Edisi Oktober 2003    

HASIL RAPAT KOMANDO TNI AD 2003
SEPULUH BATALYON RAIDER SEGERA DIBENTUK

Pelaksanaan Rapat Pimpinan TNI Angkatan Darat berlangsung tiga hari dari tanggal 26-28 Maret 2003 di Lhoukseumawe, Aceh yang langsung dipimpin Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menghasilkan pokok-pokok kebijaksanaan pembangunan TNI-AD tahun 2003 terutama dalam bidang operasi dengan program membentuk prajurit berkualitas Raiders pada 8 (batalyon) Batalyon Infanteri Pemukul Mobil Kodam dan 2 (dua) Batalyon Infanteri Kostrad.

Tentang Pokok Kebijaksan dari pembangunan TNI-AD tahun 2003, Kasad menekankan tentang perhatian terhadap rumusan tugas-tugas TNI-AD tahun 2003 yang masih bergerak di seputar upaya mewujudkan stabilitas keamanan nasional, terutama dalam menghadapi para pemberontak di Aceh dan Papua serta mulai menghangatnya suhu politik menjelang Pemilu 2004 yang akan datang, disampaikan pokok-pokok kebijaksanaan pembinaan dan pembangunan TNI-AD tahun 2003 berdasarkan kepada kebijakan umum, kebijakan penggunaan kekuatan dan kebijakan pembinaan kekuatan Panglima TNI melalui pendekatan fungsi sebagai berikut :

Di bidang pengamanan, Kasad mengatakan tentang pembinaan dan pembangunan diarahkan untuk melanjutkan penataan Satuan Intelijen di tingkat Kodam dan Korem serta membentuk Satuan Intelijen di tingkat Kodim yang dilengkapi dengan kemampuan deteksi dini, cegah dan tangkal. Penataan dan pembentukan satuan–satuan intelejen tersebut diproyeksikan untuk mampu membentuk jaring intelejen di setiap wilayah. Menggalakan kegiatan pengamanan tubuh dengan menekan sekecil mungkin pelanggaran, termasuk mencegah terjadinya kehilangan senjata api, munisi dan bahan peledak melalui penerapan protap-protap satuan secara konsisten dan menindak tegas para pelanggar. Selain itu , satuan intelijen dan satuan penerangan harus mampu melaksanakan penggalangan untuk mengantisipasi potensi gangguan dan ancaman seperti pemberitaan–pemberitaan yang tidak bertanggung jawab di media massa yang dapat merongrong kewibawaan TNI dan TNI Angkatan Darat, katanya.
Di bidang operasi, Kasad menekankan, bahwa Prioritas program pembinaan dan pembangunan TNI Angkatan Darat di bidang operasi adalah melanjutkan validasi organisasi, penataan satuan dan pembentukan satuan. Validasi organisasi ditujukan untuk efisiensi dan efektifitas, penataan dan pembentukan satuan lebih di tujukan untuk penyiapan satuan operasional dengan prioritas satuan-satuan di daerah rawan konflik, di daerah perbatasan dan satuan yang ditugasopersikan. Membentuk prajurit berkualitas Raider pada 8 Batalyon Infanteri Pemukul Mobil Kodam dan 2 Batalyon Infanteri Kostrad serta latihan pemantapan bagi 3 Batalyon Infanteri Kodam Iskandar Muda. Melanjutkan pembentukan Markas Korem–151 dan Korem–152, Kodam XVI/Patimura serta merestruktur kekuatan personel Batalyon Infanteri Kodam XVII/Trikora dan Kodam Iskandar Muda menjadi 1000 orang, tegasnya menambahkan.

Di Bidang Personel, Kasad mengatakan tentang upaya pembinaan personel tetap diarahkan untuk mewujudkan sosok prajurit TNI Angkatan darat yang profesional melalui penataan kekuatan dan komposisi personel yang serasi dan proporsional antara satuan operasional dan satuan pendukung. Menempatkan pendidikan sebagai salah satu pilar pembentuk prajurit yang profesional dengan meningkatkan honor mengajar rata-rata 25% dan meningkatkan uang lauk pauk pendidikan sebesar 15%. Melanjutkan upaya meningkatkan kesejahteraan prajurit dangan memberi santunan kepada prajurit yang gugur, tewas, meninggal dunia dan cacat dalam tugas operasi seperti tahun lalu, lanjut Kasad.

