|
Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu :
PERKOKOH
RASA KECINTAAN DAN KEBERSAMAAN
ANTAR SESAMA PRAJURIT
Acara buka puasa bersama dan sholat tarawih merupakan
tradisi yang sangat baik dan sangat perlu ditumbuhkembangkan
di jajaran TNI Angkatan Darat, karena akan memperkokoh
kecintaan dan kebersamaan antar sesama prajurit, juga
dapat dijadikan wahana silaturahmi yang dilandasi semangat
dan nilai nilai luhur keagamaan.
Hal tersebut dikatakan Kasad Jenderal TNI Ryamizard
Ryacudu pada acara buka puasa dan sholat tarawih bersama
Prajurit dan PNS TNI Angkatan Darat di lingkungan Mabesad
yang bertempat di Aula Jenderal Besar AH. Nasution.
Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengatakan, bahwa
nuansa kebersamaan dalam mengamalkan ajaran agama harus
senantiasa dipelihara, karena akan memberikan kontribusi
yang positif bagi peningkatan kualitas pelaksanaan tugas
dan pengabdian TNI, khususnya TNI Angkatan Darat kepada
bangsa dan negara.
Menurut pucuk Pimpinan TNI AD tersebut, pada setiap
tahun umat Islam selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan
berkesempatan untuk meningkatkan amal kebajikan dan
mendekatkan diri kepada Allah SWT secara khusyu dan
ikhlas seraya memohon ampun atas segala perbuatan dan
kekurangannya. Oleh karena itu ibadah puasa selama satu
bulan ini wajib dilakukan umat Islam di seluruh dunia
sebagai wujud pelaksanaan penghayatan dan pengamalan
dari rukun Islam yang ke-empat. Hendaknya puasa yang
dilakukan senantiasa didasari keimanan dan ketaqwaan
bukan sekedar ikut-ikutan semata melainkan suatu wujud
amal yang benar-benar mencerminkan ketaatan kepada Allah
SWT secara tulus dan ikhlas.
Jika dicermati secara lebih mendalam ibadah pada bulan
puasa ini merupakan salah satu bagian dari ajaran agama
yaitu perintah Allah SWT agar kita melatih kemampuan
untuk mengendalikan diri. Kemampuan mengendalikan diri
itu merupakan perilaku dan sifat-sifat manusia yang
baik yang sangat berguna bagi kehidupan pribadi, setiap
individu dan juga berguna bagi orang lain. Karena pengendalian
diri itu merupakan suatu kemampuan maka perlu dilatih
secara terus menerus dengan penuh kesungguhan.
Dengan demikian jika ibadah puasa dilaksanakan secara
bersunguh-sungguh pada bulan suci ini akan membuahkan
tingkat kualitas kehidupan pribadi dan juga kehidupan
umat yang lebih baik yang lebih toleran yang lebih berorientasi
pada persatuan dan kesatuan. Hal itu kita yakini sebagaimana
janji Allah SWT kepada kita bahwa pada bulan Ramadhan
yang suci dan penuh berkah ini serta memiliki keutamaan
dan keagungan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.
"Allah SWT menjanjikan ampunan dosa bagi umatnya
yang melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya, maka
dari itu sepatutnyalah kita sebagai umatnya berlomba-lomba
untuk berbuat kebajikan atau fastabiqul khoirot guna
mengagungkan bulan Ramadhan serta mengharap keridhaan
Allah SWT," kata Kasad.
Menurut Menantu Mantan Wapres Try Sutrisno tersebut,
Junjungan kita adalah Nabi Muhammad SAW orang yang paling
kita hormati, orang yang paling kita panuti, orang yang
tidak ada celanya dan contoh sebaik-baiknya manusia.
Nah kalau kita menyadari itu, kita akan bangga sebagai
tentara, karena junjungan kita adalah tentara dan ada
orang-orang yang tidak suka dengan tentara bahkan menjelek-jelekan
tentara itu salah, dimana-mana tentara itu sangat diperlukan.
Tuhan
saja menyelesaikan masalah atau mengahancurkan suatu
kejahatan di dalam Al-Qur'an juga disampaikan Dia turunkan
tentara, didalam agama Kristen juga diturunkan tentara
dari langit. "Jadi tentara itu untuk menyelesaikan
masalah bukan untuk dijelek-jelekan dilemah-lemahkan
Jadi dengan demikian hal-hal ini patut kita tanamkan
pada diri kita masing-masing patut kita tanamkan pada
keluarga kita istri dan anak-anak agar mereka bangga,
tentunya tentara yang benar, tentara yang berakhlak
dan tentara yang bermoral tentara yang beragama,"
kata Kasad mengakhiri pengarahannya.
Tidak
etis jika menyudutkan TNI
Sementara itu Drs KH. Anur Alam Bachtiar penceramah
pengantar berbuka puasa mengatakan, bahwa dalam Surat
An-Nisa yang pertama yaitu "wahai manusia hendaklah
kalian bertaqwa terhadap Tuhan kalian yang telah menciptakan
kalian seorang diri asalnya yaitu Adam, kemudian diciptakan
pasangannya Siti Hawa dan dari keduanya inilah dikembangbiakan
laki-laki dan perempuan yang banyak sampai kurang lebih
penduduk bumi ini 6 miliyar.
Karena itu hai manusia hendaklah kalian bertaqwa kepada
Allah yang telah menciptakan kalian satu sama lain saling
ketergantungan saling membutuhkan saling berkelindak
karena itu kalian butuh silaturahim, butuh komunikasi
butuh menciptakan keharmonisan antar sesama antar profesi
antar berbeda watak, kultur,etnis, keyakinan agama dsb.
Lebih
lanjut KH. Anur Alam Bachtiar menegaskan pula , kalau
kita memahami ayat diatas bahwa kesejahteraan pribadi,
keluarga, masyarakat termasuk tatanan bernegara harus
menciptakan keharmonisan di dalam berkomunikasi. Tidak
prosedural dan tidak etis kalau kita menyudutkan TNI,
karena TNI sangat dibutuhkan oleh sipil dan negara.
Sebagaimana tidak etis kalau kita menyudutkan orang
miskin karena orang kaya pun sangat membutuhkan kehadiran
orang miskin. Yang perlu dijalin adalah komunikasi dan
memperkecil kemiskinan itu.
Sebagaimana
tidak etis kalau kita menyudutkan orang bodoh karena
orang pandaipun membutuhkan kehadiran orang bodoh Dosen,
Kyai dan guru pun sangat membutuhkan kehadiran orang
bodoh, belum lagi orang yang sehat tidak patut menyudutkan
orang yang sakit karena sebagaian orang yang sehat terpaksa
bergantung rizkinya kepada orang yang sakit, paling
tidak yang berprofesi dokter.
Jadi kalau kita sebagai Tentara yang tugasnya menjaga
keutuhan Negara, mengamankan negara dan membuat rakyat
damai, harmonis dalam berdagang, harmonis di kantor,
harmonis dalam bermasyarakat berarti Tentara telah baik-baik
dengan rakyat. Kalau sebagai anggota TNI sholatnya rajin,
disiplin profesinya berarti 50 % surga sudah ada di
tangan, selanjutnya sebagai suami, sebagai orang tua
dalam rumah tangga punya tanggung jawab maksimal terhadap
pembinaan keluarga berarti 75 % surga sudah ada di tangan
belum lagi peduli terhadap lingkungan Subhanallah, kata
Pak Kyai mengakhiri ceramahnya.
|