|
SETELAH
TERHENTI SELAMA 14 TAHUN
PORAD KEMBALI DIGELAR
Pekan
Olah Raga Angkatan Darat pertama kali diselenggarakan
pada Tahun 1989 di Kodam IV/Diponegoro, dan secara periodik
dilangsungkan 2 tahun sekali pada tempat yang berbeda.
Terakhir kali, Porad dilaksanakan pada tahun 1993 di
Kodam V/Brawijaya sebagai Porad Ke-3, sedangkan Porad
Ke-2 diselenggarakan di Kodam-III/Siliwangi pada tahun
1990.
Pekan
Olahraga Angkatan Darat sudah 14 tahun ter-henti karena
berkonsentrasi kepada tugas-tugas operasi di daerah
rawan konflik dan rawan separatis, kembali dilaksanakan.
Kegiatan ini merupakan realisasi terhadap kebijaksanaan
pembinaan olahraga di lingkungan Angkatan Darat dalam
rangka memelihara kesegaran jasmani para prajurit dan
warga Angkatan Darat. Kesegaran jasmani bagi setiap
prajurit Angkatan Darat adalah mutlak diperlukan, baik
perorangan maupun dalam hubungan satuan, karena kesiapan
dan kesegaran jasmani atau kesamaptaan jasmani merupakan
prasyarat untuk dapat menunjang pelaksanaan tugas pokoknya
secara optimal. Hal tersebut disampaikan Kasad Jenderal
TNI Djoko Santoso pada Upacara Pembukaan Pekan Olahraga
Ang-katan Darat (PORAD) ke-4, Senin (12/6) di Madivif-1/Kostrad
Cilodong, Jakarta.
Lebih
lanjut Kasad mengatakan, dengan digelarnya kembali Porad,
merupakan jawaban atas kebutuhan kesinambungan upaya
pembinaan prestasi olahraga di lingkungan Angkatan Darat,
yang diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet terbaik
Angkatan Darat yang siap membela Merah Putih di forum
regional maupun internasional. Dengan diselenggarakannya
Porad tersebut prestasi-prestasi atlet tidak hanya terbatas
pada tingkat Angkatan Darat dan TNI, tetapi lebih dari
pada itu agar atlet-atlet Angkatan Darat mampu berbicara
di tingkat nasional, regional dan internasional. "Keberhasilan
pembinaan olahraga sangat ditentukan oleh potensi atlet,
kemampuan pelatih dan ketekunan pembina," kata
Kasad.
Menurut
Kasad, keberhasilan pembinaan olahraga bermuara kepada
diraihnya prestasi, dana, sarana dan prasarana pendukung,
waktu berlatih, semangat dan disiplin para atlet dalam
menjalankan program-program latihannya. Hal lain yang
tidak kalah pentingnya harus dilakukan untuk meraih
keberhasilan pembinaan olahraga, khususnya olahraga
prestasi, adalah intensitas atlet dalam melakukan pertandingan,
karena dengan banyak bertanding dan banyak berkompetisi
akan dapat mematangkan dan mengasah berbagai potensi
dan kemampuan yang dimilikinya. "Pertarungan dan
pertandingan harus berlangsung dengan segenap daya dan
karsa, serta keinginan dan kemauan untuk menang harus
berkobar menyala-nyala di dalam dada setiap atlet. Namun,
pertarungan dan pertandingan yang dilakukan itu hendaknya
tidak meninggalkan semangat untuk meningkatkan persahabatan,
persaudaraan, persatuan dan kesatuan antara sesama atlet,
sesama warga Angkatan Darat khususnya, dan sesama bangsa
Indonesia pada umumnya," tegas Kasad.
"Tampillah
sebagai kontingen yang simpatik dan sportif, hadirlah
sebagai kontingen yang senantiasa memperoleh pengakuan
yang tulus berkat perjuangan yang gigih dalam meraih
kemenangan yang mengharumkan. Tunjukkan bahwa kalian
adalah produk-produk dari pembinaan olahraga yang berhasil
dilakukan, atlet-atlet yang memiliki keunggulan dalam
cabang olahraga yang kalian geluti, atlet-atlet yang
memiliki disiplin, semangat, kejujuran dan jiwa korsa,
serta semangat persatuan dan kesatuan yang tinggi,"
kata Kasad mengakhiri sambutannya. Kegiatan Porad kali
ini yang bertindak sebagai tuan rumah adalah Kostad
dan seluruh kontingen akan berlombang memperebutkan
piala bergilir Kasad tahun 2006 dari beberapa cabang
olahraga yang dipertandingkan. Pada Porad ke-IV keluar
sebagai juara pertama adalah Kostrad diikuti Kodam VII
Wirabuana dan Kopassus.
|