|
TMMD
Dan Nilai Manfaatnya
Oleh : Letkol Art Yusril Muis, Pabandya Binter Kodam IV/Diponegoro
Tepat
awal bulan Sepember lalu, secara serentak diseluruh wilayah Jawa
Tengah dan DIY program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahap
II telah resmi ditutup. Program TMMD yang secara fisik melakukan
pengerjaan sasaran proyek yang diprioritaskan pada peningkatan prasarana
wilayah berupa infrastruktur, fasilitas umum dan sosial yang menyentuh
langsung pada kehidupan masyarakat.
Sebuah pertanyaan penting untuk dikemukakan, masihkan TMMD punya
nilai manfaat disaat negara ini sudah memasuki era baru yang dinamakan
reformasi dalam membangun hubungan komunikasi yang sehat antara
rakyat dengan TNI?
Potret buram tentang masih adanya kondisi wilayah yang secara ideal
belum tersentuh pembangunan dalam memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan
masyarakatnya secara keseluruhan, merupakan salah satu cermin kegagalan
negara dalam melakukan pemerataan pembangunan.
Argumentasi penyebab kegagalan itu, tentu banyak sebab yang bisa
dicari, namun adalah kurang pas kalau hanya malah saling tuding
menuding, dengan prasangka positif dapat dikatakan bahwa negara
dalam satu sisi memang banyak mengalami keterbatasan baik dari segi
pembiayaan pembangunan maupun alat peralatan yang minim.
Dalam mengejar sebuah ketertinggalan itu, tentu butuh kesadaran
dan partisipasi semua komponen bangsa untuk saling bahu membahu
membantu tugas negara dan pemerintah dalam mewujudkan pemerataan
pembangunan.
TNI sebagai bagian dari elemen bangsa yang mempunyai fungsi khusus
sebagai alat pertahanan dalam Undang-Undang no. 34 tahun 2005 tentang
TNI, menyebutkan dua pola operasi pokok TNI, yakni operasi perang
dan operasi selain perang yang terbagi dalam beberapa bentuk kegiatan.
Keterlibatan TNI dalam bentuk partisipasi aktif terhadap sensifitas
persoalan masyarakat yang dikemas dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun
Desa (TMMD), TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) dan lain sebagainya
secara hukum memang telah dipayungi, namun lebih dari itu sebenarnya
TNI tidak boleh tinggal diam terhadap persoalan masyarakat padahal
dengan segenap kemampuan yang dipunyai, TNI bisa memberikan kontribusi
positif dalam membantu persoalan masyarakat.
Bagaimanapun TNI tidak boleh mengingkari proses kelahirannya yang
lahir dari rakyat dan dibesarkan oleh rakyat, artinya apa yang dilakukan
TNI harus berorentasi kepada kepentingan rakyat. Dalam visi dan
misi TNI keprofesionalan TNI dalam melakukan tugas pokoknya harus
terbangun spirit untuk dicintai dan mencintai rakyatnya.
Menjawab pertanyaan yang dikemukakan diawal tulisan, sepanjang kami
ketahui berdasarkan berbagai informasi yang dihimpun oleh Staff
Territorial Kodam IV/Diponegoro baik melalui internal TNI atau pemantauan
lewat media cetak dan elektronik, termasuk proses interaksi yang
kami lakukan, sampai saat ini belum ada satupun kesan negatif terhadap
digelarnya TMMD.
Kekhawatiran memang sempat terlintas, semenjak adanya wacana tuntutan
teritorial TNI digugat oleh sebagian elemen masyarakat pasca lahirnya
reformasi 1998, beragam kegiatan bidang territorial yang telah dirancang
dan direncanakan tentu akan terganggu, namun itu tidak sampai terjadi
sampai saat ini.
Terkait dengan kegiatan TMMD hingga kini, kami bisa memberi gambaran
bahwa, TMMD masih dapat dijadikan bentuk pola komunikasi yang sehat
dalam membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sudah beragam bentuk
proyek yang telah dilakukan TNI, bahkan yang mengembirakan, ungkapan
terima kasih dan permintaan dari warga agar wilayahnya dijadikan
sasaran proyek TMMD terus bertambah tiap waktu.
Walaupun ini belum bisa dijadikan indikator sepenuhnya, terhadap
keberhasilan kegiatan territorial TNI, sebenarnya ini sudah memberi
gambaran, TMMD tidak memunculkan persinggungan yang merugikan bagi
rakyat dan TNI yang oleh sebagian kalangan yang antipati dengan
TNI, seolah-olah dianggap sebagai upaya politisasi masyarakat untuk
kepentingan tertentu.
Kalau misalnya memang ada, tentu secara fair dikatakan ini tidak
lepas dari situasi dan kondisi yang berkembang saat itu, namun sejalan
dengan proses perjalanan bangsa, TNI tentu dapat memahami kekuatiran
rakyat dan dapat mengambil hikmah. Sejalan dengan itu, TNI pun melakukan
reformasi internal dan saat ini TNI sudah punya payung hukum mengatur
tentang dirinya yakni UU nomor 34 tahun 2005, kemudian dapat dikatakan
TMMD adalah bagian dari fungsi TNI dalam tugas operasi selain perang.
Informasi
Media tentang TMMD
Dalam konteks ini tentu lebih fair kami kemukakan beberapa informasi
yang kami monitor dari media surat kabar daerah bagaimana sikap
objektif warga terhadap apa yang dilakukan TNI :
1.
Berita Harian Solo Pos (9/9)
Warto Miharjo (67), tidak menyangka dirinya menjadi satu dari tiga
warga yang menerima bantuan pembagunan rumah dalam program TNI Manunggal
Masuk Desa (TMMD) II di Desa Malangan, Tulung Klaten. Lelaki yang
tinggal bersama istrinya Darmi (50), ini merasa senang dan terharu
akhirnya dapat mewujudkan cita-cita memiliki rumah berdinding tembok.
"
Rasanya senang sekali, karena selama ini saya hanya
tinggal dirumah ghedek", ujar Warto sambil mengelus dada.
2. Berita Harian Sore Wawasan, 4/9)
Nilai tambah dengan adanya kegiatan TMMD tahap II yaitu jika program-program
proyek tersebut dilaksanakan oleh pemborong dikalkulasi mencapai
Rp. 238 juta, sedang melalui operasi TMMD II Rp.163 juta sehingga
operasi TMMD tahap II mempunyai nilai tambah sebesar Rp. 163 juta.
Manfaat TMMD meningkatkan sarana transportsai, memperlancar arus
perekonomian desa, mempercepat pembagunan serta meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. (TMMD II di Desa Surajaya Kecamatan/Kabupaten Pemalang)
3.
Berita Suara Merdeka (10/9)
"
.Camat Poncowarno, Dra. Siti Alfiah Anggraini mengaku
lega dengan adanya TMMD. Hubungan Poncowarno dengan Kotowinangun
akan semakin lancar dan diharapkan nanti ada jalur angkudes yang
melayani masyarakat di pedesaan untuk bepergian ke kota Kebumen
."
(TMMD II di Desa Pesalakan Kotawinangun wilayah Kodim 0709/Kebumen.....
4. Cerita menarik
Sebuah berita menarik, mungkin perlu untuk diulas, tak jarang
prajurit selama TMMD berlangsung ternyata malah mendapatkan berkah
dengan menemukan tambatan hatinya dan sampai akhirnya mempersunting
gadis desa tersebut. (Berita tentang ini selalu ada pada setiap
TMMD, namun sayang staf Binter tidak tidak punya data, biasanya
hanya dari mulut ke mulut). Artinya kalau ini bisa juga dilihat
sebagai indikator, maka proses sosial komunikasi TNI dan rakyat
secara alami berjalan dengan baik, mustahil kalau tidak terbangun
suasana yang baik beberapa prajurit, pada akhirnya menemukan jodoh
dilokasi TMMD, dampak lainnya tentu hubungan tidak terhenti seiring
dengan berakhirnya TMMD diwilayah tersebut, buktinya ada prajurit
yang mesti harus melawat kesana.
Manfaat
itu tetap ada
Apa dan bagaimana nilai manfaat dari TMMD itu sendiri, dari beberapa
fakta lapangan yang telah kita tangkap, sebenarnya telah memberi
gambaran TMMD sampai saat ini masih memberikan nilai manfaat,
niat baik dari awal ini tentu bagi TNI ini bisa menjadi wadah
positif untuk membangun citra positif dan sekaligus komitmen TNI
sebagai bentuk pengimplementasian Delapan wajib TNI.
Disisi rakyat atau warga, yang paling kasat mata adalah mengangkat
keterpurukan warga untuk segera bangkit dan maju, karena persoalan
minimnya sarana dan prasarana terkadang itu menjadi sebab kemajuan
menjadi lamban, tetapi dengan adanya TMMD yang lebih dikonsentrasikan
pada pengerjaan-pengerjaan yang menyentuh kepentingan warga, seperti
jalan dengan perlahan kemajuan itu bisa dirasakan, transportsai
semakin mudah, aksespun semakin terbuka.
Sisi yang lain konsep pertahanan rakyat semesta, dimana TNI sebagai
komponen inti dan rakyat sebagai komponen pendukung akan semakin
mudah untuk dilakukan, karena telah terbangunnya suasana interaksi
yang positif antara TNI dan rakyat. Tugas pokok TNI dalam menjaga
kedaulatan NKRI tidak akan terbantu kalau tidak ada kebersamaan
dan kesatupaduan, Semoga saja semangat kemanunggalan TNI rakyat
ini terus terjaga.
Walaupun bangsa ini telah masuk pada era reformasi tapi tidak
mengkikis habis apa yang telah baik dan terbangun sebelumnya,
yang harus dirubah atau direfomasi tentu yang kontraproduktif
dan membelenggu bangsa ini, tapi kalau fungsi territorial TNI
lewat wadah TMMD tentu tidak, buktinya semua masih menilai baik
dan rakyat masih butuh keberadaan TNI dalam mengejar ketertinggalan
pembangunan. Memang itu ada benarnya sepanjang TNI mengawali dengan
niat baik, rakyat pasti mendukung dan membela.
(Penulis adalah Pabandya Binter Kodam IV/Diponegoro)
|