|
SESKOAD
DITUNTUT MEYIAPKAN
PEMIMPIN YANG HANDAL
Sebagai
penyelenggara pendidikan pengembangan umum tertinggi
Angkatan Darat, Seskoad dituntut harus mampu mencetak
dan melahirkan perwira-perwira menengah yang memiliki
wawasan dan kemampuan yang handal. Memiliki kemampuan
manejerial yang komprehensif serta menjadi pemimpin
yang mampu mengambil keputusan cepat dan tepat serta
memiliki kepribadian yang patut diteladani. Oleh karenanya,
pendidikan di Seskoad harus direncanakan, diorganisasikan,
disiapkan dan dilaksanakan dan dikendalikan secara ketat
dengan suatu sistem manajemen modern yang handal.
Hal
tersebut dikatakan Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso
dalam amanatnya pada sertijab Danseskoad bertempat di
Lapangan Mekar Melati, Seskoad Bandung, Jum'at (23/6).
Lebih lanjut Kasad mengatakan, penyelenggaraan pendidikan
yang dilakukan di Seskoad diarahkan untuk menyiapkan
sumberdaya pemimpin Angkatan Darat yang memiliki kapabilitas
yang tinggi di bidang kecerdasan intelektual, kecerdasan
emosional serta memiliki moral dan etika yang bersumber
pada jatidiri TNI. "Sebagai lembaga pengkajian
Angkatan Darat, Seskoad dituntut untuk mampu mening-katkan
aktivitas forum pengkajiannya guna menghasilkan pemikiran-pemikiran
strategis untuk kemajuan TNI AD dan demi kejayaan nusa
dan bangsa sesuai dengan mottonya "Viyata Vira
Jati" yang melambangkan asas dan tujuan Seskoad
sebagai lembaga pendidikan untuk membentuk perwira-perwira
sejati," kata Kasad.
Menurut
Kasad, bangsa Indonesia yang merupakan bagian dari masyarakat
dunia tidak mungkin lepas dari pengaruh perkembangan
lingkungan strategis yang selalu diikuti oleh perubahan-perubahan
yang mempengaruhi langsung pada kehidupan masyarakat,
berbangsa dan bernegara. Perkembangan di lingkungan
global masih didominasi seperti demokratisasi, lingkungan
hidup dan HAM serta terorisme. "Isu-isu seperti
ini telah mempengaruhi bahkan telah mampu merubah tatanan
kehidupan bermasyarakat. Isu demokratisasi telah mengantarkan
bangsa Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar nomor
tiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan India, meskipun
dalam penerapannya masih terjadi ketidaksesuaian dengan
kondisi kita sehingga merugikan persatuan dan kesatuan
bangsa," tegas kasad lagi.
Demikian
halnya dengan isu-isu seperti lingkungan hidup dan HAM
yang erat kaitannya dengan demokratisasi dan penegakan
hukum, terorisme internasional yang secara konsisten
diperangi bangsa Indonesia. Sedangkan di lingkungan
regional, berkembang masalah konflik perbatatasan, instabilitas
beberapa negara di kawasan, upaya negara besar untuk
mendominasi pengaruhnya di kawasan dan perimbangan kekuatan
antara negara-negara besar yang mempengaruhi berbagai
aspek kehidupan nasional, terutama ekonomi, politik
dan keamanan. Sementara lingkup nasional, bangsa Indonesia
masih dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang
berakar pada bidang ideologi, politik, sosial budaya
maupun bidang pertahanan dan keamanan serta bidang ekonomi
masih dihadapkan kepada pemulihan akibat krisis ekonomi
serta terjadinya bencana alam yang melanda Jogyakarta
dan Jawa Tengah maupun daerah lain.
Mencermati
perkembangan lingkungan strategis dan perubahan-perubahan
yang menyertainya dalam tatanan kehidupan berbangsa
dan bernegara, Kasad meminta supaya ancaman, hambatan
dan gangguan riil terhadap usaha-usaha pembangunan bangsa,
termasuk pertahanan dan keamanan lebih dimungkinkan
berasal dari dalam negeri, meskipun tidak menampik kemungkinan
akan datang dari luar negeri dalam bentuk invasi militer.
Untuk mengantisipasi dan menangkal akibat yang timbul
dari perkembangan lingkungan strategis tersebut, maka
sejak dini membekali kemampuan dan pengetahuan-pengetahuan
strategis yang dapat menjangkau deminsi yang lebih luas.
"Itulah sebabnya supaya kita mulai mendesain dan
merancang serta melaksanakan pendidikan yang berorientasi
kepada penguasaan pengetahuan strategis dengan berbasis
kepada konsep perang semesta," kata Kasad mengakhiri
pengarahannya. Sertijab
Danseskoad diserahterimakan dari Mayjen TNI Syarifudin
Tippe yang menduduki pos baru sebagai Pangdam II/Swj
kepada Brigjen TNI Mochamad Sochib yang sebelumnya sebagai
Dirprodik Debit Dik Lemhannas RI.
|