam IV/Dip Semarang, Rabu (28/6). Lebih lanjut Kasad mengatakan, sebulan yang lalu, sebagian wilayah Kodam-IV/Dip digoncang gempa bumi yang begitu dahsyat dan menghancur-remukkan beberapa desa dan kota, disusul mele-tusnya gunung merapi yang terus-menerus memuntahkan lahar dan awan panas. Demikian juga di Sulawesi Selatan dan di Kalimantan Selatan serta beberapa daerah lainnya, bencana banjir dan tanah longsor telah pula merenggut begitu banyak jiwa dan menghancurkan begitu banyak harta. Musibah bencana alam yang datang bertubi-tubi dan silih berganti dalam wilayah yang tersebar itu, telah menyebabkan begitu banyak orang meninggal, menderita dan membuat kesengsaraan yang begitu luas dan mendalam pada korban, yang tiada lain adalah rakyat kita, rakyat Indonesia.

Menurut Kasad, tugas kemanusiaan membantu korban bencana alam, merupakan bagian dari tugas pokok TNI, yaitu melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Tugas tersebut merupakan salah satu dari 14 tugas-tugas operasi militer selain perang seperti dimuat pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Dihadapkan kepada posisi geografi Indonesia yang rentan terhadap bencana alam gempa bumi dan banjir, bentuk-bentuk penugasan Angkatan Darat akan sangat diwarnai tugas-tugas operasi militer selain perang, tetapi tidak mengabaikan ancaman bersenjata terhadap kedaulatan negara dan keutuhan wilayah. "Dengan melaksanakan tugas degan ketulusan, semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan serta semangat persatuan dan kesatuan dilakukan TNI untuk membantu para korban, niscaya beban penderitaan yang diderita para korban akan segera berlalu," kata Kasad mengakhiri pengarahannya. Sertijab Pangdam IV/Dip diserahterimakan dari Mayjen TNI Sunarso yang memasuki purna tugas kepada Mayjen TNI Agus Soeyitno yang sebelumnya sebagai Aster Kasad.




 

 



 
     
     
     

 

Copyright ©2003 Dispenad, Jakarta-Indonesia. All rights reserved.
Webmaster: Dispenad.

Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat