Edisi Khusus Desember No. 18 Tahun 2003    


MELIHAT DARI DEKAT PUSSIMPUR TNI AD
Oleh : Mayor Caj Sutarno


Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, semua negara berlomba-lomba untuk menciptakan peralatan perang yang canggih, termasuk sarana latihan simulasi tempur. Karena pada masa kini dan akan datang peperangan lebih banyak menggunakan komputer dan mesin robot salah satu contoh yang baru kita saksikan perang antara Irak dan Amerika yang didominasi oleh mesin-mesin komputer. Karena dengan peralatan ini dapat menekan seminimal mungkin tingkat kerugian materil maupun personil dan keakuratannyapun dapat diandalkan.

Untuk memenuhi kebutuhan organisasi dalam bidang latihan simulasi tempur maka Kepala Staf TNI Angkatan Darat mengeluarkan Skep Kasad No. Skep/10/VI/1997, tanggal 20 Juli tahun 1997 tentang organisasi dan tugas Pusat Simulasi Tempur TNI AD. Sedangkan terbentuknya organisasi ini, pada tanggal 15 Desember 1997 dijadikan sebagai hari jadi Pusat simulasi Tempur hingga sekarang. Pussimpur TNI AD dipimpin oleh seorang Komandan berpangkat Kolonel (Dan Pussimpur). Untuk memperlancar tugas sehari-sehari Komandan Pussimpur dibantupara Staf yang terdiri dari Eselon pembantu pimpinan yang terdiri dari Kabag garlat, Kabag Binfas, Kabag Sisopssita dan Kasium. Eselon pelayanan yang terdiri dari Kaset dan Dantonma, sedangkan Eselon pelaksana terdiri dari Dan Simlap (Komandan Simulasi Lapangan), Dan Simtis (Komandan Simulasi Taktis), Dan Simpan (Komandan Simulasi Pandang).

Tugas pokok Pussimpur TNI AD ada tiga bagian. Pertama, sebagai fungsi utama pembina fasilitas tempur dengan menyelenggarakan latihan dan mengembangkan system operasi dan system senjata matra darat. Kedua, fungsi organic militer, melaksanakan mengendalikan dan mengawasi, kegiatan intelijen dan pengamanan (personel, materil dan keuangan, informasi dok dan kegiatan), Dan Kegiatan Operasional (pembinaan organisasi, pendidikan dan latihan) serta kegiatan personel (pembinaan personel, kurir, hukum, mental, mental, tata tertib dan kesejahteraan moril). Kegiatan Logistik (pembinaan perbekalan, pmliharaan materil). Ketiga yakni fungsi organic pembinaan merencanakan dan melaksanakan mengendalikan, mengawasi manajemen Pussimpur.

Terbentuk organisasi Pussimpur pada tanggal 15 Desember 1997 hingga Juni 1998 belum memiliki markas atau pangkalan yang digunakan sebagai kegiatan organisasi Pusat simulasi tempur. Maka untuk mengadakan aktifitasnya pussimpur masih menumpang di salah satu barak staf Dirlat Kodiklat jalan Gatot Subroto No. 01 Cimahi dilengkapi dengan dua unit komputer dalam kondisi fisik rusak berat dan tidak aktif.

Untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan memperlancar tugas sehari-hari tersebut Pussimpur mendapat dua unit komputer bantuan dari Disinfolahta Jakarta yang didalamnya dilengkapi dengan semi komputerisasi Viktors (Amerika Serikat) dari awal inilah pussimpu mulai merintis belajar simulasi tempur Viktors sebagai alat Bantu dengan menggunakan komputr maka pada tangal 23 Juli 1998 Pussimpur baru menempati gedung baru di jalan Halmahera No. 5 Bandung hingga sekarang yang sebelumnya gedung ini digunakan sebagai Pusdik Gumil/tih dan Pengmilum.

Dihadapkan dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi serta mengejar ketinggalan dalam bidang latihan simpur maka tahun 1999 latihan geladi posko simpur mulai dilaksanakan dengan sarana pendukung komputer dengan metode dari Amerika Serikat (USARPAC) yang disingkat dengan geladi posko (war gaming komputer). Bersamaan dengan itu didatangkan juga peralatan dari Inggris (Hunting Engeneering yaitu Ironside Wargaming Sistem, yang sebelumnya tahun 1981 menggunakan alat peralatan tradisional berupa dadu, papan dan peta sebagai sarana tempur manual.

Penggunaan dadu sebagai sarana latihan pada saat ini kurang rasional selain banyak kekurangannya tergantung dari si pelaku saat mengocok dadu, apabila saat latihan 1 mendapat keberuntungan maka dia yang akan memenangkan latihan tersebut. Melihat latihan seperti ini sudah tidak efektif lagi, maka ada tahun 1998 alat Bantu latihan simulasi tempur menggunakan system Viktors mulai dikenalkan di jajaran TNI AD sebagai sarana latihan simulasi tempur hingga tingkat brigade.

Untuk mendukung dan memperlancar latihan ini diperlukan sumber daya manusia yang mempunyai kualifikasi komputer serta taktik dan teknik bertempur dengan melaksanakan latihan secara bertahap bertingkat dan berlanjut mekanisme victors ini tidak dapat dibohongi atau direkayasa apabila salah memasukan data maka kerugian personel dan materil akan muncul di data komputer.

Kemajuan dan perkembagan latihan adalah mrupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh seluruh satuan jajaran TNI AD dalam rangka membina, memelihara dan meningkatkan profesionalisme setiap prajurit. Setidaknya TNI AD telah menetapkan salah satu metode latihan Geladi Posko. Latihan tersebut bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan hubungan Komandan dan Staf dalam membantu Komandan dalam mengambil keputusan pada pelaksanaan tugas di daerah operasi.

Sejak berdirinya Pussimpur TNI AD mulai tahun 1997 hingga sekarang peran dan kiprah nyata bagi institusi TNI AD sangat besar, dengan dilaksanakan latihan setiap tahun di berbagai tempat dan negara-negara sahabat. Diantaranya kerjasama latihan Simulasi tempur kedua Angkatan Perang Tentara Darat Malaysia dan Singapura selain itu melatih di lembaga pendidikan Selapa dan Sesko AD serta satuan tempur di jajaran TNI AD sedangkan satuan yang pernah dilatih mulai tahun 1997 oleh Pussimpur ada 4 Batalyon yang terdiri dari Yonif 327, 330, 503, dan Yonif 612. Tahun 2000 Batalyon yakni Yonif 323, 642, pada tahun 2002 6 Batalyon terdiri dari Yonif 303 Kostrad Cikajang, Yonif 509 Kostrad Jember, Yonif 330 Kostrad Cicalengka dan Yonif406 Purbalingga sedangkan sekarang melatih 4 Batalyon.

Panglima darat Malaysia.

Profesionalisme prajurit TNI AD, khususnya Pussimpur TNI AD telah diakui keberadaannya dalam latihan bersama kedua angkatan perang salah satu bukti baru-baru ini, Panglima Latihan Tentara darat Malaysia Mayjen Dato Khalid Bin Saad beserta rombongan mengadakan kunjungan kerja selama dua hari ke Pusat simulasi tempur TNI AD di Bandung.

Kunjungan ini untuk memerperat hubungan keda angkatan yang selama ini sudah terjalin dengan baik, juga untuk melihat dari dekat Pangkalan/Markas Pussimpur TNI AD. Selain itu beliau ingin mengetahui dan belajar model latihan Viktors Kliz karena alat ini sudah kita kembangkan softwerenya. Kedua angkatan antara Indonesia dan Malaysia mempunyai kesamaan peralatan simulasi tempur, Viktors (Variable Intensity Computenzed) dari amerika Serikat. Akan tetapi kita digunakannya dalam latihan bersama antara kedua angkatan Perang yang dikenal dengan sandi "kekar malindo".

Dalam lawatannya kali ini, merupakan tindak lanjut dari latihan bersama selama ini, kunjungan ke Pussimpur TNI AD, Panglima latihan tentara darat Malaysia diterima oleh Komandan Pussimpur Kolonel Art Maman Sumantri beserta staf. Beliau menerima penjelasan tentang sejarah berdirinya Pussimpur, struktur organisasi dan tugas pokok Pussimpur, selain itu beliau juga sempat melihat latihan yang diperagakan oleh para prajurit Pussimpur yang mempunyai kualifikasi simpur Viktors (variable intensity computonzod). Selama lawatannya ke Pussimpur TNI AD Panglima Darat Malaysia sangat tertarik, antusias dan puas.




 

 

Copyright ©2003 Dispenad, Jakarta-Indonesia. All rights reserved.
Webmaster: Dispenad.

Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat