|
BUDAYA
GOTONG-ROYONG TETAP WARNAI TMMD
Program
TNI Manunggal Membangun Desa belum dapat menjangkau
ke seluruh pedesaan di tanah air, mengingat keterbatasan
sarana dan prasarana serta kondisi ekonomi bangsa Indonesia
yang sampai saat ini masih belum pulih sepenuhnya. Namun,
program ini harus dilaksanakan dan dijalankan, karena
merupakan salah satu upaya dalam membangun ketahanan
masyarakat dan ketahanan wilayah.
Dalam
program TMMD hadir budaya gotong royong yang merupakan
ciri khas bangsa Indonesia, budaya yang harus tetap
dipertahankan karena telah terbukti dalam perjalanan
sejarah bangsa bahwa budaya gotong royong mampu menyelesaikan
masalah-masalah bangsa ini dengan tuntas. Dalam budaya
gotong royong terdapat semangat persatuan dan kesatuan
yang kokoh kuat di antara komponen bangsa, semangat
yang diperlukan untuk menjadikan bangsa Indonesia bangsa
yang besar, bangsa yang tidak akan dipandang sebelah
mata atau dilecehkan oleh bangsa lain. Hal itu disampaikan
Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso pada pembukaan TMMD
ke 76 di Jakarta beberapa waktu yang lalu.
Kasad
mengatakan, program TNI Manunggal Membangun Desa, selain
mengerjakan kegiatan pembangunan fisik, juga kegiatan
pembangunan non fisik yang dilakukan harus dapat menggugah
tumbuh dan meningkatnya semangat persatuan dan kesatuan
pada setiap masyarakat bangsa. Dengan semangat persatuan
dan kesatuan, semangat yang tercermin dalam kehidupan
masyarakat yang rukun dan damai, aman dan tenteram,
akan menyumbangkan kondisi yang kondusif bagi terselenggaranya
pembangunan nasional yang berkesinambungan. "Dengan
hidup rukun dan damai, energi yang terbuang sia-sia
selama ini karena konflik, karena berkelahi antar sesama
anak bangsa, karena ketidakharmonisan dan karena lebih
mengedepankan kepentingan-kepentingan sempit yang dibang-un
oleh individu atau kelompok, dapat diakhiri dan manfaatkan
sebesar-besarnya untuk membangun masyarakat bangsa ini,"
kata Kasad.
Lebih
lanjut Kasad menjelaskan, dalam konteks pelaksanaan
kegiatan yang bersifat fisik, tentunya diarahkan untuk
membangun infra struktur, sarana dan prasarana yang
betul-betul menjadi kebutuhkan dan menyentuh kepentingan
masyarakat. Infra struktur dan sarana prasarana yang
dibangun akan dapat membantu membuka isolasi daerah
terpencil, membuka akses yang lebih luas untuk pemasaran
hasil bumi dan produk-produk yang ada di desa, mendorong
tumbuhnya inovasi dan kreatifitas masyarakat desa untuk
meningkatkan kualitas hidup dan kehidupannya. Selain
itu, pembangunan fisik yang dilakukan di desa akan dapat
memotivasi masyarakat untuk memelihara hasil pembangunan
karena merasa memilikinya, dan bahkan mendorongnya untuk
mengembangkan hasil pembangunan yang sudah ada.
"Oleh
karenanya, sebagai wujud nyata dharma bhakti TNI kepada
rakyat yang melahirkannya, Kasad minta kepada prajurit-prajurit
TNI agar di dalam pelaksanaan program TNI Manunggal
Membangun Desa, di lapangan, memperhatikan dan mempedomani
hal-hal berikut : menjaga jiwa korsa antar sesama prajurit,
sehingga dapat memberi teladan tentang kesoliditasan
yang harus dibangun pada masyarakat, melaksanakan tugas
dengan ikhlas dan sepenuh hati, hadir sebagai sumber
inspirasi bagi masyarakat sehingga dapat memotivasi
tumbuhnya tekad dan semangat untuk membangun daerahnya
dengan sadar, ikhlas dan bersungguh-sungguh, serta tumbuhnya
kesadaran dalam mematuhi ketentuan dan hukum yang berlaku
di lingkungannya, kenal dan faham adat istiadat dan
budaya daerah setempat, mengutamakan skala prioritas
yang tetap berorientasi pada keberhasilan pencapaian
sasaran, paham secara filosofis, TNI Manunggal Membangun
Desa adalah memberi pancing, bukan ikan dan melaksanakan
evaluasi secara berlanjut," kata Kasad.
|