|
Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu :
PEMIMPIN
HARUS MAMPU BERHITUNG, MELAKUKAN PERHITUNGAN DAN SELALU
DIPERHITUNGKAN
Perwira-perwira
yang lahir dari Lembah Tidar harus mewarisi keberhasilan
para seniornya dalam mengemban tugas-tugas yang diberikan
dan dipercayakan kepadanya. Pemimpin yang disiapkan,
dibentuk dan dilahirkan haruslah pemimpin yang mampu
berhitung, mampu melakukan perhitungan serta selalu
diperhitungkan dalam berbagai situasi dan kondisi. Itu
komitmen kita, komitmen TNI Angkatan Darat dalam mempersiapkan
kader-kader pemimpin yang berkualitas.
Hal itu dikatakan Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu
pada HUT Akademi Militer yang ke 46 di Lapangan Pancasila
Akmil, Magelang beberapa waktu yang lalu.
Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengatakan, bahwa
Peringatan hari ulang tahun satuan seperti yang diselenggarakan
ini hendaknya tidak saja sebagai suatu tradisi untuk
membangun moril dan jiwa korsa satuan guna menghadapi
berbagai tantangan dan pengaruh perkembangan lingkungan
dalam pelaksanaan tugas. Tetapi hendaknya juga dijadikan
wahana untuk melakukan introspeksi dan mengevaluasi
pelaksanaan tugas di masa yang lalu, sehingga dapat
memotivasi dan melahirkan inspirasi yang diperlukan
bagi upaya meningkatkan kualitas pengabdian di masa
yang akan datang.
Lebih lanjut Kasad yang juga alumnus kawasan Chandradimuka
tersebut menjelaskan , dalam kurun waktu empat puluh
enam tahun masa pengabdiannya, Akademi Militer sebagai
lembaga pendidikan yang bertugas membentuk para Taruna
menjadi perwira kader pimpinan TNI di masa depan, telah
menunjukkan prestasi yang baik serta mampu mempersembahkan
karya nyata sebagai Kawah Chandradimuka penggemblengan
putra-putra terpilih bangsa. Prestasi yang membanggakan
tersebut merupakan hasil kerja keras dan perjuangan
tanpa pamrih dari para perintis dan pendahulu kita,
kata Kasad.
Mereka telah meletakkan dasar-dasar pembinaan pendidikan
perwira yang orientasi pemikirannya diarahkan ke masa
depan sehingga mampu menangkap peluang yang ada dan
tegar dalam mengatasi berbagai tantangan dan hambatan
yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas. Oleh karena itu,
pada kesempatan seperti ini kita patut mengenang kembali
jasa dan pengorbanan serta keteguhan tekad para pendahulu
kita tersebut seraya berdoa agar amal bhakti mereka
diterima Tuhan Yang Maha Besar dan kita diberi kekuatan
untuk dapat mewujudkan cita-cita mereka yang juga adalah
cita-cita kita, yaitu melahirkan kader pemimpin TNI
khususnya TNI Angkatan Darat yang memiliki moral dan
jiwa kejuangan yang tinggi, perwira yang memiliki kualitas
intelektual yang baik dan prajurit yang dapat dijadikan
panutan bagi sesamanya, ungkap Kasad lagi.
Lebih lanjut Pucuk Pimpinan TNI AD tersebut menjelaskan,
bahwa sejarah mencatat dengan tinta mas berbagai keberhasilan
yang diraih para alumnus Akademi Militer ini, baik dalam
lingkup TNI maupun dalam lingkup nasional. Hal itu hendaknya
menjadi pemotivasi bagi para taruna dan juga pemotivasi
bagi para pembina, pengasuh, pelatih dan guru militer
di sini, untuk menjadikan lembaga ini betul-betul sebagai
lembaga pendidikan pembentukan perwira yang membanggakan
bangsa dan negara.
Dengan demikian, jika ada pihak-pihak yang ingin merusak
program pembinaan pembentukan kader pemimpin di Akademi
Militer ini, baik itu datang dari dalam lembaga ini
maupun datang dari luar harus dilawan. Kita tidak boleh
membiarkan mereka yang hanya karena pertimbangan-pertimbangan
yang sangat subyektif dan egois mengintervensi dan bahkan
mencoba merusak sistem pembinaan yang diberlakukan di
lembaga ini, kata kasad .
Pimpinan TNI Angkatan Darat menaruh harapan besar atas
keberhasilan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Akademi
Militer ke depan, mengingat sebagai peletak dasar nilai-nilai
loyalitas, soliditas dan profesionalisme bagi para kader
pimpinan TNI di masa datang, lembaga ini memiliki peran
yang sangat strategis, khususnya dalam menyiapkan dan
membentuk sumber daya manusia TNI Angkatan Darat yang
berkualitas dan profesional. Akademi Militer, sebagai
lembaga pendidikan pembentukan pertama, tidak cukup
hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan yang berorientasi
jangka pendek saja, tetapi harus membekali para peserta
didik dengan pengetahuan yang berorientasi jauh ke depan.
Pentingnya
Wawasan Kebangsaan
Lebih
lanjut Mantan Pangkostrad tersebut mengatakan, tumbuhkan
budaya belajar dan berlatih di kalangan peserta didik
di lembaga ini, sehingga keluaran proses tersebut selaras
dengan falsafah pendidikan TNI, Dwi Warna Purwa Cendikia
Wusana. Karena hal itu sangat diperlukan untuk menjalankan
misi kepemimpinannya di kemudian hari, yang sarat dengan
perubahan dan tantangan yang berat. Hal ini penting
dan perlu, mengingat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan
dan tehnologi, serta perkembangan lingkungan strategis
yang membawa perubahan sangat cepat, secara otomatis
akan melahirkan hakikat ancaman yang baru pula.
Memahami dan kemudian menyikapi perkembangan lingkungan
strategis merupakan suatu keharusan bagi setiap orang
dan institusi modern agar tidak tertindas oleh perubahan
yang tidak terkendali yang menyertai perkembangan lingkungan
strategis. Kalau kita menyimak kecenderungan perkembangan
lingkungan strategis, memang kita dituntut untuk selalu
waspada terhadap upaya-upaya sistematis yang akan menghancurkan
bangsa dan negara ini. Oleh karena itu diperlukan nasionalisme
atau biasa kita sebut dengan wawasan kebangsaan yang
kuat pada diri setiap anak bangsa sehingga kita memiliki
kekuatan moral untuk tetap menjaga kedaulatan dan keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia serta melindungi
segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia dari segala
bentuk ancaman.
Menurut Jenderal bintang empat tersebut, TNI harus menjadi
teladan dan pelopor bagi masyarakat di dalam membangun
wawasan kebangsaan yang belakangan ini merosot akibat
pengaruh nilai-nilai global yang tidak seluruhnya cocok
dengan kepribadian bangsa Indonesia. Untuk itu, setiap
prajurit TNI Angkatan Darat harus bekerja keras, bekerja
melebihi panggilan tugas dan itu bukanlah sesuatu yang
luar biasa karena itu adalah bagian yang melekat pada
pengabdian prajurit.
Kepada
taruna sebagai calon pimpinan TNI Angkatan Darat di
masa yang akan datang, kalian dituntut untuk terus mengembangkan
kepemimpinan lapangan dan senantiasa dapat menjadi panutan
bagi sesama prajurit. Tantangan dan gangguan yang dapat
mempengaruhi pelaksanaan tugas kalian kelak sangat variatif,
dan kalian dituntut untuk mampu menghadapi dan mengatasinya.
Semua itu dapat dicapai apabila di sini, di Akademi
Militer ini kalian dapat memanfaatkan waktu dengan baik
untuk belajar dan berlatih dengan keras, tegas kasad
yang juga merupakan alumni dari lembah tidar.
Motivasi belajar dan berlatih hendaknya terus dan selalu
ditumbuhkembangkan seperti disebutkan pada sesanti Akademi
Militer ini, yaitu : Adhitakarya Mahatvavirya Nagarabhakti
Artinya : Taruna adalah kesatria yang rajin dan giat
menuntut ilmu untuk diamalkan, gagah berani dan bercita
cita luhur sebagai patriot bangsa. Proyeksikan sesanti
itu kepada diri kalian melalui proses pembelajaran dengan
bersungguh-sungguh di Akademi Militer ini. Berbagai
pengaruh yang dapat menghancurkan masa depan kalian
ada di sekitar kalian.
Waspadalah, jangan pernah lengah dan jangan mudah terpengaruh
terhadap hal-hal yang mungkin dapat memberikan kesenangan
sesaat, tetapi justeru dapat menjerumuskan ke jurang
kehancuran. Ikuti dan patuhi semua aturan yang berlaku
dan jangan pernah berbuat hal-hal yang merugikan nama
baik korp taruna, lembaga Akademi Militer dan TNI. Ketidaksungguhan
dan ketidakpedulian kalian baik dalam menjalankan tanggung
jawab maupun dalam melaksanakan tugas terpuji ini merupakan
awal terjadinya malapetaka bagi TNI, bangsa dan negara
ini, itu tidak boleh terjadi. Tradisi melahirkan pemimpin
bangsa yang sukses dari Akademi Militer ini harus terus
dipertahankan, kata kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu
mengakhiri amanatnya.
|