Edisi Juni No. 27 Tahun 2006    


SESKOAD DITUNTUT MEYIAPKAN
PEMIMPIN YANG HANDAL


Sebagai penyelenggara pendidikan pengembangan umum tertinggi Angkatan Darat, Seskoad dituntut harus mampu mencetak dan melahirkan perwira-perwira menengah yang memiliki wawasan dan kemampuan yang handal. Memiliki kemampuan manejerial yang komprehensif serta menjadi pemimpin yang mampu mengambil keputusan cepat dan tepat serta memiliki kepribadian yang patut diteladani. Oleh karenanya, pendidikan di Seskoad harus direncanakan, diorganisasikan, disiapkan dan dilaksanakan dan dikendalikan secara ketat dengan suatu sistem manajemen modern yang handal.

Hal tersebut dikatakan Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso dalam amanatnya pada sertijab Danseskoad bertempat di Lapangan Mekar Melati, Seskoad Bandung, Jum'at (23/6). Lebih lanjut Kasad mengatakan, penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan di Seskoad diarahkan untuk menyiapkan sumberdaya pemimpin Angkatan Darat yang memiliki kapabilitas yang tinggi di bidang kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional serta memiliki moral dan etika yang bersumber pada jatidiri TNI. "Sebagai lembaga pengkajian Angkatan Darat, Seskoad dituntut untuk mampu mening-katkan aktivitas forum pengkajiannya guna menghasilkan pemikiran-pemikiran strategis untuk kemajuan TNI AD dan demi kejayaan nusa dan bangsa sesuai dengan mottonya "Viyata Vira Jati" yang melambangkan asas dan tujuan Seskoad sebagai lembaga pendidikan untuk membentuk perwira-perwira sejati," kata Kasad.

Menurut Kasad, bangsa Indonesia yang merupakan bagian dari masyarakat dunia tidak mungkin lepas dari pengaruh perkembangan lingkungan strategis yang selalu diikuti oleh perubahan-perubahan yang mempengaruhi langsung pada kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Perkembangan di lingkungan global masih didominasi seperti demokratisasi, lingkungan hidup dan HAM serta terorisme. "Isu-isu seperti ini telah mempengaruhi bahkan telah mampu merubah tatanan kehidupan bermasyarakat. Isu demokratisasi telah mengantarkan bangsa Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar nomor tiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan India, meskipun dalam penerapannya masih terjadi ketidaksesuaian dengan kondisi kita sehingga merugikan persatuan dan kesatuan bangsa," tegas kasad lagi.

Demikian halnya dengan isu-isu seperti lingkungan hidup dan HAM yang erat kaitannya dengan demokratisasi dan penegakan hukum, terorisme internasional yang secara konsisten diperangi bangsa Indonesia. Sedangkan di lingkungan regional, berkembang masalah konflik perbatatasan, instabilitas beberapa negara di kawasan, upaya negara besar untuk mendominasi pengaruhnya di kawasan dan perimbangan kekuatan antara negara-negara besar yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan nasional, terutama ekonomi, politik dan keamanan. Sementara lingkup nasional, bangsa Indonesia masih dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang berakar pada bidang ideologi, politik, sosial budaya maupun bidang pertahanan dan keamanan serta bidang ekonomi masih dihadapkan kepada pemulihan akibat krisis ekonomi serta terjadinya bencana alam yang melanda Jogyakarta dan Jawa Tengah maupun daerah lain.

Mencermati perkembangan lingkungan strategis dan perubahan-perubahan yang menyertainya dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, Kasad meminta supaya ancaman, hambatan dan gangguan riil terhadap usaha-usaha pembangunan bangsa, termasuk pertahanan dan keamanan lebih dimungkinkan berasal dari dalam negeri, meskipun tidak menampik kemungkinan akan datang dari luar negeri dalam bentuk invasi militer. Untuk mengantisipasi dan menangkal akibat yang timbul dari perkembangan lingkungan strategis tersebut, maka sejak dini membekali kemampuan dan pengetahuan-pengetahuan strategis yang dapat menjangkau deminsi yang lebih luas. "Itulah sebabnya supaya kita mulai mendesain dan merancang serta melaksanakan pendidikan yang berorientasi kepada penguasaan pengetahuan strategis dengan berbasis kepada konsep perang semesta," kata Kasad mengakhiri pengarahannya. Sertijab Danseskoad diserahterimakan dari Mayjen TNI Syarifudin Tippe yang menduduki pos baru sebagai Pangdam II/Swj kepada Brigjen TNI Mochamad Sochib yang sebelumnya sebagai Dirprodik Debit Dik Lemhannas RI.




 

 



 
     
     
     

 

Copyright ©2003 Dispenad, Jakarta-Indonesia. All rights reserved.
Webmaster: Dispenad.

Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat