Edisi Oktober 2003    

Kunjungan ke PT. Pindad Bandung Bagian I)
PINDAD MENDONGKRAK GENGSI BANGSA DI MATA DUNIA

Pengantar Redaksi :
Redaksi Tabloid Palagan di penghujung Pebruari 2003 mendapat undangan kehormatan untuk menengok PT. Pindad Bandung sebagai satu-satunya industri yang mendapat legalitas pemerintah untuk memproduksi senjata di negeri ini. Berikut ini laporan dari hasil liputan dan wawancara dengan Dirut PT. Pindad DR. Ir. Budi Santoso serta hasil kunjungan ke Divisi Senjata sebagai salah satu produk didalamnya, yang kami turunkan dalam 2 (dua) bagian tulisan. Untuk bagian pertama kami tampilkan produk senjata dan munisi.
Sekilas tak nampak suasana suatu kawasan industri, pasalnya pusat industri strategis ini sangat nyaman dan akrab lingkungan, dengan tebaran pohon tinggi menjulang dan sangat rimbun laksana hutan yang memberi kesejukan dan ketenangan pada setiap makhluk yang ada di sekitarnya. Ditambah lagi kicau merdu burung-burung bernyanyi yang tak terhitung jumlahnya karena sudah sedemikian banyak, serta lebih dari 32 spesies burung yang lebih memilih hidup dalam damai “bak surga” di kawasan ini.
Tak heran kawasan industri yang memiliki luas lebih dari 66 hektar dengan 2/3 nya merupakan “hutan kota” adalah suatu wilayah yang benar-benar dapat menghasilkan/menumbuhkan inspirasi untuk menghasilkan suatu produk tak terkecuali “senjata”.
Hal itu nampak pada produksi senjata baik dari segi desain, kualitas maupun akurasi yang dihasilkan karyawan yang ada di Divisi Senjata PT. Pindad ini.
Untuk itu, Direktur Utama PT. Pindad DR. Ir. Budi Santoso yang mengambil gelar Doktornya di Belgia ini merasa tertantang dengan adanya embargo militer dari Amerika Serikat (AS) termasuk senjata untuk dapat menciptakan suatu kreasi baru terhadap produk senjata yang dihasilkannya.
Karena katanya ketika menjawab pertanyaan Palagan tentang misi dari perusahaan yang dikomandaninya, adalah bahwa misi yang diemban PT. Pindad dalam memproduksi peralatan tempur militer termasuk senjata, semata ditujukan agar bangsa dan negara ini mandiri dalam pertahanan dan keamanan negara, tanpa bergantung pada negara lain, sehingga akan semakin memantapkan kepercayaan diri serta dapat mendongkrak gengsi bangsa di mata dunia.
Riwayat Singkat Pindad
Tentang latar belakang PT. Pindad, Dirut. yang mantan aktivis mahasiswa jebolan ITB Bandung ini menuturkan bahwa PT. Pindad adalah Perusahaan Industri Manufactur Indonesia yang bergerak dalam bidang Produk Militer dan Produk Komersial. Kegiatan PT. Pindad mencakup desain dan pengembangan, rekayasa, assembeling dan fabrikasi serta perawatan.
Berdiri pada tahun 1808 sebagai bengkel peralatan militer di Surabaya dengan nama Artilleri Constructie Winkel (ACW), bengkel ini berkembang menjadi sebuah pabrik dan sesudah mengalami perubahan nama pengelola kemudian pindah lokasinya ke Bandung pada tahun 1923. Pemerintah Belanda pada tahun 1950 menyerahkan pabrik tersebut kepada Pemerintah Indonesia, kemudian pabrik tersebut diberi nama Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM) yang berlokasi di PT. Pindad sekarang ini. Sejak saat itu Pindad berubah menjadi sebuah industri alat peralatan militer yang dikelola oleh Angkatan Darat. Pindad berubah status menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT. Pindad (Persero) pada tanggal 29 April 1983, kemudian pada tahun 1989 perusahaan ini berada dibawah pembinaan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) yang kemudian pada tahun 1998 berubah menjadi PT. Pakarya Industri (Persero) dan berubah lagi namanya menjadi PT. Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero).Tahun 1999 PT. Pindad menjadi anak perusahaan PT. Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero), dan pada tahun 2002 PT. BPIS dilikuidir dan sejak saat itu PT. Pindad beralih status menjadi PT. Pindad (Persero) yang pengelolaannya langsung berada dibawah koordinasi Meneg BUMN, dan tentang nama Pindad bukan lagi sebagai singkatan tapi hanya tinggal sebagai sebuah nama perusahaan.
Dibagian lain Dirut yang mengawali kariernya di Pindad tahun 1989 sebagai staf ahli Direktur produksi PT. Pindad ini mengatakan bahwa untuk meningkatkan daya saing PT. Pindad maka dikembangkanlah desain organisasi yang fleksibel dan desantralistis sehingga memungkinkan divisi-divisi dapat lebih gesit dalam menjalankan usahanya. Karena itulah maka SDM yang ada di PT. Pindad adalah para tenaga profesional yang memiliki kompetensi khusus dibidang teknologi persenjataan, teknologi metalurgi, teknologi mesin, dan lain-lain. Dalam hal kemampuan mereka ditempa oleh pengalaman dan pelatihan khusus. Sementara untuk pengembangan SDM nya menurut Dirut yang berpenampilan sederhana dan simpatik ini adalah mengacu kepada manajemen SDM berbasis kompetensi yang mengintegrasikan semua kebijakan dibidang karier, pelatihan, rekruitmen, penilaian terhadap prestasi kerja dan lain sebagainya.
Bidang Usaha
Ketika menjawab pertanyaan Palagan seputar bidang usaha PT. Pindad yang dikelolanya, Dirut yang juga anak kandung dari Mayjen TNI Kartidjo ini menjelaskan tentang kegiatan yang meliputi pembuatan berbagai macam Produk Militer dan Produk Komersial merupakan inti kegiatan perusahaan ini. Pabrik dan perkantoran yang berada di Bandung dan di Turen Malang serta kantor pemasaran di Jakarta, menunjang keberhasilan bisnis kedua kelompok produk di kegiatan usaha produk komersial dijalankan oleh empat Divisi di Bandung, yaitu : Divisi Mekanik yang memproduksi peralatan kapal dan air brake serta mesin industri, Divisi Elektrik yang memproduksi motor listrik dan peralatan pembangkit, Divisi Tempa dan Cor yang memproduksi komponen tempa dan cor serta Divisi Rekayasa Industri & Jasa yang memproduksi peralatan pabrik dan jasa pembangunan pabrik serta jasa pengujian kalibrasi.
Divisi Senjata yang bergerak dalam kegiatan pembuatan produk militer berupa berbagai jenis senjata laras panjang & pendek juga berlokasi di Bandung. Satu Divisi di Turen Malang memproduksi produk militer berupa berbagai jenis munisi dan bahan peledak serta bahan peledak untuk kepentingan komersial antara lain pertambangan.
Sementara itu menyinggung tentang jaminan mutu atau kualitas dari produk yang dihasilkan, Dirut yang mengaku tidak tahu tentang persenjataan pada awal bergabung dengan P.T Pindad ini menguraikan kualitas produk maupun jasa yang memenuhi harapan pelanggan akan berpengaruh terhadap suksesnya bisnis perusahaan. Untuk itu tuturnya, dalam menjaga komitmen perusahaan terhadap mutu produk, maka motto “ tidak ada kompromi untuk kualitas “ mendasari pola pikir dan tindak seluruh jajaran operasional perusahaan. Konsistensi komitmen manajemen tersebut selalu dipelihara dengan melakukan peningkatan dan penyesuaian sistem manajemen mutu secara berkesinambungan. Dengan demikian diharapkan produk-produk PT. Pindad dapat memenuhi kepuasan pelanggan dan dapat membangun kesetiaan pelanggan terhadap produk-produk PT. Pindad.
Kemudian dalam hal pengembangan bisnis dari perusahaan yang dipimpinnya DR .Ir. Budi Santoso bapak dari dua orang putra ini memaparkan disamping tujuan untuk memperoleh bisnis baru yang menguntungkan dan kompetitif, pengembangan bisnis pada dasarnya adalah usaha untuk menyempurnakan dan atau memperbaiki bisnis yang ada dengan menggunakan metoda dan teknologi mutakhir, sehingga mendapatkan bisnis yang kompetitif dengan biaya dan kualitas yang sesuai dengan persyaratan pasar.
Mengikuti tuntutan alamiahnya guna dapat bertahan dan terus berkembang di dalam kondisi ekonomi yang belum stabil, Budi Santoso yang akrab dengan karyawannya ini mengaku telah melakukan upaya reorientasi dan pengembangan usaha agar perusahaan yang dipimpinnya lebih dapat menanggapi dengan baik perubahan dari lingkungan eksternalnya.
Melanjutkan upaya pada tahun-tahun sebelumnya, mulai tahun 2001 telah diinisiasi usaha-usaha bisnis baru yang ditunjang oleh kompetensi yang sudah dimiliki. Diharapkan usaha-usaha bisnis baru ini akan memberikan kontribusi cukup besar pada perusahaan di tahun yang akan datang, kata penyandang gelar Doktor dan Insinyur ini dengan penuh optimis.
Direktorat Produk Militer
Walau pada awalnya Dirut yang menggantikan posisi BJ. Habibie sejak 1998 memegang tampuk pimpinan di PT. Pindad ini mengaku tidak tahu sama sekali perihal persenjataan, namun kini justru sangat asyik jika berbicara tentang produk senjata yang dibuatnya. Tentang Direktorat produk militer putra bangsa kelahiran Jember Jawa Timur 48 tahun silam. Menguraikan, bahwa Direktorat ini terdiri dari dua Divisi, Divisi Munisi berlokasi di Turen Malang Jawa Timur yang menempati areal seluas 160 hektar dengan Kepala Divisi Sudjatmiko Nasir dan Divisi Senjata berlokasi di Pindad Bandung dengan areal seluas 6 hektar dengan Kepala Divisi R. Soetarto, memiliki 1546 karyawan yang terdiri dari 1072 tenaga langsung dan 474 tenaga tidak langsung.
Ikhwal tuntutan atas kualitas produk yang dihasilkan menurutnya adalah merupakan suatu hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi seperti produk senjata dan munisi ini. Karenanya penerapan standar internasional merupakan suatu komitmen suatu perusahaan untuk menjawab tuntutan customer. Baik Divisi Munisi maupun Senjata telah memiliki sistem ISO 9001. Untuk itu Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset yang berharga dan mitra kerja yang strategis bagi perusahaan. Pengembangan SDM dilakukan melalui berbagai bentuk pendidikan dan pelatihan tentang balistik, munisi dan senjata, baik dilakukan secara internal maupun di lembaga pendidikan yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri dengan tujuan mendapatkan kualifikasi SDM yang profesional sehingga dapat menunjang gerak laju pertumbuhan perusahaan. SDM Direktorat produk militer rata-rata telah memiliki kemampuan khusus dalam bidang produk desentralistik, sistem penyimpanan, pemeliharaan senjata dan sebagainya.
Divisi Senjata
Seperti disebutkan di atas bahwa Divisi Senjata Pindad beroperasi di Bandung. Divisi ini memiliki fasilitas-fasilitas berteknologi dan berkemampuan tinggi. Fasilitas-fasilitas tersebut memungkinkan divisi ini untuk melaksanakan keseluruhan kegiatannya mulai dari desain, manufaktur, pengembangan, dan pengujian, serta kegiatan-kegiatan dukungan pelayanan pelanggan untuk setiap produknya.
Divisi ini merupakan industri senjata terkemuka dalam bidang desain dan manufaktur untuk senjata-senjata berkemampuan tinggi, seperti senapan dan pistol. Sistem kualitas Pindad memenuhi standar internasional ISO 9001 yang merupakan jaminan bagi kepuasan pelanggan dan peningkatan yang berkesinambungan terhadap proses tersebut.
Kegiatan desain dilakukan dengan dukungan alat-alat bantu modern. Fasilitas-fasilitas Computer Aided Design (CAD), analisis dan simulasi menggunakan komputer, dan fasilitas-fasilitas laboratorium merupakan bagian terpadu dari proses perancangan. Penelitian dan pengembangan dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan ketangguhan dan kehandalan produk-produk Pindad.
Sumber daya manusia yang berpengalaman dan trampil dibidangnya dapat diandalkan untuk memenuhi standar manufaktur yang dibutuhkan. Investasi yang besar dalam mesin perkakas mutakhir menjamin efisiensi pencapaian standar manufaktur. Computer Aided Scheduling & Production Control Syatem memungkinkan dicapainya ketepatan tanggal pengiriman. Produksi senjata ditunjang dengan fasilitas Surface & Heat Treatment yang modern dan Toolshop yang lengkap.
Fungsi jaminan kualitas (Quality Assurance) secara terus menerus memantau, menilai dan mengendalikan kualitas sejak dari bahan baku, proses, sampai dengan produk akhir, termasuk seluruh sistem yang terkait, sehingga tingkat kepercayaannya dapat dijamin.
Lebih lanjut Budi Santoso yang sebelumnya bergabung dengan Pindad pernah menjabat di dua Deputy dan Kadiv. Manufacturing Development & Maintenance Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) Bandung ini pun semakin asyik menjelaskan produk senjata yang dihasilkan perusahaannya. Dengan runtut dan jelas pria berpenampilan kalem yang aktif dalam organisasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII) merinci produk buatan Pindad, yakni senjata jenis Senapan Serbu SS 1, Pistol, Revolver, senjata Jagawana, Alpa PHH, Pesawat Mortir, senapan Polisi, senapan Sniper, senapan Pelontar Granat, senjata Lapas.
Untuk jenis senapan otomatis SS 1 dengan sistem kerja “gas operated”, dengan popor lipat dan memenuhi standar NATO yaitu kelipatan tinggi, daya tahan tinggi, handal serta cocok untuk operasi militer. Senapan otomatis SS 1 tersedia dalam beberapa varisi : SS 1-V 1, SS 1-V 2, SS 1-V 3 dan SS 1-V 5 dengan kaliber 5,56x45 mm.
Kemudian untuk jenis pistol atau senjata genggam PT. Pindad telah memproduksi dan mengembangkan berbagai jenis senjata genggam yang kuat dan handal dengan performa tinggi yaitu versi P 1 action cal. 9x19 mm dan versi P 2 double action cal. 9x19 mm.
Dalam hal jenis revolver ini sesuai untuk aparat penegak hukum yang memerlukan kehandalan, ketepatan dan kekuatan. Jenis ini ada dua yakni R 1-V 1 Long Barrel Revolver cal. 38 special, dan R 1-V 2 Short Barrel Revolver cal. 38 special serta R 6-1 gas revolver (type A) yakni revolver gas yang terbuat dari logam ringan hanya menggunakan peluru gas dan R-1 gas revolver (type C) cal. 9,2 mm revolver gas yang ideal bila ukuran yang kecil dan ringan yang dibutuhkan.
Selanjutnya untuk jenis senjata Forest Guard Gun Pm 1-A1 (Jagawana) Caliber 9x21 mm yaitu Senjata khusus untuk Polisi Hutan, dibuat berdasarkan senjata PM1 yang disesuaikan dengan kebutuhan aparat penegak hukum di lingkungan kehutanan.
Kemudian senjata SPR-1 Sniper Rifle, senapan kaliber 7,62 mm ini didesain khusus bagi penembak runduk, dilengkapi dengan Bipod dan teleskop untuk penembakan yang lebih akurat.
Selanjutnya Budi Santoso yang meraih gelar Doktor dengan spesialisasi Robotika di Universitas Leuven Belgia tahun 1987 ini mengatakan, produk senjata Pindad memiliki pelanggan seperti TNI, Polri, Departemen Kehutanan, Departemen Kehakiman Perundang-Undangan dan HAM, Kejaksaan serta Puskop Dephan. Selain itu fasilitas yang dimiliki Divisi Senjata Pindad menurutnya adalah mesin produksi senjata, lapangan tembak untuk test, fasilitas Surface & Heat Treatment, dan fasilitas pengelolaan limbah.
Divisi Munisi
Sedangkan produk munisi yang dihasilkan oleh Divisi Munisi Pindad di Turen Malang Jawa Timur menurutnya meliputi, munisi kaliber kecil, munisi kaliber besar, munisi khusus, bom latih, bom tajam, bahan peledak komersial, granat tangan serta kembang api. Pada Divisi Amunisi fasilitas yang dimilikinya adalah lini produksi munisi kaliber kecil (manual & integrated), pyroteknik, filling plant dan lapangan uji tembak.
Untuk produk munisi ini PT. Pindad memiliki pelanggan seperti ; TNI, Polri,Perbakin, Angkatan Bersenjata beberapa negara, serta usaha pertambangan.(Bersambung pada Bagian II edisi mendatang) - Priyo PR.


 
     
     
     

 

Copyright ©2003 Dispenad, Jakarta-Indonesia. All rights reserved.
Webmaster: Dispenad.

Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat