Edisi Juni No. 27 Tahun 2006    


KALIMANTAN MERUPAKAN PULAU HARAPAN
YANG TETAP DIJAGA

Kodam-VI/Tanjungpura hampir semua wilayahnya berbatasan dengan negara tetangga, juga terdapat beberapa pulau terluar yang harus diamankan dan dijaga dari kemungkinan klaim sepihak oleh negara tetangga, agar pengalaman pahit hilangnya pulau Sipadan dan Ligitan yang merupakan bagian wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia jangan pernah terulang lagi. Untuk itu, pos-pos pengamanan baik di daerah perbatasan darat maupun di pulau-pulau terluar hendaknya terus dibangun dan disiagakan. Hal itu dikatakan Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso dalam amanat tertulisnya pada sertijab Pangdam VI/Tpr dari Mayjen TNI Erwin Sudjono yang dipromosikan menjadi Pangkostrad kepada penggantingnya Mayjen TNI GR. Situmeang yang sebelumnya sebagai Asrena Kasad bertempat di lapangan upacara Makodam VI/Tanjungpura, Kamis (18/5).

Lebih lanjut Kasad mengatakan, berbagai tindakan yang merugikan negara, seperti illegal logging, illegal mining dan illegal fishing menuntut pelibatan Kodam-VI/Tanjungpura untuk mencegah dan meniadakannya dengan melakukan tindakan tegas ke dalam, dan ke luar membantu aparat terkait dalam penanganan kegiatan-kegiatan illegal tersebut. Upaya seperti itu semakin bermakna, apabila disadari bahwa di masa mendatang pulau Kalimantan merupakan pulau harapan, The Island of Hope yang harus dibangun, dijaga dan dipertahankan dari pihak-pihak yang akan mengganggu dan merusaknya. "Kepada pemerintah daerah, diharapkan dukungannya untuk turut serta memantapkan terbangunnya sistem pos-pos pengamanan tersebut, sehingga memadai dan menjangkau perkiraan ke depan terhadap vitalitas sistem pengawasan dan pengamanan daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar tersebut," kata Kasad.

Dengan mempersiapkan diri menjadi prajurit yang selalu siap melaksanakan tugas negara yang menuntut kerelaan untuk mengorbankan jiwa dan raga.Kualitas sebagai prajurit yang dibanggakan senantiasa meningkat dari hari ke hari dengan mempedomani motto : Hari ini harus lebih baik dari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari ini. Bekerja melebihi panggilan tugas menjadi tekad dan komitmen prajurit TNI AD. Sementara itu jika dihadapkan kepada perkembangan lingkungan Asia Tenggara dan Asia Pasific secara makro proses pembangunan daerah se-Kalimantan turut memberikan kontribusi terhadap makin eratnya hubungan yang simbiosis, saling menguntungkan dengan negara-negara tetangga. Secara mikro, proses pembangunan sosial ekonomi di daerah Kalimantan perlu dipacu selaras dengan kondisi kemajuan sosial ekonomi negara-negara tetangga, karena bila tidak, gejala-gejala osmosis yang tidak menguntungkan, yaitu mengalirnya dominasi dan pengaruh ekonomi dan sosial budaya negara tetangga ke dalam wilayah ini karena terpacu oleh kondisi kesenjangan di sekitar wilayah perbatasan.

Perencanaan dan pembangunan infra struktur ekonomi dan komunikasi mejadi pertimbangan yang lebih penting lagi manakala kita menyadari bahwa Kalimantan akan menjadi alternatif masa depan, karena kondisi lingkungan Jawa dan Sumatera yang sarat dengan kejenuhan demografis, geografis maupun kondisi sosial. "Arus hubungan etnis kultural maupun lalu lintas ekonomi melalui Tradisional Border Crossing perlu diatur dan dimantapkan secara tegas. Faktor itu seyogyanya juga dikaitkan dengan pembangunan infra struktur seperti yang telah saya kemukakan tadi, agar intensitas dan kualitas jalur hubungan yang ada mudah dikontrol, baik dari sudut imigratori, kepabeanan dan keamanan," kata Kasad mengakhiri pengarahannya.





 

 



 
     
     
     

 

Copyright ©2003 Dispenad, Jakarta-Indonesia. All rights reserved.
Webmaster: Dispenad.

Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat