|
MELIHAT DARI DEKAT PUSSIMPUR TNI AD
Oleh : Mayor Caj Sutarno
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,
semua negara berlomba-lomba untuk menciptakan peralatan
perang yang canggih, termasuk sarana latihan simulasi
tempur. Karena pada masa kini dan akan datang peperangan
lebih banyak menggunakan komputer dan mesin robot salah
satu contoh yang baru kita saksikan perang antara Irak
dan Amerika yang didominasi oleh mesin-mesin komputer.
Karena dengan peralatan ini dapat menekan seminimal
mungkin tingkat kerugian materil maupun personil dan
keakuratannyapun dapat diandalkan.
Untuk
memenuhi kebutuhan organisasi dalam bidang latihan simulasi
tempur maka Kepala Staf TNI Angkatan Darat mengeluarkan
Skep Kasad No. Skep/10/VI/1997, tanggal 20 Juli tahun
1997 tentang organisasi dan tugas Pusat Simulasi Tempur
TNI AD. Sedangkan terbentuknya organisasi ini, pada
tanggal 15 Desember 1997 dijadikan sebagai hari jadi
Pusat simulasi Tempur hingga sekarang. Pussimpur TNI
AD dipimpin oleh seorang Komandan berpangkat Kolonel
(Dan Pussimpur). Untuk memperlancar tugas sehari-sehari
Komandan Pussimpur dibantupara Staf yang terdiri dari
Eselon pembantu pimpinan yang terdiri dari Kabag garlat,
Kabag Binfas, Kabag Sisopssita dan Kasium. Eselon pelayanan
yang terdiri dari Kaset dan Dantonma, sedangkan Eselon
pelaksana terdiri dari Dan Simlap (Komandan Simulasi
Lapangan), Dan Simtis (Komandan Simulasi Taktis), Dan
Simpan (Komandan Simulasi Pandang).
Tugas pokok Pussimpur TNI AD ada tiga bagian. Pertama,
sebagai fungsi utama pembina fasilitas tempur dengan
menyelenggarakan latihan dan mengembangkan system operasi
dan system senjata matra darat. Kedua, fungsi organic
militer, melaksanakan mengendalikan dan mengawasi, kegiatan
intelijen dan pengamanan (personel, materil dan keuangan,
informasi dok dan kegiatan), Dan Kegiatan Operasional
(pembinaan organisasi, pendidikan dan latihan) serta
kegiatan personel (pembinaan personel, kurir, hukum,
mental, mental, tata tertib dan kesejahteraan moril).
Kegiatan Logistik (pembinaan perbekalan, pmliharaan
materil). Ketiga yakni fungsi organic pembinaan merencanakan
dan melaksanakan mengendalikan, mengawasi manajemen
Pussimpur.
Terbentuk organisasi Pussimpur pada tanggal 15 Desember
1997 hingga Juni 1998 belum memiliki markas atau pangkalan
yang digunakan sebagai kegiatan organisasi Pusat simulasi
tempur. Maka untuk mengadakan aktifitasnya pussimpur
masih menumpang di salah satu barak staf Dirlat Kodiklat
jalan Gatot Subroto No. 01 Cimahi dilengkapi dengan
dua unit komputer dalam kondisi fisik rusak berat dan
tidak aktif.
Untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan memperlancar
tugas sehari-hari tersebut Pussimpur mendapat dua unit
komputer bantuan dari Disinfolahta Jakarta yang didalamnya
dilengkapi dengan semi komputerisasi Viktors (Amerika
Serikat) dari awal inilah pussimpu mulai merintis belajar
simulasi tempur Viktors sebagai alat Bantu dengan menggunakan
komputr maka pada tangal 23 Juli 1998 Pussimpur baru
menempati gedung baru di jalan Halmahera No. 5 Bandung
hingga sekarang yang sebelumnya gedung ini digunakan
sebagai Pusdik Gumil/tih dan Pengmilum.
Dihadapkan dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi
serta mengejar ketinggalan dalam bidang latihan simpur
maka tahun 1999 latihan geladi posko simpur mulai dilaksanakan
dengan sarana pendukung komputer dengan metode dari
Amerika Serikat (USARPAC) yang disingkat dengan geladi
posko (war gaming komputer). Bersamaan dengan itu didatangkan
juga peralatan dari Inggris (Hunting Engeneering yaitu
Ironside Wargaming Sistem, yang sebelumnya tahun 1981
menggunakan alat peralatan tradisional berupa dadu,
papan dan peta sebagai sarana tempur manual.
Penggunaan dadu sebagai sarana latihan pada saat ini
kurang rasional selain banyak kekurangannya tergantung
dari si pelaku saat mengocok dadu, apabila saat latihan
1 mendapat keberuntungan maka dia yang akan memenangkan
latihan tersebut. Melihat latihan seperti ini sudah
tidak efektif lagi, maka ada tahun 1998 alat Bantu latihan
simulasi tempur menggunakan system Viktors mulai dikenalkan
di jajaran TNI AD sebagai sarana latihan simulasi tempur
hingga tingkat brigade.
Untuk mendukung dan memperlancar latihan ini diperlukan
sumber daya manusia yang mempunyai kualifikasi komputer
serta taktik dan teknik bertempur dengan melaksanakan
latihan secara bertahap bertingkat dan berlanjut mekanisme
victors ini tidak dapat dibohongi atau direkayasa apabila
salah memasukan data maka kerugian personel dan materil
akan muncul di data komputer.
Kemajuan dan perkembagan latihan adalah mrupakan kegiatan
yang harus dilaksanakan oleh seluruh satuan jajaran
TNI AD dalam rangka membina, memelihara dan meningkatkan
profesionalisme setiap prajurit. Setidaknya TNI AD telah
menetapkan salah satu metode latihan Geladi Posko. Latihan
tersebut bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan
kemampuan hubungan Komandan dan Staf dalam membantu
Komandan dalam mengambil keputusan pada pelaksanaan
tugas di daerah operasi.
Sejak berdirinya Pussimpur TNI AD mulai tahun 1997 hingga
sekarang peran dan kiprah nyata bagi institusi TNI AD
sangat besar, dengan dilaksanakan latihan setiap tahun
di berbagai tempat dan negara-negara sahabat. Diantaranya
kerjasama latihan Simulasi tempur kedua Angkatan Perang
Tentara Darat Malaysia dan Singapura selain itu melatih
di lembaga pendidikan Selapa dan Sesko AD serta satuan
tempur di jajaran TNI AD sedangkan satuan yang pernah
dilatih mulai tahun 1997 oleh Pussimpur ada 4 Batalyon
yang terdiri dari Yonif 327, 330, 503, dan Yonif 612.
Tahun 2000 Batalyon yakni Yonif 323, 642, pada tahun
2002 6 Batalyon terdiri dari Yonif 303 Kostrad Cikajang,
Yonif 509 Kostrad Jember, Yonif 330 Kostrad Cicalengka
dan Yonif406 Purbalingga sedangkan sekarang melatih
4 Batalyon.
Panglima
darat Malaysia.
Profesionalisme prajurit TNI AD, khususnya Pussimpur
TNI AD telah diakui keberadaannya dalam latihan bersama
kedua angkatan perang salah satu bukti baru-baru ini,
Panglima Latihan Tentara darat Malaysia Mayjen Dato
Khalid Bin Saad beserta rombongan mengadakan kunjungan
kerja selama dua hari ke Pusat simulasi tempur TNI AD
di Bandung.
Kunjungan ini untuk memerperat hubungan keda angkatan
yang selama ini sudah terjalin dengan baik, juga untuk
melihat dari dekat Pangkalan/Markas Pussimpur TNI AD.
Selain itu beliau ingin mengetahui dan belajar model
latihan Viktors Kliz karena alat ini sudah kita kembangkan
softwerenya. Kedua angkatan antara Indonesia dan Malaysia
mempunyai kesamaan peralatan simulasi tempur, Viktors
(Variable Intensity Computenzed) dari amerika Serikat.
Akan tetapi kita digunakannya dalam latihan bersama
antara kedua angkatan Perang yang dikenal dengan sandi
"kekar malindo".
Dalam lawatannya kali ini, merupakan tindak lanjut dari
latihan bersama selama ini, kunjungan ke Pussimpur TNI
AD, Panglima latihan tentara darat Malaysia diterima
oleh Komandan Pussimpur Kolonel Art Maman Sumantri beserta
staf. Beliau menerima penjelasan tentang sejarah berdirinya
Pussimpur, struktur organisasi dan tugas pokok Pussimpur,
selain itu beliau juga sempat melihat latihan yang diperagakan
oleh para prajurit Pussimpur yang mempunyai kualifikasi
simpur Viktors (variable intensity computonzod). Selama
lawatannya ke Pussimpur TNI AD Panglima Darat Malaysia
sangat tertarik, antusias dan puas.
|