|
560 Warga Bawuran Bantul Dapat Bantuan TNI AD
560 orang warga
Desa Bawuran Kecamatan Pleret Bantul sekitar 20 km dari Yogyakarta
yang menjadi korban gempa bumi pada sabtu 27 Mei lalu merasa amat
terbantu dengan keberadaan posko bantuan TNI AD yang berada di desa
mereka, karena posko bantuan yang dirikan oleh satuan Brigade Infanteri
(Brigif) 6 Kostrad tersebut mampu melayani apa-apa yang menjadi
kebutuhan pokok warga saat ini, mulai dari pelayanan medis sampai
dengan pelayanan dapur umum, walaupun mereka harus anteri menungu
giliran.
Setiap hari posko TNI AD ini mampu melayani masyakat yang berobat
antara 20-35/hari.
Selain itu TNI juga telah membagi-bagikan sekitar 20 bal/dos pakaian
dan sarung kepada warga korban gempa di desa tersebut, oleh karena
itu, Saminem (40) seorang warga sangat berterima kasih kepada TNI
AD yang telah membantu meringankan beban warga dengan memenuhi kebutuhan
warga korban gempa di Desa Bawuran Kec. Pleret Kab. Bantul.
Selain di Desa Bawuran, Brigif 6 Kostrad juga mendirikan dapur lapangan
yang sekaligus juga dapat dimanfaatkan untuk pelayanan medis, yaitu
di Klaten. Semua posko bantuan TNI ini telah ada sejak sehari setelah
terjadinya gempa bumi. Dilapangan bola Kec. Pleret juga terdapat
tenda-tenda kesehatan lapangan yang didirkan oleh TNI yang juga
dimanfaatkan oleh sejumlah militer asing dari negara sahabat seperti
Singapura. Nurrohmah, (24) seorang ibu rumah tangga korban gempa
bumi di daerah Yogyakrta, hari ini, Minggu, (4/6) telah dijemput
oleh keluarganya untuk kembali ke rumahnya di kampung Balong, Timbul
Harjo, Sewon Bantul Yogyakarta, setelah selama 5 hari dirawat dirumah
sakit lapangan TNI AD di Kecamatan Pleret Bantul Yogyakarta. Dalam
kesempatan tersebut Nurohmah dan keluarganya menyampaikan rasa syukur
dan terima kasihnya kepada TNI AD yang telah membantu memberikan
pelayanan medis dan pengotan gratis terhadap sejumlah warga yang
terkena gempa bumi termasuk dirinya. (Dispenad)
|