Edisi Juni No. 27 Tahun 2006    


SATUAN POMAD
MENJADI TOLAK UKUR TINGKAT DISIPLIN SATUAN LAIN


Aparat yang berfungsi menegakkan hukum, disiplin dan tatatertib, sebagaimana sebutan yang disandang oleh prajurit-prajurit Polisi Militer, seyogyanya lebih konsisten dan memiliki komitmen yang kuat dalam menaati hukum, lebih berdisiplin dan lebih tertib dalam hidup dan kehidupannya sehari-hari. Akan sangat tidak mungkin tugas-tugas penegakan hukum, disiplin dan tatatertib dapat berhasil dilaksanakan dengan baik manakala aparat yang bertanggungjawab melaksanakan tugas-tugas tersebut, tidak taat hukum, tidak berdisiplin dan tidak tertib. Hal itu disampaikan Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso yang bertindak sebagai Irup pada acara sertijab Danpuspomad dari Mayjen TNI Ruchjan kepada Brigjen TNI Hendardji Soepandji bertempat di lapangan upacara Mapuspomad Jakarta, Rabu (24/5).

Lebih lanjut Kasad mengatakan, prajurit-prajurit Pomad harus lebih memahami, menghayati dan mengamalkan tugas, wewenang dan tanggungjawabnya dengan baik." Hilangkan sikap arogan, sikap sok berkuasa dan sikap-sikap buruk lainnya yang dapat merugikan satuan-satuan Polisi Militer Angkatan Darat, karena satuan-satuan di lingkungan Pomad dipandang sebagai satuan yang menjadi tolok ukur tingkat disiplin yang dimiliki satuan-satuan lainnya. Hadirkan dan tampilkan satuan-satuan Polisi Militer sebagai contoh bagi satuan-satuan lain dalam hal penegakan hukum, disiplin dan tatatertib serta membantu para komandan satuan dalam menegakkan hukum, disiplin dan tatatertib di satuannya," kata Kasad.

Kasad mengingatkan kepada seluruh prajurit Polisi Militer, supaya bekerja secara proporsional dengan kemampuan profesional agar citra Angkatan Darat semakin membaik di dalam masyarakat. Prajurit-prajurit yang tidak berdisiplin dan tidak profesional merupakan beban satuan, beban negara, dan Angkatan Darat tidak memerlukan prajurit seperti itu. "Oleh karenanya, saya tegaskan kepada semua satuan yang membidangi masalah-masalah hukum, disiplin dan tata-tertib seperti korps Polisi Militer, korps Hukum, Staf Umum Pengamanan dan Staf Umum Personel agar selalu bekerja sama secara terkoordinasi dan sinergi, sehingga masalah-masalah dan perkara-perkara yang masih menumpuk dalam jumlah yang sangat besar sekarang ini, dapat diselesaikan secara bertahap," tegas Kasad.

Dengan menyelesaikan secara profesional setiap masalah dan perkara yang timbul sampai tuntas serta tidak menunda-nunda permasalahan penegakan hukum supaya tidak memberi peluang munculnya perkara susulan yang berkaitan dengan perkara semula, maka prajurit Polisi Militer mempunyai peran yang tinggi sehubungan dengan penegakan disiplin dan tatatertib prajurit di lingkungan Angkatan Darat. Karena jika tidak diselesaikan dengan tuntas maka hanya akan menghambat penyelesaian perkara-perkara yang sudah ada dan menumpuk. Dengan begitu setiap prajurit mampu mendiskripsikan tugas-tugasnya dan kemudian melaksanakan dan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh dan tuntas. Agar tugas dan pekerjaan itu memenuhi tujuan yang diinginkan, maka peran komandan satuan secara hirarki dalam pengawasan dan pengendalian menjadi sangat penting. "Pengawasan dan pengendalian itu merupakan salah satu dari fungsi mananjemen yang sangat penting, dan setiap pemimpin tidak boleh lengah dalam menyelenggarakan fungsi tersebut," kata Kasad mengakhiri pengarahannya.




 

 



 
     
     
     

 

Copyright ©2003 Dispenad, Jakarta-Indonesia. All rights reserved.
Webmaster: Dispenad.

Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat