TNI
Tak Mempermasalahkan Tokoh GAM Maju dalam Pilkada
Banda
Aceh, (Analisa). Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen
TNI Supiadin AS menegaskan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) tak
mempermasalahkan jika ada tokoh GAM atau aktivis pro GAM yang
ingin maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkda) NAD mendatang.
Meskipun secara resmi, GAM secara institusi telah menyatakan kalau
pihaknya tidak ikut dalam Pilkada NAD mendatang, namun jika ada
secara individu hal itu tidak menjadi satu masalah, karena hak
seseorang dalam alam demokrasi ini.
"Saya
rasa tak ada masalah, mereka mau ikut atau tidak pencalonan pada
pilkada mendatang," tegas Supiadin AS kepada wartawan, Senin
(5/6) di Makodam IM seusai melepas kontingen Kodam IM ke Pekan
Olahraga Angkatan Darat (Porad) IV di Jakarta. Sejauh
ini, sebagaimana yang dilansir media massa, bahwa ada tokoh aktivis
GAM atau pro GAM yang akan ikut bertarung dalam pilkada mendatang,
seperti halnya Hasbi Abdullah, yang digaet oleh Calon Gubernur
(Cagub) PPP, Humam Hamid.
Selain
itu, muncul juga nama Muhammad Nazar (Ketua SIRA) yang selama
ini dinilai aktivitasnya pro GAM, juga akan maju sebagai cawagub.
Hanya saja pasangannya belum dapat dipastikan, namun menurut sumber
yang beredar, Nazar akan berpasangan dengan Mayjen (Purn) Djali
Yusuf yang juga mantan Pangdam IM.
Menurut
Pangdam, sepanjang nantinya jika memang mereka ini menjadi pilihan
rakyat, namun yang terpenting muaranya tentunya bagi kesejahteraan
rakyat Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
TNI tidak pernah menghalang-halangi mereka yang ingin maju, tetapi
jika nantinya ada upaya yang terlihat keluar dari NKRI, maka jangan
salahkan TNI untuk bertindak, karena keberdaan TNI untuk menjaga
keutuhan NKRI itu.
Menyinggung
sikap TNI dalam menghadapi Pilkada NAD, sehubungan munculnya dua
mantan purnawirawan TNI yang ikut bertarung dalam pilkada mendatang,
Pangdam menyatakan, TNI yang ada di Aceh tetap berlaku netral
meskipun dia purnawirawan TNI. Seperti diketahui pula, sejauh
ini muncul dua putra Aceh yakni Letjen (Purn) Tamlicha Ali dan
Mayjen (Purn) Djali Yusuf, dipastikan akan ikut pilkada. Tamlicha
diusung Partai Bintang Reformasi (PBR) akan berpasangan dengan
Mucklis Mucktar (Sekum PBR NAD). Sedangkan
Djali Yusuf dipastikan ikut lewat jalur independen atau non partai,
meskipun sebelumnya sempat tersiar berita kalau Partai Demokrat
akan mengusung calon ini. Tapi sejauh ini Partai Demokrat belum
menentukan sikap dalam penentuan calon gubernur.
Lebih
lanjut Pangdam menambahkan, Kodam IM akan tetap berlaku independen
tanpa ada keberpihakan, sebab majunya calon dari purnawirawan
TNI ini, bukan berarti mereka maju mewakili TNI melainkan perseorangan.
Jadi tak ada alasan keberpihakan TNI terhadap calon yang berasal
dari mantan TNI itu. Sekarang ini, alam keterbukaan dan demokratisasi,
jadi siapa saja yang ingin maju silahkan saja, sekalipun dia berasal
dari preman tak ada masalah, karena nantinya yang menentukan pilihan
adalah rakyat. "Jadi
jika preman bisa maju, mengapa purnawirawan TNI tak bisa maju,"
tegas Pangdam IM. Namun
yang perlu diingat, bahwa siapapun yang terpilih nantinya, bukan
hanya sekedar mencari kedudukan belaka, namun harus tetap berorientasi
kepada upaya kesejahteraan masyarakat Aceh dan tetap dalam bingkai
NKRI. (irn)