Edisi Khusus Desember No. 18 Tahun 2003    


Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu :

TINGGALKAN MODEL KEPEMIMPINAN YANG FEODALISTIK

Sebagai komandan satuan, redam dan hilangkan pelanggaran-pelanggaran di lingkungan prajurit. Oleh karena itu, tinggalkan model kepemimpinan yang feodalistik, membaur dan bersatulah dengan anggotamu. Fenomena kepemimpinan yang feodal inilah yang menyebabkan kepatuhan terhadap perintah menjadi rendah, dan ini harus segera diperbaiki.

Hal ini diungkapkan Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu pada Pembukaan Apel Danrem-Dandim Terpusat tahun 2003 bertempat di Secapa TNI AD, Bandung beberapa waktu lalu.

Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengatakan, Apel Danrem-Dandim Terpusat tahun ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan wawasan serta menyamakan visi, persepsi dan interpretasi terhadap kebijaksanaan pimpinan TNI Angkatan Darat dan permasalahan aktual yang terkait dalam bidang pembinaan teritorial, sehingga diperoleh kesamaan sikap dan tindakan di lapangan dalam rangka menghadapi tuntutan tugas yang semakin berat di masa datang.

Dalam konteks pembinaan teritorial, membangun komunikasi dua arah dan membangun komunikasi sosial itu sangat penting. Hanya kadangkala pernyataan seperti itu tinggal sebagai slogan belaka, tanpa mengerti dan dapat melakukannya secara kongkrit. "Ini sangat memprihatinkan, karena di satu sisi kita ingin keberadaan satuan-satuan kewilayahan TNI Angkatan Darat itu menjadi dekat dan milik rakyat, di sisi yang lain aparat teritorial kurang responsif terhadap permasalahan yang muncul dan berkembang di wilayahnya", kata Kasad.

Lebih lanjut pucuk Pimpinan TNI Angkatan Darat mengingatkan bahwa sebagai tentara rakyat, yang berjuang bersama rakyat dan untuk rakyat, TNI Angkatan Darat harus memainkan peran yang besar dalam ikut membantu menyelesaikan masalah-masalah rakyat seperti yang muncul belakangan ini. Itulah pentingnya setiap aparat teritorial mengenali secara mendalam karakteristik geografi, demografi dan kondisi sosial yang ada di wilayahnya, sehingga satuan kewilayahan itu mampu melakukan tindakan preventif terhadap kemungkinan masalah yang akan muncul.

Jadi membangun komunikasi dua arah dan membangun komunikasi sosial yang kuat dalam rangka membangun kemanunggalan TNI-Rakyat maka kenali secara mendalam karakteristik ketiga aspek pembinaan teritorial itu. Aparat Teritorial jangan hanya membangun komunikasi dua arah atau komunikasi sosial hanya kepada individu-individu atau kelompok tertentu saja di wilayahnya. Ini sangat merugikan pembinaan teritorial dan berbahaya bagi terciptanya kemanunggalan TNI-Rakyat ", tegas kasad lagi.

"Institusi yang kalian pimpin adalah institusi atau satuan militer. Ini artinya, bahwa setiap prajurit teritorial yang bertugas di satuan-satuan kewilayahan tidak boleh menghindar dari pemahaman yang mendalam dan penerapan yang konsisten terhadap peraturan militer dasar dan pengetahuan dasar kemiliteran. Jangan pernah berpikir bahwa prajurit-prajurit yang bertugas di Korem, Kodim, Koramil dan Babinsa itu tidak perlu memahami, menghayati dan melaksanakan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, Peraturan Militer Dasar dan Pengetahuan Dasar Kemiliteran yang menjadi pedoman hidup dan kehidupan prajurit. Ingat, itu semua mutlak dihayati dan diamalkan oleh setiap prajurit di mana pun dia bertugas", ungkap Kasad.

Lebih lanjut menantu mantan Wapres Try Sutrisno tersebut mengatakan, bahwa tanpa memahami, menghayati dan mengamalkan semua pedoman itu dengan baik, apa yang kita cita-citakan seperti tertuang pada visi TNI Angkatan Darat yaitu solid, profesional, tangguh, berwawasan kebangsaan dan selalu dicintai rakyat, hanya berupa angan-angan yang kosong. Rendahnya pemahaman dan inkonsistensi penerapan peraturan militer dasar dan pengetahuan dasar kemiliteran, menyebabkan masih tingginya berbagai pelanggaran yang mengakibatkan korban personel dan materiel secara sia-sia. "Sebagai komandan satuan redam dan hilangkan pelanggaran-pelanggaran di lingkungan prajurit di satuan masing-masing", tegas Kasad.

Menghadapi Pemilu Tahun 2004

Selanjutnya pada acara penutupan Apel Danrem-Dandim 2003 tersebut, Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa, keberhasilan pembinaan territorial sebagai tugas terkandung akan sangat menentukan keberhasilan TNI Angkatan Darat dalam menyelesaikan tugas-tugasnya yang lain dengan optimal. Ke depan, tugas yang akan dihadapi sangat komplek, terutama dalam menghadapi Pemilu Tahun 2004.

Peristiwa penting ini merupakan pertaruhan, akan ke mana negara dan bangsa ini 5 tahun ke depan. Kita sangat berharap, Pemilu itu menghasilkan kepemimpinan nasional yang mampu membawa bangsa ini lepas dari jeratan ekonomi yang membuat rakyat sangat menderita. Oleh karenanya, sebagai aparat territorial, kalian cermati betul perkembangan lingkungan yang terjadi agar dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak menguntungkan bagi suksesnya Pemilu itu.

Ke dalam, pembinaan satuan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencegah kemungkinan timbulnya gangguan pelaksanaan Pemilu oleh oknum prajurit, yang dapat berdampak pada timbulnya masalah politik. TNI sudah komit bahwa mulai tahun 2004 yang akan datang, akan keluar dari kegiatan politik praktis di lembaga-lembaga legislatif, seperti DPR. Sebagai perwira pilihan yang dipercaya untuk membangun dukungan rakyat kepada TNI, kita harus bersikap kritis, korektif, interaktif dan komunikatif terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar kita ", tegas Kasad.

Pada akhir pengarahannya Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengatakan, kenali karakteristik wilayahmu secara utuh agar kalian tidak terjebak pada pemecahan masalah yang keliru. Hindari tampilan eksklusif, bangun opini positif masyarakat terhadap TNI, khususnya TNI Angkatan Darat, dan tegakkan rambu-rambu hukum dan disiplin dengan tegas ke dalam. Tekan semaksimal mungkin penyebab terjadinya benturan fisik antara aparat di daerah dengan melakukan kegiatan integratif sesama aparat.

Hadir pada acara penutupan Apel Danrem-Dandim 2003 tersebut antara lain, Wakasad, Dan Kodiklat, Pangkostrad, Dan Pusterad, Pangdam III/SLW dan sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat.




 

 

Copyright ©2003 Dispenad, Jakarta-Indonesia. All rights reserved.
Webmaster: Dispenad.

Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat