Edisi Khusus Desember No. 18 Tahun 2003    


Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu :

PEMIMPIN HARUS MAMPU BERHITUNG, MELAKUKAN PERHITUNGAN DAN SELALU DIPERHITUNGKAN

Perwira-perwira yang lahir dari Lembah Tidar harus mewarisi keberhasilan para seniornya dalam mengemban tugas-tugas yang diberikan dan dipercayakan kepadanya. Pemimpin yang disiapkan, dibentuk dan dilahirkan haruslah pemimpin yang mampu berhitung, mampu melakukan perhitungan serta selalu diperhitungkan dalam berbagai situasi dan kondisi. Itu komitmen kita, komitmen TNI Angkatan Darat dalam mempersiapkan kader-kader pemimpin yang berkualitas.

Hal itu dikatakan Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu pada HUT Akademi Militer yang ke 46 di Lapangan Pancasila Akmil, Magelang beberapa waktu yang lalu.

Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengatakan, bahwa Peringatan hari ulang tahun satuan seperti yang diselenggarakan ini hendaknya tidak saja sebagai suatu tradisi untuk membangun moril dan jiwa korsa satuan guna menghadapi berbagai tantangan dan pengaruh perkembangan lingkungan dalam pelaksanaan tugas. Tetapi hendaknya juga dijadikan wahana untuk melakukan introspeksi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas di masa yang lalu, sehingga dapat memotivasi dan melahirkan inspirasi yang diperlukan bagi upaya meningkatkan kualitas pengabdian di masa yang akan datang.

Lebih lanjut Kasad yang juga alumnus kawasan Chandradimuka tersebut menjelaskan , dalam kurun waktu empat puluh enam tahun masa pengabdiannya, Akademi Militer sebagai lembaga pendidikan yang bertugas membentuk para Taruna menjadi perwira kader pimpinan TNI di masa depan, telah menunjukkan prestasi yang baik serta mampu mempersembahkan karya nyata sebagai Kawah Chandradimuka penggemblengan putra-putra terpilih bangsa. Prestasi yang membanggakan tersebut merupakan hasil kerja keras dan perjuangan tanpa pamrih dari para perintis dan pendahulu kita, kata Kasad.

Mereka telah meletakkan dasar-dasar pembinaan pendidikan perwira yang orientasi pemikirannya diarahkan ke masa depan sehingga mampu menangkap peluang yang ada dan tegar dalam mengatasi berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas. Oleh karena itu, pada kesempatan seperti ini kita patut mengenang kembali jasa dan pengorbanan serta keteguhan tekad para pendahulu kita tersebut seraya berdoa agar amal bhakti mereka diterima Tuhan Yang Maha Besar dan kita diberi kekuatan untuk dapat mewujudkan cita-cita mereka yang juga adalah cita-cita kita, yaitu melahirkan kader pemimpin TNI khususnya TNI Angkatan Darat yang memiliki moral dan jiwa kejuangan yang tinggi, perwira yang memiliki kualitas intelektual yang baik dan prajurit yang dapat dijadikan panutan bagi sesamanya, ungkap Kasad lagi.

Lebih lanjut Pucuk Pimpinan TNI AD tersebut menjelaskan, bahwa sejarah mencatat dengan tinta mas berbagai keberhasilan yang diraih para alumnus Akademi Militer ini, baik dalam lingkup TNI maupun dalam lingkup nasional. Hal itu hendaknya menjadi pemotivasi bagi para taruna dan juga pemotivasi bagi para pembina, pengasuh, pelatih dan guru militer di sini, untuk menjadikan lembaga ini betul-betul sebagai lembaga pendidikan pembentukan perwira yang membanggakan bangsa dan negara.

Dengan demikian, jika ada pihak-pihak yang ingin merusak program pembinaan pembentukan kader pemimpin di Akademi Militer ini, baik itu datang dari dalam lembaga ini maupun datang dari luar harus dilawan. Kita tidak boleh membiarkan mereka yang hanya karena pertimbangan-pertimbangan yang sangat subyektif dan egois mengintervensi dan bahkan mencoba merusak sistem pembinaan yang diberlakukan di lembaga ini, kata kasad .

Pimpinan TNI Angkatan Darat menaruh harapan besar atas keberhasilan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Akademi Militer ke depan, mengingat sebagai peletak dasar nilai-nilai loyalitas, soliditas dan profesionalisme bagi para kader pimpinan TNI di masa datang, lembaga ini memiliki peran yang sangat strategis, khususnya dalam menyiapkan dan membentuk sumber daya manusia TNI Angkatan Darat yang berkualitas dan profesional. Akademi Militer, sebagai lembaga pendidikan pembentukan pertama, tidak cukup hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan yang berorientasi jangka pendek saja, tetapi harus membekali para peserta didik dengan pengetahuan yang berorientasi jauh ke depan.

Pentingnya Wawasan Kebangsaan

Lebih lanjut Mantan Pangkostrad tersebut mengatakan, tumbuhkan budaya belajar dan berlatih di kalangan peserta didik di lembaga ini, sehingga keluaran proses tersebut selaras dengan falsafah pendidikan TNI, Dwi Warna Purwa Cendikia Wusana. Karena hal itu sangat diperlukan untuk menjalankan misi kepemimpinannya di kemudian hari, yang sarat dengan perubahan dan tantangan yang berat. Hal ini penting dan perlu, mengingat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi, serta perkembangan lingkungan strategis yang membawa perubahan sangat cepat, secara otomatis akan melahirkan hakikat ancaman yang baru pula.

Memahami dan kemudian menyikapi perkembangan lingkungan strategis merupakan suatu keharusan bagi setiap orang dan institusi modern agar tidak tertindas oleh perubahan yang tidak terkendali yang menyertai perkembangan lingkungan strategis. Kalau kita menyimak kecenderungan perkembangan lingkungan strategis, memang kita dituntut untuk selalu waspada terhadap upaya-upaya sistematis yang akan menghancurkan bangsa dan negara ini. Oleh karena itu diperlukan nasionalisme atau biasa kita sebut dengan wawasan kebangsaan yang kuat pada diri setiap anak bangsa sehingga kita memiliki kekuatan moral untuk tetap menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia dari segala bentuk ancaman.

Menurut Jenderal bintang empat tersebut, TNI harus menjadi teladan dan pelopor bagi masyarakat di dalam membangun wawasan kebangsaan yang belakangan ini merosot akibat pengaruh nilai-nilai global yang tidak seluruhnya cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia. Untuk itu, setiap prajurit TNI Angkatan Darat harus bekerja keras, bekerja melebihi panggilan tugas dan itu bukanlah sesuatu yang luar biasa karena itu adalah bagian yang melekat pada pengabdian prajurit.

Kepada taruna sebagai calon pimpinan TNI Angkatan Darat di masa yang akan datang, kalian dituntut untuk terus mengembangkan kepemimpinan lapangan dan senantiasa dapat menjadi panutan bagi sesama prajurit. Tantangan dan gangguan yang dapat mempengaruhi pelaksanaan tugas kalian kelak sangat variatif, dan kalian dituntut untuk mampu menghadapi dan mengatasinya. Semua itu dapat dicapai apabila di sini, di Akademi Militer ini kalian dapat memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar dan berlatih dengan keras, tegas kasad yang juga merupakan alumni dari lembah tidar.

Motivasi belajar dan berlatih hendaknya terus dan selalu ditumbuhkembangkan seperti disebutkan pada sesanti Akademi Militer ini, yaitu : Adhitakarya Mahatvavirya Nagarabhakti Artinya : Taruna adalah kesatria yang rajin dan giat menuntut ilmu untuk diamalkan, gagah berani dan bercita cita luhur sebagai patriot bangsa. Proyeksikan sesanti itu kepada diri kalian melalui proses pembelajaran dengan bersungguh-sungguh di Akademi Militer ini. Berbagai pengaruh yang dapat menghancurkan masa depan kalian ada di sekitar kalian.

Waspadalah, jangan pernah lengah dan jangan mudah terpengaruh terhadap hal-hal yang mungkin dapat memberikan kesenangan sesaat, tetapi justeru dapat menjerumuskan ke jurang kehancuran. Ikuti dan patuhi semua aturan yang berlaku dan jangan pernah berbuat hal-hal yang merugikan nama baik korp taruna, lembaga Akademi Militer dan TNI. Ketidaksungguhan dan ketidakpedulian kalian baik dalam menjalankan tanggung jawab maupun dalam melaksanakan tugas terpuji ini merupakan awal terjadinya malapetaka bagi TNI, bangsa dan negara ini, itu tidak boleh terjadi. Tradisi melahirkan pemimpin bangsa yang sukses dari Akademi Militer ini harus terus dipertahankan, kata kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengakhiri amanatnya.


 

 

Copyright ©2003 Dispenad, Jakarta-Indonesia. All rights reserved.
Webmaster: Dispenad.

Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat