Edisi Juni No. 27 Tahun 2006    


BUDAYA GOTONG-ROYONG TETAP WARNAI TMMD

Program TNI Manunggal Membangun Desa belum dapat menjangkau ke seluruh pedesaan di tanah air, mengingat keterbatasan sarana dan prasarana serta kondisi ekonomi bangsa Indonesia yang sampai saat ini masih belum pulih sepenuhnya. Namun, program ini harus dilaksanakan dan dijalankan, karena merupakan salah satu upaya dalam membangun ketahanan masyarakat dan ketahanan wilayah.

Dalam program TMMD hadir budaya gotong royong yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia, budaya yang harus tetap dipertahankan karena telah terbukti dalam perjalanan sejarah bangsa bahwa budaya gotong royong mampu menyelesaikan masalah-masalah bangsa ini dengan tuntas. Dalam budaya gotong royong terdapat semangat persatuan dan kesatuan yang kokoh kuat di antara komponen bangsa, semangat yang diperlukan untuk menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang besar, bangsa yang tidak akan dipandang sebelah mata atau dilecehkan oleh bangsa lain. Hal itu disampaikan Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso pada pembukaan TMMD ke 76 di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Kasad mengatakan, program TNI Manunggal Membangun Desa, selain mengerjakan kegiatan pembangunan fisik, juga kegiatan pembangunan non fisik yang dilakukan harus dapat menggugah tumbuh dan meningkatnya semangat persatuan dan kesatuan pada setiap masyarakat bangsa. Dengan semangat persatuan dan kesatuan, semangat yang tercermin dalam kehidupan masyarakat yang rukun dan damai, aman dan tenteram, akan menyumbangkan kondisi yang kondusif bagi terselenggaranya pembangunan nasional yang berkesinambungan. "Dengan hidup rukun dan damai, energi yang terbuang sia-sia selama ini karena konflik, karena berkelahi antar sesama anak bangsa, karena ketidakharmonisan dan karena lebih mengedepankan kepentingan-kepentingan sempit yang dibang-un oleh individu atau kelompok, dapat diakhiri dan manfaatkan sebesar-besarnya untuk membangun masyarakat bangsa ini," kata Kasad.

Lebih lanjut Kasad menjelaskan, dalam konteks pelaksanaan kegiatan yang bersifat fisik, tentunya diarahkan untuk membangun infra struktur, sarana dan prasarana yang betul-betul menjadi kebutuhkan dan menyentuh kepentingan masyarakat. Infra struktur dan sarana prasarana yang dibangun akan dapat membantu membuka isolasi daerah terpencil, membuka akses yang lebih luas untuk pemasaran hasil bumi dan produk-produk yang ada di desa, mendorong tumbuhnya inovasi dan kreatifitas masyarakat desa untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupannya. Selain itu, pembangunan fisik yang dilakukan di desa akan dapat memotivasi masyarakat untuk memelihara hasil pembangunan karena merasa memilikinya, dan bahkan mendorongnya untuk mengembangkan hasil pembangunan yang sudah ada.

"Oleh karenanya, sebagai wujud nyata dharma bhakti TNI kepada rakyat yang melahirkannya, Kasad minta kepada prajurit-prajurit TNI agar di dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa, di lapangan, memperhatikan dan mempedomani hal-hal berikut : menjaga jiwa korsa antar sesama prajurit, sehingga dapat memberi teladan tentang kesoliditasan yang harus dibangun pada masyarakat, melaksanakan tugas dengan ikhlas dan sepenuh hati, hadir sebagai sumber inspirasi bagi masyarakat sehingga dapat memotivasi tumbuhnya tekad dan semangat untuk membangun daerahnya dengan sadar, ikhlas dan bersungguh-sungguh, serta tumbuhnya kesadaran dalam mematuhi ketentuan dan hukum yang berlaku di lingkungannya, kenal dan faham adat istiadat dan budaya daerah setempat, mengutamakan skala prioritas yang tetap berorientasi pada keberhasilan pencapaian sasaran, paham secara filosofis, TNI Manunggal Membangun Desa adalah memberi pancing, bukan ikan dan melaksanakan evaluasi secara berlanjut," kata Kasad.




 

 



 
     
     
     

 

Copyright ©2003 Dispenad, Jakarta-Indonesia. All rights reserved.
Webmaster: Dispenad.

Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat