|
Kunjungan
ke PT. Pindad Bandung Bagian I)
PINDAD MENDONGKRAK GENGSI BANGSA DI MATA DUNIA
Pengantar
Redaksi :
Redaksi Tabloid Palagan di penghujung Pebruari 2003
mendapat undangan kehormatan untuk menengok PT. Pindad
Bandung sebagai satu-satunya industri yang mendapat
legalitas pemerintah untuk memproduksi senjata di negeri
ini. Berikut ini laporan dari hasil liputan dan wawancara
dengan Dirut PT. Pindad DR. Ir. Budi Santoso serta hasil
kunjungan ke Divisi Senjata sebagai salah satu produk
didalamnya, yang kami turunkan dalam 2 (dua) bagian
tulisan. Untuk bagian pertama kami tampilkan produk
senjata dan munisi.
Sekilas
tak nampak suasana suatu kawasan industri, pasalnya
pusat industri strategis ini sangat nyaman dan akrab
lingkungan, dengan tebaran pohon tinggi menjulang dan
sangat rimbun laksana hutan yang memberi kesejukan dan
ketenangan pada setiap makhluk yang ada di sekitarnya.
Ditambah lagi kicau merdu burung-burung bernyanyi yang
tak terhitung jumlahnya karena sudah sedemikian banyak,
serta lebih dari 32 spesies burung yang lebih memilih
hidup dalam damai bak surga di kawasan ini.
Tak
heran kawasan industri yang memiliki luas lebih dari
66 hektar dengan 2/3 nya merupakan hutan kota
adalah suatu wilayah yang benar-benar dapat menghasilkan/menumbuhkan
inspirasi untuk menghasilkan suatu produk tak terkecuali
senjata.
Hal
itu nampak pada produksi senjata baik dari segi desain,
kualitas maupun akurasi yang dihasilkan karyawan yang
ada di Divisi Senjata PT. Pindad ini.
Untuk itu, Direktur Utama PT. Pindad DR. Ir. Budi Santoso
yang mengambil gelar Doktornya di Belgia ini merasa
tertantang dengan adanya embargo militer dari Amerika
Serikat (AS) termasuk senjata untuk dapat menciptakan
suatu kreasi baru terhadap produk senjata yang dihasilkannya.
Karena
katanya ketika menjawab pertanyaan Palagan tentang misi
dari perusahaan yang dikomandaninya, adalah bahwa misi
yang diemban PT. Pindad dalam memproduksi peralatan
tempur militer termasuk senjata, semata ditujukan agar
bangsa dan negara ini mandiri dalam pertahanan dan keamanan
negara, tanpa bergantung pada negara lain, sehingga
akan semakin memantapkan kepercayaan diri serta dapat
mendongkrak gengsi bangsa di mata dunia.
Riwayat
Singkat Pindad
Tentang
latar belakang PT. Pindad, Dirut. yang mantan aktivis
mahasiswa jebolan ITB Bandung ini menuturkan bahwa PT.
Pindad adalah Perusahaan Industri Manufactur Indonesia
yang bergerak dalam bidang Produk Militer dan Produk
Komersial. Kegiatan PT. Pindad mencakup desain dan pengembangan,
rekayasa, assembeling dan fabrikasi serta perawatan.
Berdiri
pada tahun 1808 sebagai bengkel peralatan militer di
Surabaya dengan nama Artilleri Constructie Winkel (ACW),
bengkel ini berkembang menjadi sebuah pabrik dan sesudah
mengalami perubahan nama pengelola kemudian pindah lokasinya
ke Bandung pada tahun 1923. Pemerintah Belanda pada
tahun 1950 menyerahkan pabrik tersebut kepada Pemerintah
Indonesia, kemudian pabrik tersebut diberi nama Pabrik
Senjata dan Mesiu (PSM) yang berlokasi di PT. Pindad
sekarang ini. Sejak saat itu Pindad berubah menjadi
sebuah industri alat peralatan militer yang dikelola
oleh Angkatan Darat. Pindad berubah status menjadi Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT. Pindad (Persero)
pada tanggal 29 April 1983, kemudian pada tahun 1989
perusahaan ini berada dibawah pembinaan Badan Pengelola
Industri Strategis (BPIS) yang kemudian pada tahun 1998
berubah menjadi PT. Pakarya Industri (Persero) dan berubah
lagi namanya menjadi PT. Bahana Pakarya Industri Strategis
(Persero).Tahun 1999 PT. Pindad menjadi anak perusahaan
PT. Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero), dan
pada tahun 2002 PT. BPIS dilikuidir dan sejak saat itu
PT. Pindad beralih status menjadi PT. Pindad (Persero)
yang pengelolaannya langsung berada dibawah koordinasi
Meneg BUMN, dan tentang nama Pindad bukan lagi sebagai
singkatan tapi hanya tinggal sebagai sebuah nama perusahaan.
Dibagian
lain Dirut yang mengawali kariernya di Pindad tahun
1989 sebagai staf ahli Direktur produksi PT. Pindad
ini mengatakan bahwa untuk meningkatkan daya saing PT.
Pindad maka dikembangkanlah desain organisasi yang fleksibel
dan desantralistis sehingga memungkinkan divisi-divisi
dapat lebih gesit dalam menjalankan usahanya. Karena
itulah maka SDM yang ada di PT. Pindad adalah para tenaga
profesional yang memiliki kompetensi khusus dibidang
teknologi persenjataan, teknologi metalurgi, teknologi
mesin, dan lain-lain. Dalam hal kemampuan mereka ditempa
oleh pengalaman dan pelatihan khusus. Sementara untuk
pengembangan SDM nya menurut Dirut yang berpenampilan
sederhana dan simpatik ini adalah mengacu kepada manajemen
SDM berbasis kompetensi yang mengintegrasikan semua
kebijakan dibidang karier, pelatihan, rekruitmen, penilaian
terhadap prestasi kerja dan lain sebagainya.
Bidang
Usaha
Ketika
menjawab pertanyaan Palagan seputar bidang usaha PT.
Pindad yang dikelolanya, Dirut yang juga anak kandung
dari Mayjen TNI Kartidjo ini menjelaskan tentang kegiatan
yang meliputi pembuatan berbagai macam Produk Militer
dan Produk Komersial merupakan inti kegiatan perusahaan
ini. Pabrik dan perkantoran yang berada di Bandung dan
di Turen Malang serta kantor pemasaran di Jakarta, menunjang
keberhasilan bisnis kedua kelompok produk di kegiatan
usaha produk komersial dijalankan oleh empat Divisi
di Bandung, yaitu : Divisi Mekanik yang memproduksi
peralatan kapal dan air brake serta mesin industri,
Divisi Elektrik yang memproduksi motor listrik dan peralatan
pembangkit, Divisi Tempa dan Cor yang memproduksi komponen
tempa dan cor serta Divisi Rekayasa Industri & Jasa
yang memproduksi peralatan pabrik dan jasa pembangunan
pabrik serta jasa pengujian kalibrasi.
Divisi
Senjata yang bergerak dalam kegiatan pembuatan produk
militer berupa berbagai jenis senjata laras panjang
& pendek juga berlokasi di Bandung. Satu Divisi
di Turen Malang memproduksi produk militer berupa berbagai
jenis munisi dan bahan peledak serta bahan peledak untuk
kepentingan komersial antara lain pertambangan.
Sementara itu menyinggung tentang jaminan mutu atau
kualitas dari produk yang dihasilkan, Dirut yang mengaku
tidak tahu tentang persenjataan pada awal bergabung
dengan P.T Pindad ini menguraikan kualitas produk maupun
jasa yang memenuhi harapan pelanggan akan berpengaruh
terhadap suksesnya bisnis perusahaan. Untuk itu tuturnya,
dalam menjaga komitmen perusahaan terhadap mutu produk,
maka motto tidak ada kompromi untuk kualitas
mendasari pola pikir dan tindak seluruh jajaran
operasional perusahaan. Konsistensi komitmen manajemen
tersebut selalu dipelihara dengan melakukan peningkatan
dan penyesuaian sistem manajemen mutu secara berkesinambungan.
Dengan demikian diharapkan produk-produk PT. Pindad
dapat memenuhi kepuasan pelanggan dan dapat membangun
kesetiaan pelanggan terhadap produk-produk PT. Pindad.
Kemudian
dalam hal pengembangan bisnis dari perusahaan yang dipimpinnya
DR .Ir. Budi Santoso bapak dari dua orang putra ini
memaparkan disamping tujuan untuk memperoleh bisnis
baru yang menguntungkan dan kompetitif, pengembangan
bisnis pada dasarnya adalah usaha untuk menyempurnakan
dan atau memperbaiki bisnis yang ada dengan menggunakan
metoda dan teknologi mutakhir, sehingga mendapatkan
bisnis yang kompetitif dengan biaya dan kualitas yang
sesuai dengan persyaratan pasar.
Mengikuti
tuntutan alamiahnya guna dapat bertahan dan terus berkembang
di dalam kondisi ekonomi yang belum stabil, Budi Santoso
yang akrab dengan karyawannya ini mengaku telah melakukan
upaya reorientasi dan pengembangan usaha agar perusahaan
yang dipimpinnya lebih dapat menanggapi dengan baik
perubahan dari lingkungan eksternalnya.
Melanjutkan
upaya pada tahun-tahun sebelumnya, mulai tahun 2001
telah diinisiasi usaha-usaha bisnis baru yang ditunjang
oleh kompetensi yang sudah dimiliki. Diharapkan usaha-usaha
bisnis baru ini akan memberikan kontribusi cukup besar
pada perusahaan di tahun yang akan datang, kata penyandang
gelar Doktor dan Insinyur ini dengan penuh optimis.
Direktorat
Produk Militer
Walau
pada awalnya Dirut yang menggantikan posisi BJ. Habibie
sejak 1998 memegang tampuk pimpinan di PT. Pindad ini
mengaku tidak tahu sama sekali perihal persenjataan,
namun kini justru sangat asyik jika berbicara tentang
produk senjata yang dibuatnya. Tentang Direktorat produk
militer putra bangsa kelahiran Jember Jawa Timur 48
tahun silam. Menguraikan, bahwa Direktorat ini terdiri
dari dua Divisi, Divisi Munisi berlokasi di Turen Malang
Jawa Timur yang menempati areal seluas 160 hektar dengan
Kepala Divisi Sudjatmiko Nasir dan Divisi Senjata berlokasi
di Pindad Bandung dengan areal seluas 6 hektar dengan
Kepala Divisi R. Soetarto, memiliki 1546 karyawan yang
terdiri dari 1072 tenaga langsung dan 474 tenaga tidak
langsung.
Ikhwal
tuntutan atas kualitas produk yang dihasilkan menurutnya
adalah merupakan suatu hal yang tidak dapat ditawar-tawar
lagi seperti produk senjata dan munisi ini. Karenanya
penerapan standar internasional merupakan suatu komitmen
suatu perusahaan untuk menjawab tuntutan customer. Baik
Divisi Munisi maupun Senjata telah memiliki sistem ISO
9001. Untuk itu Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan
aset yang berharga dan mitra kerja yang strategis bagi
perusahaan. Pengembangan SDM dilakukan melalui berbagai
bentuk pendidikan dan pelatihan tentang balistik, munisi
dan senjata, baik dilakukan secara internal maupun di
lembaga pendidikan yang ada di dalam negeri maupun di
luar negeri dengan tujuan mendapatkan kualifikasi SDM
yang profesional sehingga dapat menunjang gerak laju
pertumbuhan perusahaan. SDM Direktorat produk militer
rata-rata telah memiliki kemampuan khusus dalam bidang
produk desentralistik, sistem penyimpanan, pemeliharaan
senjata dan sebagainya.
Divisi
Senjata
Seperti
disebutkan di atas bahwa Divisi Senjata Pindad beroperasi
di Bandung. Divisi ini memiliki fasilitas-fasilitas
berteknologi dan berkemampuan tinggi. Fasilitas-fasilitas
tersebut memungkinkan divisi ini untuk melaksanakan
keseluruhan kegiatannya mulai dari desain, manufaktur,
pengembangan, dan pengujian, serta kegiatan-kegiatan
dukungan pelayanan pelanggan untuk setiap produknya.
Divisi
ini merupakan industri senjata terkemuka dalam bidang
desain dan manufaktur untuk senjata-senjata berkemampuan
tinggi, seperti senapan dan pistol. Sistem kualitas
Pindad memenuhi standar internasional ISO 9001 yang
merupakan jaminan bagi kepuasan pelanggan dan peningkatan
yang berkesinambungan terhadap proses tersebut.
Kegiatan
desain dilakukan dengan dukungan alat-alat bantu modern.
Fasilitas-fasilitas Computer Aided Design (CAD), analisis
dan simulasi menggunakan komputer, dan fasilitas-fasilitas
laboratorium merupakan bagian terpadu dari proses perancangan.
Penelitian dan pengembangan dilakukan secara berkesinambungan
untuk meningkatkan ketangguhan dan kehandalan produk-produk
Pindad.
Sumber
daya manusia yang berpengalaman dan trampil dibidangnya
dapat diandalkan untuk memenuhi standar manufaktur yang
dibutuhkan. Investasi yang besar dalam mesin perkakas
mutakhir menjamin efisiensi pencapaian standar manufaktur.
Computer Aided Scheduling & Production Control Syatem
memungkinkan dicapainya ketepatan tanggal pengiriman.
Produksi senjata ditunjang dengan fasilitas Surface
& Heat Treatment yang modern dan Toolshop yang lengkap.
Fungsi
jaminan kualitas (Quality Assurance) secara terus menerus
memantau, menilai dan mengendalikan kualitas sejak dari
bahan baku, proses, sampai dengan produk akhir, termasuk
seluruh sistem yang terkait, sehingga tingkat kepercayaannya
dapat dijamin.
Lebih
lanjut Budi Santoso yang sebelumnya bergabung dengan
Pindad pernah menjabat di dua Deputy dan Kadiv. Manufacturing
Development & Maintenance Industri Pesawat Terbang
Nusantara (IPTN) Bandung ini pun semakin asyik menjelaskan
produk senjata yang dihasilkan perusahaannya. Dengan
runtut dan jelas pria berpenampilan kalem yang aktif
dalam organisasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII)
merinci produk buatan Pindad, yakni senjata jenis Senapan
Serbu SS 1, Pistol, Revolver, senjata Jagawana, Alpa
PHH, Pesawat Mortir, senapan Polisi, senapan Sniper,
senapan Pelontar Granat, senjata Lapas.
Untuk
jenis senapan otomatis SS 1 dengan sistem kerja gas
operated, dengan popor lipat dan memenuhi standar
NATO yaitu kelipatan tinggi, daya tahan tinggi, handal
serta cocok untuk operasi militer. Senapan otomatis
SS 1 tersedia dalam beberapa varisi : SS 1-V 1, SS 1-V
2, SS 1-V 3 dan SS 1-V 5 dengan kaliber 5,56x45 mm.
Kemudian untuk jenis pistol atau senjata genggam PT.
Pindad telah memproduksi dan mengembangkan berbagai
jenis senjata genggam yang kuat dan handal dengan performa
tinggi yaitu versi P 1 action cal. 9x19 mm dan versi
P 2 double action cal. 9x19 mm.
Dalam
hal jenis revolver ini sesuai untuk aparat penegak hukum
yang memerlukan kehandalan, ketepatan dan kekuatan.
Jenis ini ada dua yakni R 1-V 1 Long Barrel Revolver
cal. 38 special, dan R 1-V 2 Short Barrel Revolver cal.
38 special serta R 6-1 gas revolver (type A) yakni revolver
gas yang terbuat dari logam ringan hanya menggunakan
peluru gas dan R-1 gas revolver (type C) cal. 9,2 mm
revolver gas yang ideal bila ukuran yang kecil dan ringan
yang dibutuhkan.
Selanjutnya
untuk jenis senjata Forest Guard Gun Pm 1-A1 (Jagawana)
Caliber 9x21 mm yaitu Senjata khusus untuk Polisi Hutan,
dibuat berdasarkan senjata PM1 yang disesuaikan dengan
kebutuhan aparat penegak hukum di lingkungan kehutanan.
Kemudian
senjata SPR-1 Sniper Rifle, senapan kaliber 7,62 mm
ini didesain khusus bagi penembak runduk, dilengkapi
dengan Bipod dan teleskop untuk penembakan yang lebih
akurat.
Selanjutnya Budi Santoso yang meraih gelar Doktor dengan
spesialisasi Robotika di Universitas Leuven Belgia tahun
1987 ini mengatakan, produk senjata Pindad memiliki
pelanggan seperti TNI, Polri, Departemen Kehutanan,
Departemen Kehakiman Perundang-Undangan dan HAM, Kejaksaan
serta Puskop Dephan. Selain itu fasilitas yang dimiliki
Divisi Senjata Pindad menurutnya adalah mesin produksi
senjata, lapangan tembak untuk test, fasilitas Surface
& Heat Treatment, dan fasilitas pengelolaan limbah.
Divisi
Munisi
Sedangkan
produk munisi yang dihasilkan oleh Divisi Munisi Pindad
di Turen Malang Jawa Timur menurutnya meliputi, munisi
kaliber kecil, munisi kaliber besar, munisi khusus,
bom latih, bom tajam, bahan peledak komersial, granat
tangan serta kembang api. Pada Divisi Amunisi fasilitas
yang dimilikinya adalah lini produksi munisi kaliber
kecil (manual & integrated), pyroteknik, filling
plant dan lapangan uji tembak.
Untuk
produk munisi ini PT. Pindad memiliki pelanggan seperti
; TNI, Polri,Perbakin, Angkatan Bersenjata beberapa
negara, serta usaha pertambangan.(Bersambung pada Bagian
II edisi mendatang) - Priyo PR.
|