|
PANCASILA
SATUKAN KEBERAGAMAN
DALAM MERAIH CITA-CITA
Pancasila
sebagai landasan ideal, merupakan ideologi nasional
dan dasar negara dimana keseluruhan sistem dan proses
penyelenggaraan negara serta pembangunan bangsa harus
didasarkan dan diarahkan pada perwujudan nilai-nilai
yang terkandung pada sila-silanya. Hanya dengan berlandaskan
Pancasila bangsa Indonesia akan jelas arah yang hendak
dicapai dan terang jalan yang hendak dilalui, sehingga
tidak akan tersesat dalam menuju dan meraih cita-citanya.
Hal
tersebut disampaikan Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso
dalam amanatnya pada sertijab Pangdam II/Sriwijaya dari
Mayjen TNI Syahrial kepada Mayjen TNI Syarifudin Tippe
di lapangan upacara Makodam II/Swj Palembang, Selasa
(20/6). Lebih lanjut Kasad mengatakan, dengan luas wilayah
yang begitu luas serta jumlah penduduk yang lebih dari
220 juta jiwa memiliki berbagai suku bangsa, adat istiadat,
budaya, dan bahasa daerah serta agama yang beraneka
ragam, berbeda satu sama lain merupakan suatu keberagaman
yang harus dipertahankan.
Keanekaragaman
dan kemajemukan merupakan kekayaan khasanah budaya nusantara
yang tidak ternilai harganya, sekaligus merupakan kekuatan
bangsa yang dahsyat, namun di sisi yang lain kebhinnekaan
itu mengandung sisi rawan bila tidak dikelola dengan
cerdas. "Manakala bagian-bagian dari kemajemukan
itu terganggu oleh keinginan masing-masing untuk menampilkan
cara-cara hidup yang eksklusif, merasa paling benar,
merasa yang lain lebih rendah, lebih buruk daripadanya,
merasa paling suci, paling penting, yang lain tidak
penting, tidak bermanfaat, niscaya bangsa akan hancur,
" kata Kasad.
Undang-Undang
Dasar 1945, sebagai landasan konstitusional merupakan
hukum dasar tertulis dan landasan normatif serta acuan
pokok bagi keseluruhan proses penyelenggaraan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya,
semua produk hukum termasuk yang diterbitkan di daerah,
harus mengacu dan tidak bertentangan dengan Undang-Undang
Dasar 1945. Demikian juga Wawasan Nusantara sebagai
landasan visional, memandang segala kemajemukan sebagai
suatu kesatuan yang memiliki wawasan kebangsaan yang
kuat. Perbedaan dan keanekaragaman bangsa adalah keniscayaan,
dan merupakan hukum Tuhan Yang Maha Besar yang harus
dipelihara, bukan untuk dirusak.
Wawasan
Nusantara diimplementasikan dengan melaksanakan Ketahanan
Nasional sebagai landasan konsepsional, yang intinya
membina keuletan dan ketangguhan bangsa sehingga senantiasa
mampu menghadapi tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara
sekaligus merupakan modal dan kekuatan untuk membangun
kesejahteraan bangsa. Upaya mewujudkan dan meningkatkan
ketahanan nasional menjadi tugas dan tanggung jawab
segenap bangsa Indonesia, yaitu seluruh warga masyarakat
dan segenap aparatur pemerintahan dan aparatur negara,
termasuk TNI, Angkatan Darat dan Kodam II/Sriwijaya
melalui upaya-upaya pembinaan teritorial.
Pembinaan
teritorial memerlukan keterpaduan upaya optimal seluruh
warga masyarakat, termasuk aparat pemerintahan di daerah
melalui komunikasi dan koordinasi yang erat dan terpadu
disertai penampilan prajurit-prajurit yang arif dan
bijaksana, kolaboratif dan akomodatif, tidak arogan
dan tidak merasa paling hebat, tidak merasa paling penting
dan tidak merasa paling tahu. "Upaya ke arah itu
bukanlah pekerjaan yang mudah dan ringan, karena menuntut
tingkat kemampuan profesional yang tinggi, dilandasi
oleh semangat dan jiwa pengabdian yang tinggi, mampu
memahami dengan baik setiap permasalahan, sehingga pemikiran,
sikap serta langkah dan tindakan yang diambil merupakan
jalan pemecahan yang terbaik," kata Kasad mengakhiri
pengarahannya.
|