|
KEDEPANKAN
NETRALITAS DALAM
PENANGANAN KONFLIK
Kompleksitas
konflik yang terjadi di Maluku beberapa waktu yang lalu,
tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan peran
pemerintah dan aparat keamanan saja, tetapi juga dibutuhkan
kesadaran berbagai pihak untuk tidak ikut memperkeruh
keadaan menjadi hal yang sangat penting untuk menjadi
perhatian bersama. Netralitas dan profesionalitas aparat
dalam penanganan konflik harus lebih ditonjolkan, sebab
tanpa adanya netralitas maka akan menimbulkan sikap
keragu-raguan untuk bertindak dalam meredam dan menekan
konflik tersebut. Hal tersebut dikatkan Kasad Jenderal
TNI Djoko Santoso dalam amanatnya pada sertijab Pangdam
XVI/PTM dari Mayjen TNI Syariffudin Sumah kepada Mayjen
TNI Sudarmaidy S bertempat di Lapa-ngan Makodam XVI/PTM.
Lebih
lanjut Kasad mengatakan, dalam menangani permasalahan
apapun yang berhubungan dengan tugas-tugas ketentaraan,
tugas-tugas penanganan konflik dan rehabilitasi pasca
konflik harus mempergunakan prosedur yang berlaku di
lingkungan TNI, bertindak secara adil dan mengutamakan
untuk membela kebenaran dan kejujuran. Hal tersebut
senantiasa harus dilakukan Angkatan Darat agar bangsa
ini tidak terpecah belah dan tercerai berai karena faktor
kelalaian dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan individu-individu
baik disengaja maupun tidak disengaja. "Untuk itu,
setiap melakukan tindakan di lapangan harus disesuaikan
dengan prosedur yang berlaku di lingkungan TNI, dan
bagi prajurit yang melanggar harus ditindak dengan tegas
sesuai hukum yang berlaku," tegas Kasad.
Aparat
Kodam-XVI/Pattimura harus berada pada barisan terdepan
untuk memelihara kondisi aman ini, sehingga masyarakat
merasa tenang dan aman dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya sehari-hari disamping efektifitas koordinasi
dan komunikasi antar aparat yang bertugas di lapangan.
Lemahnya koordinasi dan komunikasi itu menjadi awal
muncul dan terjadinya masalah-masalah yang dapat memicu
terganggunya situasi dan kondisi keamanan di daerah
ini. Selain itu, rendahnya kesadaran untuk menghormati
dan menghargai petugas atau sesama aparat keamanan,
akan memberi peluang terjadinya benturan-benturan yang
diawali oleh masalah-masalah sepele yang bersifat pribadi
oknum-oknum tertentu.
Oleh
karena itu, Kasad minta kepada warga Kodam XVI/Pattimura
agar selalu melandasi nilai-nilai yang terkandung di
dalam Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta Delapan
Wajib TNI dalam setiap langkah dan tindakan, sehingga
terhindar dari upaya-upaya yang akan memecah belah sesama
aparat keamanan, baik itu antar sesama TNI maupun antara
TNI dengan Polri atau antara TNI dengan masyarakat.
Dengan terjalinnya keharmonisan hubungan aparat dan
masyarakat di daerah ambon manise ini, niscaya keamanan
dan ketertiban akan tumbuh subur seperti dulu lagi.
Kasad yakin bahwa prajurit Kodam-XVI/Pattimura sampai
saat ini mampu mengambil peran sebagai pengayom dan
pelindung masyarakat dan melaksanakan tugasnya dengan
baik. Keberhasilan tugas yang diraih oleh para prajurit
Kodam XVI/Pattimura tidak lepas dari dukungan dan bantuan
berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan masyarakat
luas.
Oleh
karenanya, bangun terus kemanunggalan TNI-Rakyat, dan
pahami bahwa keberadaan tentara tidak berarti apa-apa
tanpa dukungan rakyat. Sebelum mengakhiri pengarahannya,
Kasad menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang
tulus kepada seluruh aparat pemerintah daerah, tokoh
agama, tokoh masyarakat serta segenap lapisan masyarakat
di wilayah ini yang telah memberikan dukungan dan kerja
sama yang harmonis kepada pejabat Pangdam XVI/Pattimura
yang lama dan terus memupuk kebersamaan dalam menjaga
ketertiban dan keamanan di bumi Ambon Manise.
|