Di Bidang Logistik, Kasad menekankan tentang pembinaan dan pembangunan di bidang logistik, di tujukan untuk memelihara dan merawat alat utama dan alat utama Sistem Senjata, seperti Helikopter, kendaraan tempur dan bermotor, senjata, alat optik dan komunikasi serta munisi agar dalam kondisi siap operasional dan memperpanjang usia pakai. Melanjutkan pemeliharaan dan pembangunan fasilitas pengkalan berdasarkan skala prioritas secara selektif khususnya gudang munisi, gudang senjata dan perumahan prajurit dalam rangka mendukung kemampuan satuan agar selalu siap dalam melaksanakan tugas. Di samping itu tetap melanjutkan pemenuhan kebutuhan prajurit berupa perlengkapan pokok perorangan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan prajurit, tegasnya lagi.
Di Bidang Teritorial, Kasad mengatakan, bahwa Pembinaan dan pembangunan di bidang teritorial, ditujukan untuk memberi pemahaman secara luas bahwa pembinaan teritorial itu adalah fungsi TNI Angkatan Darat. Terus melanjutkan dan meningkatkan kegiatan Pembinaan Teritorial Terbatas dalam rangka penguasaan wilayah sekitar radius 1 km sebagai upaya sederhana kongkrit untuk membangun kemanunggalan TNI-Rakyat. Serta di Bidang Pengawasan dan Pemeriksaan, Kasad mengatakan, bahwa kegiatan pengawasan dan pemeriksaan dilaksanakan guna menekan terjadinya penyimpangan dan kebocoran anggaran program dan kegiatan.

Selanjutnya pada penutupan Rapat Komando, Kasad Jenderal TNI Ryamizadr Ryacudu mengatakan, Satuan-satuan TNI Angkatan Darat harus disiapkan dengan konsep pembinaan yang jelas sehingga memiliki tingkat kesiapan yang tinggi untuk menghadapi berbagai tugas yang dipercayakan kepada kita. Tekad, komitmen dan kepedulian kita sudah bulat untuk bekerja lebih keras, lebih berdisiplin, lebih bergairah dan lebih bertanggungjawab guna terwujudnya TNI Angkatan Darat sebagai kekuatan militer modern yang solid, profesional, tangguh dan berwawasan kebangsaan serta selalu dicintai rakyat, tegasnya.

Namun, dihadapkan pada kenyataan terbatasnya dukungan anggaran yang diterima maka penjabaran kebijaksanaan yang dituangkan pada perencanaan dan program kegiatan harus dilandasi pemikiran yang realistik dan rasional dengan memperhatikan skala prioritas sehingga pencapaian sasaran selaras dengan tercapainya efesiensi dan efektifitas penggunaan anggaran tersebut.

Pengawasan dan Pengendalian yang ketat
Menurut Pucuk Pimpinan TNI Angkatan Darat ini, perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian yang ketat, konsisten dan tegas terhadap pelaksanaan setiap kegiatan dan program kerja tersebut, sehingga anggaran rutin yang hanya didukung 37% dari kebutuhan dan anggaran pembangunan yang baru dialokasikan 54% dari kebutuhan, dapat betul-betul dimanfaatkan untuk pembinaan dan pembangunan TNI Angkatan Darat.

Pimpinan TNI Angkatan Darat tersebut menangkap beberapa hal penting yang patut menjadi perhatian semua pimpinan dan harus ditindaklanjuti, khususnya dalam mempersiapkan para prajurit di basis :

Pertama, masalah disiplin, baik disiplin tempur maupun disiplin perorangan yang masih rendah. Menurut laporan Pangdam Iskandar Muda selaku Pangkoops TNI, hampir 75% kerugian tempur di pihak kita karena rendahnya disiplin prajurit.

Kedua, masalah penguasaan taktik dan teknik dasar pertempuran yang masih rendah.

Ketiga, masalah sikap teritorial yang belum mampu ditampilkan dengan benar.

Keempat, masalah rendahnya pemahaman pada sebagian prajurit tentang hakikat keberadaan mereka di Aceh.

Pada akhir amanatnya, Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menekankan, bahwa TNI Angkatan Darat sebagai prajurit bhayangkari negara, pengabdian TNI Angkatan Darat hanya ditujukan kepada masyarakat, bangsa dan negara, akan terus tampil dengan sikap menanggung segala resiko yang dihadapinya, selalu konsisten terhadap komitmennya kepada bangsa dan negara, dengan wujud selalu berpikir, bersikap, bertindak dan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara, membangun terus profesionalisme keprajuritan melalui budaya belajar dan berlatih secara tekun, bersungguh-sungguh, teratur dan berlanjut, bersikap peduli terhadap lingkungan tugas, serta kemanunggalan TNI-Rakyat merupakan sinergi kekuatan yang ampuh dalam menghadapi setiap masalah bangsa.
Rapat Komando TNI Angkatan Darat ini juga dihadiri Wakasad Letjen TNI Soemarsono, Pangkostrad Letjen TNI Bibit Waluyo, Danjen Kopassus Mayjen TNI Suyanto dan Danpuspom Mayjen TNI Sulaiman AB.(Red)




 
     
     
     

 

Copyright ©2003 Dispenad, Jakarta-Indonesia. All rights reserved.
Webmaster: Dispenad.

Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat