|
MELONGOK
PULUHAN JENDERAL LATIHAN RAIDER DI CILACAP
Puluhan
Jenderal TNI Angkatan Darat tumpah ruah di kota pelabuhan
alam Cilacap selama 4 (empat) hari sejak tanggal 29
Maret hingga 1 April 2003 dalam rangka Latihan Raider
yang langsung diawasi Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu.
Para jenderal yang rela berpanas terik matahari, menyusuri
rawa, melintasi laut dengan menggunakan LCR, menerjang
hutan lebat, tidur di bawah tenda dengan menanggung
resiko tersengat Agas, wajah coreng moreng dan memanggul
ransel serta senjata, belum lagi terbangun tengah malam
melaksanakan penyergapan atau serangan kota, namun layaknya
seorang prajurit sejati, semua itu dilaksanakan dengan
penuh suka cita dan semangat serta disiplin yang tinggi
sehingga terpancar keceriaan dari wajah para jenderal
ini yang terdiri dari Pangkostrad Letjen TNI Bibit Waluyo,
Dankodiklat Letjen TNI Dharsono, sebelas Panglima Kodam,
Danpussenif, Dan Puspom, Gubernur Akmil, Panglima Divisi-1/K,
Panglima Divisi-2/K, Asops, Aster Kasad, Mayjen TNI
Cornelis Simbolon, Koorsahli Kasad, Kasdam IV/Diponegoro,
Danpusintelad, Danpuspenerbad, Kadispenad dan Wadanpussenif.
Persiapan
Latihan
Setelah
para jenderal tiba di lapangan terbang Tunggul Wulung
Cilacap tanggal 29 Maret 2003 pukul 08.30 WIB, mereka
langsung dibawa ke Guest House Pertamina Cilacap untuk
mendengarkan paparan Komandan Latihan Raider dan melaksanakan
pemeriksaan kesehatan.
Canda dan tawa para jenderal yang saling berkomentar
satu sama lain terhadap hasil Rikkes-nya menambah suasana
pagi itu ceria seakan-akan tiada beban berat di wajah
mereka padahal sesaat lagi beliau-beliau ini akan melalui
medan latihan yang cukup lumayan beratnya.
Jika para jenderal ini tengah menghadapi persiapan latihan
justru yang sibuk tunggang langgang adalah para ajudannya,
mereka sibuk mencarikan ransel dan senjata untuk jenderalnya
masing-masing. Sementara para jenderal tengah mencoba
ransel dan senjata berupa senapan M-16 dan FN C, di
sudut lain KASAD Jenderal TNI Ryamizard RC sambil senyum-senyum
mengangguk-angguk memperhatikan anak buahnya yang penuh
antusias menyiapkan segala sesuatunya untuk berisap
latihan walaupun jenderal, mereka tetaplah seorang
prajurit yang harus berlatih karena berlatih bagi prajurit
adalah merupakan salah satu kesejahteraan, dengan berlatih,
seminimal mungkin mereka dapat menghindari resiko tempur
yang ada, kata Kasad sambil terus memperhatikan
kesibukan anak buahnya.
Tentang dilibatkannya para jenderal ini mengikuti Latihan
Raider, Kasad mengatakan, kita akan membentuk
10 Batalyon Raider, untuk kader pelatih Raider telah
menjalani latihannya selama 6 (enam) minggu sejak di
Cipatat hingga di Cilacap ini, nah para jenderal Pangkotama
ini nantinya akan menjadi pimpinan Batalyon-Batalyon
Raider, jadi dengan latihan selama 4 (empat) hari ini
para jenderal diharapkan dapat mengetahui kekurangan
yang ada saat melatih para calon-calon Raider di Kotamanya
masing-masing, sehingga pada saatnya nanti Batalyon-Batalyon
Raider yang dibentuk benar-benar siap, tambah
Kasad lagi.
Latihan
Navigasi dan Kompas
Tepat
pukul 10.00 Wib, setelah para Pati peserta latihan melaksanakan
makan paginya dan pemeriksaan kesehatan maka dengan
menggunakan kendaraan bus dan truk mereka dibawa ke
lapangan bola Karang Suci di pinggir pantai kota Cilacap
untuk diberikan pengarahan materi navigasi dan kompas.
Adalah Kapten Ctp Engkos Setiawan yang memberikan penjelasan
dan arahan tentang materi Ilmu Medan, arahannya ada
terkesan sungkan karena yang dihadapi adalah para jenderal
namun Kasad melihat keraguan itu lalu mengatakan, kau
ini pelatih, jangan lihat di depanmu itu para jenderal,
lakukan tugasmu itu sebagai pelatih jangan ragu lagi,
dengan sigap perwira pertama dari Direktorat Topografi
ini menjawab siap jenderal dan tanpa ragu
lagi dengan suara lantang menyampaikan materi ilmu medan
yang memang benar-benar dikuasainya.
Sambil mendengar pengarahan, para pati itu sibuk mencoreng
wajahnya guna melakukan penyamaran. Sesekali mereka
tertawa karena celotehan sesama rekan melihat corak
penyamaran masing-masing.
Kegiatan latihan Raider kali ini pun menjadi semacam
refreshing para pati dari kesibukan rutin dinas selaku
Pangkotama dalam tugas sehari-hari, sekaligus merupakan
flash back kenangan masa menjadi Taruna Akademi beberapa
puluh tahun lalu.
Pengarahan ilmu medan selesai, dari lapangan Karang
Suci mereka bergerak melintasi jalan kuburan hingga
sampai di tepian pantai dan tampak delapan buah perahu
LCR lengkap dengan dayungnya telah menanti para Pati
yang telah dibagi dalam kelompok masing-masing untuk
segera menaikinya.
Satu persatu para pati ini menaiki perahu LCR sesuai
dengan regunya hingga semua telah siap dengan dayung
di tangan masing-masing dan segera mulai mendayung.
Perlahan namun pasti mereka mengikuti irama ombak laut
Cilacap sambil tetap bercengkrama satu sama lain. Tampak
di sisi kanan adalah kilang minyak Cilacap dengan dua
cerobong menyemburkan api, dan sisi kiri adalah sebuah
pulau dimana terdapat kampung Jojog sebagai daerah sasaran
para peserta latihan merapat. Sambil terus mendayung
para Pati ini memperhatikan daerah sasaran sesuai dengan
alat petunjuk yang ada di tangan masing-masing. Tak
terasa setengah jam mendayung perahu-perahu itu mulai
tiba di dermaga kecil Jojog. Haap
.dengan cekatan
para jenderal itu melompat ke daratan sambil tetap membawa
senjata dan ransel pemburu. KASAD yang tiba di sasaran
lebih dulu dengan senyum bangga memperhatikan para jenderalnya
satu persatu turun dengan melompat dari LCR ke daratan
dari saung bambu yang ada di pinggir dermaga kecil Jojog.
Dari dermaga mereka berjalan di bawah terik matahari
yang menyengat menuju Kampung Jojog untuk singgah sebentar
menerima petunjuk dari pelatih sebelum melaksanakan
perjalanan kompas menuju Kelurahan Kota Waru di Cilacap
Selatan sebagai daerah sasaran berikutnya.
Sesuai dengan regunya masing-masing ke-28 jenderal itu
mulai berjalan menyisiri rawa-rawa. Menit-menit awal
terasa ringan perjalanan itu karena hanya melewati gundukan
parit-parit yang membentang di depannya. Ketika memasuki
setengah jam perjalanan perjuangan beratpun di mulai.
Lumpur dalam mulai menghambat perjalanan, namun para
Pati itu tak putus asa, dengan tetap semangat mereka
mengayuhkan sepatu PDL nya menerabas lumpur dan semak-semak
ilalang serta melompati parit yang cukup lebar. Gedebuuug
.satu
dua peserta mulai ada yang terperosok parit yang cukup
dalam, dengan serta merta rekan Pati yang lain memberikan
pertolongan tanda solidaritas yang kuat di antara mereka
tetap terjaga. Dan Breeek
.salah satu peserta terperosok
yang mengakibatkan celananya terobek dan ha..ha..ha..
ajaib mereka tetap enjoy menikmati perjalanan ini sambil
terus berjalan menyusuri rawa-rawa itu. Alhamdulillah
.air
laut tidak pasang
pasalnya jika itu terjadi maka
perjalanan itu akan lebih berat lagi karena harus dilalui
dengan gaya renang militer akibat rawa terendam air
laut yang pasang
.tapi itu tidak terjadi dan mereka
dengan tetap yakin akan kemampuan dirinya berjalan menyusuri
daerah jelajahannya sambil tetap menjaga kewaspadaan.
Satu jam telah berlalu, dengan sedikit tersengal-sengal
nafasnya para pati itu mulai melihat perkampungan tanda
jalan yang akan dilaluinya mulai mendapatkan jalan tanah
keras yang tidak lagi menguras tenaga mereka
.aaahhh
dengan
mengeluarkan nafas lega mereka mulai menapaki jalan
perkampungan. Sambil menghentakan sepatu yang penuh
lumpur para jenderal ini tetap asyik menyusuri perkampungan
sambil sesekali bertegur sapa dengan penduduk yang berpapasan
lewat dengan mereka.
Kepenatan para jenderal dengan keringat yang terus mengucur
dari seluruh tubuhnya apalagi ditambah sengatan matahari
yang memancar saat itu seakan sirna sekejap manakala
mendapatkan senyum ramah para penduduk yang menyambut
di sudut-sudut rumah mereka di Kampung Kota Waru. Dan
hal seperti ini merupakan nuansa tersendiri bagi para
jenderal setelah sekian lama tak lagi mengalami hal
seperti itu, karenanya mereka lalui semua ini dengan
penuh kebahagiaan. Tak terasa hampir dua jam, akhirnya
mereka tiba di tempat sasaran Kantor Kelurahan Kota
Waru dengan disambut tepuk tangan dan senyum dari KASAD
yang telah menanti mereka. Ada rasa kepuasan tersendiri
disambut pimpinan tertinggi TNI-AD yang tidak pernah
berhenti memberikan dukungan support dan semangat karena
kepeduliannya terhadap anak buahnya.
Kebahagiaan KASAD terpancar dari wajahnya yang selalu
tersenyum menyaksikan satu persatu anak buahnya tiba
dengan selamat tak kurang suatu apa pun di tempat finish.
Para
Pati Bermalam di Nusa Kambangan
Setelah
istirahat sejenak di kantor Kelurahan Kota Waru dan
menyaksikan pemberian bingkisan KASAD kepada Lurah Kota
Waru, maka para Pati melanjutkan perjalanan dengan menggunakan
perahu LCR menuju Candi Nusa Kambangan untuk bermalam
di bawah tenda pleton yang telah disediakan. Sementara
itu KASAD dan beberapa pendamping kembali ke Jakarta
dari Kota Waru menggunakan Helikopter menuju Lapter
Tunggul Wulung Cilacap untuk selanjutnya naik pesawat
Bufalo ke Jakarta karena ada tugas lain menantinya.
Dengan tetap semangat para Pati peserta latihan Raider
itu menaiki LCR menuju Candi Nusa Kambangan yang berjarak
tempuh sekitar setengah jam perjalanan dari Kota Waru.
Sesampainya di Candi mereka segera mencari velbednya
masing-masing untuk beristirahat. Di tengah suara deburan
ombak dan angin laut Nusa Kambangan mereka melaksanakan
kegiatan masing-masing, ada yang bergegas mandi karena
habis terkena lumpur, ada yang asyik menikmati rokok
sambil bercengkerama menceritakan kejadian latihan siangnya
serta ada pula yang tidur-tiduran melepas lelah.
Setelah melaksanakan segala aktifitasnya malam itu,
para Pati segera bergegas ke velbednya untuk beristirahat
melepas kepenatan yang dialaminya seharian tadi. Udara
malam itu cukup bersahabat, awan yang sebelumnya sempat
menggupal kelam berangsur cerah mengiringi para Pati
terlelap dalam tidurnya. Sementera petugas Pam Intel
Kodim Cilacap terus berjaga-jaga di seputar lokasi tenda
para Pati malam itu, dan tampak di sudut lainnya para
pelatih dan panitia dari Pussenif masih sibuk merencanakan
kegiatan HTF keesokan harinya.
Latihan HTF
Minggu pagi tanggal 30 Maret 2003 di Candi Nusa
Kambangan matahari pagi mulai bersinar, aktivitas para
Pati mulai nampak kesibukannya. Tepat pukul 08.30 Wib.
para pelatih segera memberikan aba-aba pada para Pati
untuk segera bersiap melaksanakan HTF yang akan menempuh
jarak 3,5 Km dalam rencana waktu tempuh sekitar 2,5
jam menuju Kali Bisikan Nusa Kambangan. Para Pati berkelompok
dalam regunya dengan tetap menggunakan ransel pemburu
dan senjata, mereka tetap semangat dan senantiasa bergairah
melaksanakan kegiatan berikutnya.
Sekitar pukul 11.00 Wib mereka tiba di Kalibisikan sambil
terus melakukan kegiatan seperti yang disampaikan para
pelatih dari Pussenif dan sekitar pukul 12.30 Wib mereka
beristirahat sambil makan siang. Sekitar pukul 14.30
Wib Kasad dan para pendampingnya bergabung bersama para
Pati peserta latihan untuk melaksanakan latihan Mobud
dengan menggunakan Helikopter Penerbad. Pukul 17.00
Wib para Pati itu menuju ke tenda guna beristirahat
dan bermalam di lokasi Kali Bisikan Nusa Kambangan.
Ditengah mereka beristirahat kru Indosiar dan kru Dispenad
serta Pendam IV Diponegoro berkesempatan memutar hasil
rekaman kegiatan latihan yang sempat diliput. Dengan
antusias Kasad didampingi Pangkostrad dan Kadispenad
serta kru yang ada menyaksikan rekaman film. Selanjutnya
Kasad memerintahkan kru untuk memutar ulang di tenda
para Pati peserta latihan yang disambut dengan tawa
dan canda karena melihat kejadian-kejadian yang sempat
direkam. Dan selesai pemutaran film hasil rekaman para
Pati melaksanakan kegiatan malam dan selanjutnya beristirahat
untuk perisapan kegiatan esok harinya.
Latihan
Menembak
Senin
pagi tanggal 31 Maret 2003 pukul 08.30 Wib para peserta
Pati siap melaksanakan kegiatan menembak di belakang
LP Kelas II Besi Nusa Kambangan yang merupakan daerah
hutan belantara.
Dengan menggunakan truk para Pati berangkat dari Kali
Bisikan menuju tempat latihan menembak yang memakan
waktu sekitar setengah jam dengan dipimpin Kasad Jenderal
TNI Ryamizard Ryacudu.
Jam 09.00 Wib para peserta tiba di halaman LP Kelas
II Besi Nusa Kambangan dengan telah melakukan penyamaran
pada wajahnya dan tetap membawa ransel pemburu serta
senjata di tangannya. Setelah turun dari truk di dahului
Kasad mereka menuju ke arah hutan tidak jauh dari LP
Besi. Dengan didahului Kasad mereka menyusuri pinggiran
tembok tinggi LP dan berbelok ke arah kiri menerobos
ilalang-ilalang tinggi menuju tempat perisapan menembak.
Satu persatu dengan berjalan secara mengendap melewati
lorong-lorong hutan yang lebat dengan penuh kewaspadaan
mereka mencari sasaran tembak yang telah dipersiapkan
oleh para pelatih.
Saat itu cuaca sangat cerah dan tak terasa telah lebih
dari 2 jam para Pati melaksanakan kegiatan menembak
di dalam lebatnya hutan belantara Nusa Kambangan. Tanpa
halangan mereka dapat menyelesaikan latihan dengan penuh
semangat dan tingkat pengamanan yang tinggi karena melaksanakan
menembak dengan peluru tajam.
Selesai melakukan latihan menembak selanjutnya mereka
dibawa kembali ke daerah Kali Bisikan untuk melakukan
evaluasi terhadap latihan yang baru dilaksanakan dengan
panduan para pelatih dari Pussenif dan Kopassus. Pukul
12.30 Wib mereka kembali ke tenda untuk melaksanakan
makan siang dan beristirahat untuk persiapan kegiatan
sore hingga malam harinya yakni melaksanakan raid atau
penyergapan secara mendadak dengan dua lokasi Koramil
kota Cilacap dan Kodim Cilacap.
Pada pukul 17. 00 Wib mereka menuju pelabuhan Seleko
untuk selanjutnya dibawa ke daerah Pantai di Utara Kota
Cilacap untuk menyaksikan pendaratan peserta lat kader
pelatih Raider dengan menggunakan perahu LCR yang ditempuh
selama kurang lebih 3 jam dengan mendayung dari Kali
Bisikan menuju Pantai Utara Cilacap.
Setelah menyaksikan pendaratan para Pati menuju ke markas
komando latihan Kopassus Cilacap untuk makan malam dan
beristirahat sambil menunggu latihan penyergapan atau
Raid oleh para peserta latihan kader pelatih Raider
pada pukul 01.00 Wib dini harinya.
Pelaksanaan latihan penyergapan dengan sasaran Kantor
Koramil Kota dan Kantor Kodim Cilacap berlangsung serentak
pada pukul 01.00 Wib dan berjalan lancar disaksikan
oleh para Pati peserta latihan Raider. Kemudian 02.00
Wib para Pati itu kembali ke tenda tempat mereka bermalam
di Markas Komando latihan Kopassus di Cilacap untuk
beristirahat.
Upacara Penutupan
Pukul 07.00 Wib para Pati dibawa menuju lapangan
terbang Tunggul Wulung Cilacap untuk melakukan latihan
aksi Mobud menggunakan Helikopter Penerbad menuju lapangan
upacara penutupan latihan kader pelatih Raider di Kali
Bisikan Nusa Kambangan.
Tampak
Helikopter mulai berdatangan satu persatu yang memuat
para Pati menuju lapangan upacara penutupan. Dengan
sigap dan cekatan para Pati itu berhasil melompat dan
mendarat dari Helikopter di lapangan Kali Bisikan. Dengan
penuh kegembiraan mereka saling bersalaman satu sama
lain karena telah berhasil dengan selamat tanpa ada
luka maupun cedera melaksanakan kegiatan Mobud yang
langsung diikuti dan dipimpin oleh Kasad Jenderal TNI
Ryamizard Ryacudu.
Pukul
09.00 Wib Selasa tanggal 01 April 2003 upacara penutupan
dilaksanakan di lapangan Kali Bisikan dengan Irup Kasad.
Dalam acara penutupan itu juga dilaksanakan penyematan
Wing Raider kepada Kasad dari Danpussenif. Sedangkan
pembaretan Raider diawali oleh pemakaian baret Raider
kepada Pangkostrad Letjen TNI Bibit Waluyo yang langsung
dikenakan oleh Kasad dan selanjutnya para Pati peserta
latihan Raider juga melakukan pembaretan Raider satu
sama lainnya. Pada upacara itu juga secara simbolis
Kasad melakukan pembaretan kepada wakil peserta latihan
kader pelatih Raider dan selanjutnya diikuti oleh seluruh
peserta latihan kader pelatih Raider yang berhasil lulus
yakni dari 260 peserta hanya tiga orang yang gagal dalam
latihan kali ini karena sakit.
Para
peserta latihan kader pelatih Raider yang terdiri dari
personil Kotama di seluruh Indonesia nantinya akan melatih
para Raider di Kotamanya masing-masing yang akan langsung
dipimpin oleh Panglima Kotamanya yang juga selama 4
(empat) hari mengikuti latihan Raider di Nusa Kambangan
dan Cilacap ini. Menurut rencana TNI Angkatan Darat
akan membentuk 8 (delapan) Batalyon Raider PMK Kodam
dan 2 (dua) Batalyon Raider Kostrad.
Sekian dan selamat datang para prajurit-prajurit berkwalifikasi
Raider. Semoga Tuhan Yang Maha Mencipta senantiasa memberikan
kekuatan lahir dan bathin kepada kita sekalian dalam
berjuang demi kejayaan bangsa dan negara tercinta.
(Reportase Priyo PR dari Nusa Kambangan-Cilacap Jawa
Tengah)
|