Edisi Juni No. 27 Tahun 2006    


SETELAH TERHENTI SELAMA 14 TAHUN
PORAD KEMBALI DIGELAR

Pekan Olah Raga Angkatan Darat pertama kali diselenggarakan pada Tahun 1989 di Kodam IV/Diponegoro, dan secara periodik dilangsungkan 2 tahun sekali pada tempat yang berbeda. Terakhir kali, Porad dilaksanakan pada tahun 1993 di Kodam V/Brawijaya sebagai Porad Ke-3, sedangkan Porad Ke-2 diselenggarakan di Kodam-III/Siliwangi pada tahun 1990.

Pekan Olahraga Angkatan Darat sudah 14 tahun ter-henti karena berkonsentrasi kepada tugas-tugas operasi di daerah rawan konflik dan rawan separatis, kembali dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan realisasi terhadap kebijaksanaan pembinaan olahraga di lingkungan Angkatan Darat dalam rangka memelihara kesegaran jasmani para prajurit dan warga Angkatan Darat. Kesegaran jasmani bagi setiap prajurit Angkatan Darat adalah mutlak diperlukan, baik perorangan maupun dalam hubungan satuan, karena kesiapan dan kesegaran jasmani atau kesamaptaan jasmani merupakan prasyarat untuk dapat menunjang pelaksanaan tugas pokoknya secara optimal. Hal tersebut disampaikan Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso pada Upacara Pembukaan Pekan Olahraga Ang-katan Darat (PORAD) ke-4, Senin (12/6) di Madivif-1/Kostrad Cilodong, Jakarta.

Lebih lanjut Kasad mengatakan, dengan digelarnya kembali Porad, merupakan jawaban atas kebutuhan kesinambungan upaya pembinaan prestasi olahraga di lingkungan Angkatan Darat, yang diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet terbaik Angkatan Darat yang siap membela Merah Putih di forum regional maupun internasional. Dengan diselenggarakannya Porad tersebut prestasi-prestasi atlet tidak hanya terbatas pada tingkat Angkatan Darat dan TNI, tetapi lebih dari pada itu agar atlet-atlet Angkatan Darat mampu berbicara di tingkat nasional, regional dan internasional. "Keberhasilan pembinaan olahraga sangat ditentukan oleh potensi atlet, kemampuan pelatih dan ketekunan pembina," kata Kasad.

Menurut Kasad, keberhasilan pembinaan olahraga bermuara kepada diraihnya prestasi, dana, sarana dan prasarana pendukung, waktu berlatih, semangat dan disiplin para atlet dalam menjalankan program-program latihannya. Hal lain yang tidak kalah pentingnya harus dilakukan untuk meraih keberhasilan pembinaan olahraga, khususnya olahraga prestasi, adalah intensitas atlet dalam melakukan pertandingan, karena dengan banyak bertanding dan banyak berkompetisi akan dapat mematangkan dan mengasah berbagai potensi dan kemampuan yang dimilikinya. "Pertarungan dan pertandingan harus berlangsung dengan segenap daya dan karsa, serta keinginan dan kemauan untuk menang harus berkobar menyala-nyala di dalam dada setiap atlet. Namun, pertarungan dan pertandingan yang dilakukan itu hendaknya tidak meninggalkan semangat untuk meningkatkan persahabatan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan antara sesama atlet, sesama warga Angkatan Darat khususnya, dan sesama bangsa Indonesia pada umumnya," tegas Kasad.

"Tampillah sebagai kontingen yang simpatik dan sportif, hadirlah sebagai kontingen yang senantiasa memperoleh pengakuan yang tulus berkat perjuangan yang gigih dalam meraih kemenangan yang mengharumkan. Tunjukkan bahwa kalian adalah produk-produk dari pembinaan olahraga yang berhasil dilakukan, atlet-atlet yang memiliki keunggulan dalam cabang olahraga yang kalian geluti, atlet-atlet yang memiliki disiplin, semangat, kejujuran dan jiwa korsa, serta semangat persatuan dan kesatuan yang tinggi," kata Kasad mengakhiri sambutannya. Kegiatan Porad kali ini yang bertindak sebagai tuan rumah adalah Kostad dan seluruh kontingen akan berlombang memperebutkan piala bergilir Kasad tahun 2006 dari beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan. Pada Porad ke-IV keluar sebagai juara pertama adalah Kostrad diikuti Kodam VII Wirabuana dan Kopassus.




 

 



 
     
     
     

 

Copyright ©2003 Dispenad, Jakarta-Indonesia. All rights reserved.
Webmaster: Dispenad.

Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat