|
SATUAN
POMAD
MENJADI TOLAK UKUR TINGKAT DISIPLIN SATUAN LAIN
Aparat
yang berfungsi menegakkan hukum, disiplin dan tatatertib,
sebagaimana sebutan yang disandang oleh prajurit-prajurit
Polisi Militer, seyogyanya lebih konsisten dan memiliki
komitmen yang kuat dalam menaati hukum, lebih berdisiplin
dan lebih tertib dalam hidup dan kehidupannya sehari-hari.
Akan sangat tidak mungkin tugas-tugas penegakan hukum,
disiplin dan tatatertib dapat berhasil dilaksanakan
dengan baik manakala aparat yang bertanggungjawab melaksanakan
tugas-tugas tersebut, tidak taat hukum, tidak berdisiplin
dan tidak tertib. Hal itu disampaikan Kasad Jenderal
TNI Djoko Santoso yang bertindak sebagai Irup pada acara
sertijab Danpuspomad dari Mayjen TNI Ruchjan kepada
Brigjen TNI Hendardji Soepandji bertempat di lapangan
upacara Mapuspomad Jakarta, Rabu (24/5).
Lebih
lanjut Kasad mengatakan, prajurit-prajurit Pomad harus
lebih memahami, menghayati dan mengamalkan tugas, wewenang
dan tanggungjawabnya dengan baik." Hilangkan sikap
arogan, sikap sok berkuasa dan sikap-sikap buruk lainnya
yang dapat merugikan satuan-satuan Polisi Militer Angkatan
Darat, karena satuan-satuan di lingkungan Pomad dipandang
sebagai satuan yang menjadi tolok ukur tingkat disiplin
yang dimiliki satuan-satuan lainnya. Hadirkan dan tampilkan
satuan-satuan Polisi Militer sebagai contoh bagi satuan-satuan
lain dalam hal penegakan hukum, disiplin dan tatatertib
serta membantu para komandan satuan dalam menegakkan
hukum, disiplin dan tatatertib di satuannya," kata
Kasad.
Kasad
mengingatkan kepada seluruh prajurit Polisi Militer,
supaya bekerja secara proporsional dengan kemampuan
profesional agar citra Angkatan Darat semakin membaik
di dalam masyarakat. Prajurit-prajurit yang tidak berdisiplin
dan tidak profesional merupakan beban satuan, beban
negara, dan Angkatan Darat tidak memerlukan prajurit
seperti itu. "Oleh karenanya, saya tegaskan kepada
semua satuan yang membidangi masalah-masalah hukum,
disiplin dan tata-tertib seperti korps Polisi Militer,
korps Hukum, Staf Umum Pengamanan dan Staf Umum Personel
agar selalu bekerja sama secara terkoordinasi dan sinergi,
sehingga masalah-masalah dan perkara-perkara yang masih
menumpuk dalam jumlah yang sangat besar sekarang ini,
dapat diselesaikan secara bertahap," tegas Kasad.
Dengan
menyelesaikan secara profesional setiap masalah dan
perkara yang timbul sampai tuntas serta tidak menunda-nunda
permasalahan penegakan hukum supaya tidak memberi peluang
munculnya perkara susulan yang berkaitan dengan perkara
semula, maka prajurit Polisi Militer mempunyai peran
yang tinggi sehubungan dengan penegakan disiplin dan
tatatertib prajurit di lingkungan Angkatan Darat. Karena
jika tidak diselesaikan dengan tuntas maka hanya akan
menghambat penyelesaian perkara-perkara yang sudah ada
dan menumpuk. Dengan begitu setiap prajurit mampu mendiskripsikan
tugas-tugasnya dan kemudian melaksanakan dan mengerjakannya
dengan sungguh-sungguh dan tuntas. Agar tugas dan pekerjaan
itu memenuhi tujuan yang diinginkan, maka peran komandan
satuan secara hirarki dalam pengawasan dan pengendalian
menjadi sangat penting. "Pengawasan dan pengendalian
itu merupakan salah satu dari fungsi mananjemen yang
sangat penting, dan setiap pemimpin tidak boleh lengah
dalam menyelenggarakan fungsi tersebut," kata Kasad
mengakhiri pengarahannya.
|