|
KALIMANTAN MERUPAKAN PULAU HARAPAN
YANG TETAP DIJAGA
Kodam-VI/Tanjungpura
hampir semua wilayahnya berbatasan dengan negara tetangga,
juga terdapat beberapa pulau terluar yang harus diamankan
dan dijaga dari kemungkinan klaim sepihak oleh negara
tetangga, agar pengalaman pahit hilangnya pulau Sipadan
dan Ligitan yang merupakan bagian wilayah kedaulatan
Negara Kesatuan Republik Indonesia jangan pernah terulang
lagi. Untuk itu, pos-pos pengamanan baik di daerah perbatasan
darat maupun di pulau-pulau terluar hendaknya terus
dibangun dan disiagakan. Hal itu dikatakan Kasad Jenderal
TNI Djoko Santoso dalam amanat tertulisnya pada sertijab
Pangdam VI/Tpr dari Mayjen TNI Erwin Sudjono yang dipromosikan
menjadi Pangkostrad kepada penggantingnya Mayjen TNI
GR. Situmeang yang sebelumnya sebagai Asrena Kasad bertempat
di lapangan upacara Makodam VI/Tanjungpura, Kamis (18/5).
Lebih
lanjut Kasad mengatakan, berbagai tindakan yang merugikan
negara, seperti illegal logging, illegal mining dan
illegal fishing menuntut pelibatan Kodam-VI/Tanjungpura
untuk mencegah dan meniadakannya dengan melakukan tindakan
tegas ke dalam, dan ke luar membantu aparat terkait
dalam penanganan kegiatan-kegiatan illegal tersebut.
Upaya seperti itu semakin bermakna, apabila disadari
bahwa di masa mendatang pulau Kalimantan merupakan pulau
harapan, The Island of Hope yang harus dibangun, dijaga
dan dipertahankan dari pihak-pihak yang akan mengganggu
dan merusaknya. "Kepada pemerintah daerah, diharapkan
dukungannya untuk turut serta memantapkan terbangunnya
sistem pos-pos pengamanan tersebut, sehingga memadai
dan menjangkau perkiraan ke depan terhadap vitalitas
sistem pengawasan dan pengamanan daerah perbatasan dan
pulau-pulau terluar tersebut," kata Kasad.
Dengan
mempersiapkan diri menjadi prajurit yang selalu siap
melaksanakan tugas negara yang menuntut kerelaan untuk
mengorbankan jiwa dan raga.Kualitas sebagai prajurit
yang dibanggakan senantiasa meningkat dari hari ke hari
dengan mempedomani motto : Hari ini harus lebih baik
dari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari ini.
Bekerja melebihi panggilan tugas menjadi tekad dan komitmen
prajurit TNI AD. Sementara itu jika dihadapkan kepada
perkembangan lingkungan Asia Tenggara dan Asia Pasific
secara makro proses pembangunan daerah se-Kalimantan
turut memberikan kontribusi terhadap makin eratnya hubungan
yang simbiosis, saling menguntungkan dengan negara-negara
tetangga. Secara mikro, proses pembangunan sosial ekonomi
di daerah Kalimantan perlu dipacu selaras dengan kondisi
kemajuan sosial ekonomi negara-negara tetangga, karena
bila tidak, gejala-gejala osmosis yang tidak menguntungkan,
yaitu mengalirnya dominasi dan pengaruh ekonomi dan
sosial budaya negara tetangga ke dalam wilayah ini karena
terpacu oleh kondisi kesenjangan di sekitar wilayah
perbatasan.
Perencanaan
dan pembangunan infra struktur ekonomi dan komunikasi
mejadi pertimbangan yang lebih penting lagi manakala
kita menyadari bahwa Kalimantan akan menjadi alternatif
masa depan, karena kondisi lingkungan Jawa dan Sumatera
yang sarat dengan kejenuhan demografis, geografis maupun
kondisi sosial. "Arus hubungan etnis kultural maupun
lalu lintas ekonomi melalui Tradisional Border Crossing
perlu diatur dan dimantapkan secara tegas. Faktor itu
seyogyanya juga dikaitkan dengan pembangunan infra struktur
seperti yang telah saya kemukakan tadi, agar intensitas
dan kualitas jalur hubungan yang ada mudah dikontrol,
baik dari sudut imigratori, kepabeanan dan keamanan,"
kata Kasad mengakhiri pengarahannya.
|