|
TNI
HADIR MEMBANTU MASYARAKAT
YANG MENGALAMI KESUSAHAN
Sebagai
bagian dari masyarakat yang berasal dari rakyat dan
berjuang bersama rakyat,membela kepentingan rakyat,
warga TNI, khususnya Angkatan Darat, yang berada dan
berdomisili di daerah bencana tidak luput juga menjadi
korban. Tetapi TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang
dan tentara nasional yang profesional, sebagaimana jatidirinya,
harus senantiasa tampil sebagai prajurit pembela rakyat,
prajurit pelindung rakyat dan prajurit pengayom rakyat.
Oleh sebab itu dalam situasi dan kondisi apapun yang
dihadapi dan dialaminya, ketika rakyat membutuhkan kehadirannya,
maka tugas TNI dalam membantu rakyat yang mengalami
kesusahan menjadi bagian dari tugas pokoknya.
Hal
itu dikatakan Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso dalam
amanatnya pada sertijab Pangdam IV/Dip bertempat di
lapangan Makodam IV/Dip Semarang, Rabu (28/6). Lebih
lanjut Kasad mengatakan, sebulan yang lalu, sebagian
wilayah Kodam-IV/Dip digoncang gempa bumi yang begitu
dahsyat dan menghancur-remukkan beberapa desa dan kota,
disusul mele-tusnya gunung merapi yang terus-menerus
memuntahkan lahar dan awan panas. Demikian juga di Sulawesi
Selatan dan di Kalimantan Selatan serta beberapa daerah
lainnya, bencana banjir dan tanah longsor telah pula
merenggut begitu banyak jiwa dan menghancurkan begitu
banyak harta. Musibah bencana alam yang datang bertubi-tubi
dan silih berganti dalam wilayah yang tersebar itu,
telah menyebabkan begitu banyak orang meninggal, menderita
dan membuat kesengsaraan yang begitu luas dan mendalam
pada korban, yang tiada lain adalah rakyat kita, rakyat
Indonesia.
Menurut
Kasad, tugas kemanusiaan membantu korban bencana alam,
merupakan bagian dari tugas pokok TNI, yaitu melindungi
segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Tugas tersebut
merupakan salah satu dari 14 tugas-tugas operasi militer
selain perang seperti dimuat pada Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional
Indonesia. Dihadapkan kepada posisi geografi Indonesia
yang rentan terhadap bencana alam gempa bumi dan banjir,
bentuk-bentuk penugasan Angkatan Darat akan sangat diwarnai
tugas-tugas operasi militer selain perang, tetapi tidak
mengabaikan ancaman bersenjata terhadap kedaulatan negara
dan keutuhan wilayah. "Dengan melaksanakan tugas
degan ketulusan, semangat kebersamaan, kekeluargaan
dan kegotongroyongan serta semangat persatuan dan kesatuan
dilakukan TNI untuk membantu para korban, niscaya beban
penderitaan yang diderita para korban akan segera berlalu,"
kata Kasad mengakhiri pengarahannya. Sertijab Pangdam
IV/Dip diserahterimakan dari Mayjen TNI Sunarso yang
memasuki purna tugas kepada Mayjen TNI Agus Soeyitno
yang sebelumnya sebagai Aster Kasad.
|