Komandan Satuan Tentukan Keberhasilan Tugas Satuannya


Keberhasilan Pembinaan satuan itu sangat ditentukan oleh kepedulian, kemampuan dan figur Komandan Satuan. Artinya, baik atau buruknya kualitas hasil pembinaan satuan yang dilaksanakan oleh suatu satuan sangat didominasi oleh peran Komandan Satuan tersebut.

Oleh karenanya, sebagai Komandan Satuan, keberhasilan para Komandan Satuan menjadi sangat sentral dalam memberi warna bagi satuan yang dipimpinnya. Menyadari pentingnya keberadaan seorang Komandan Satuan, dan mencermati serta mengevaluasi realisasi terhadap kebijaksanaan pembinaan satuan yang belum sepenuhnya dapat dijalankan sebagaimana sasaran yang ditetapkan.
Maka Apel Komandan Satuan yang diikuti, yang sarat dengan kegiatan yang diarahkan untuk menyukseskan pelaksanaan pembinaan satuan ini, menjadi sangat penting. Kegiatan yang telah disaksikan dan dilaksanakan sendiri secara langsung itu, hendaknya dapat menyegarkan kembali pemahaman tentang Peraturan Militer Dasar dan Pengetahuan Dasar Kemiliteran sebagai basis untuk membangun profesionalisme keprajuritan. Ilmu yang diperoleh selama beberapa hari ini, dapat diimplementasikan ke dalam hidup dan kehidupan satuan-satuan, sehingga dapat diwujudkan kemajuan satuan yang signifikan.

Penegasan tersebut disampaikan Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu pada Apel Dansat terpusat TNI AD di Sangga Buana, 13 Januari 2003. Lebih lanjut Kasad menyatakan, langkah-langkah itu harus konsisten dan berkesinambungan, sehingga akan hadir sosok prajurit TNI Angkatan Darat yang yang memiliki soliditas tinggi, profesional, tangguh, berjatidiri TNI dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi serta dicintai rakyat.

Sehubungan dengan masih banyaknya terjadi pelanggaran di satuan-satuan kita, baik itu pelanggaran disiplin dan pelanggaran pidana maupun pelanggaran lainnya, terjadi lebih disebabkan oleh lemahnya kepemimpinan lapangan para Komandan Satuan. Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi mencerminkan ketidakdisiplinan prajurit.

Selain itu, lemahnya pengawasan dan pengendalian yang merupakan tanggungjawab Komandan Satuan serta kurangnya kedekatan antara pimpinan dengan yang dipimpin merupakan faktor-faktor penyebab lainnya. Ini mengindikasikan bahwa memang profesionalisme keprajuritan kita masih sangat rendah, tandasnya lagi.

Prajurit yang profesional adalah prajurit yang berdisiplin. Tidak ada prajurit profesional yang tidak berdisiplin. Oleh karenanya para Komandan Satuan harus bertanggungjawab terhadap kedisplinan prajurit-prajuritnya. Setiap Komandan Satuan harus mengetahui apa yang dilakukan dan yang tidak dilakukan prajuritnya.
Artinya fungsi pengawasan dan pengendalian yang merupakan tanggungjawab Komandan Satuan yang juga adalah seorang manager, menjadi sangat penting dan harus diembannya sendiri dan bukan didelegasikan kepada orang lain. Oleh karena itu setiap Komandan Satuan dituntut mampu bertindak tegas terhadap berbagai tindakan pelanggaran demi menyukseskan upaya membangun citra positif TNI Angkatan Darat yang kita banggakan ini. Itu semua harus dimulai dengan keteladanan dan kepedulian yang tinggi dari Komandan Satuan, lanjut Kasad mengingatkan.

Kultur Prajurit dan Prestasi Prajurit
Acuan pokok penyelenggaraan pembinaan satuan yang sudah dikeluarkan oleh Staf Umum TNI Angkatan Darat adalah berupa direktif, tetapi pengalaman dari para peserta Apel Komandan Satuan di dalam penyelenggaraan pembinaan satuan di satuannya masing-masing patut pula disimak, dan hal-hal yang baik dari dinamika penyelenggaraan pembinaan tersebut dapat dipakai untuk memaksimalkan hasil pembinaan di satuan masing-masing.

Pada Apel Komandan Satuan ini, juga akan diperagakan beberapa materi yang berhubungan dengan Peraturan Militer Dasar dan pengetahuan atau Keterampilan Dasar Kemiliteran.

Ini berkaitan dengan pembinaan latihan, sehingga para peserta apel Komandan Satuan, dituntut untuk dapat melaksanakan peragaan itu dengan baik dan benar , dan selanjutnya jika para Komandan Satuan kembali ke kesatuan nanti dapat memperagakan dan sekaligus menerapkannya dengan konsisten materi-materi yang telah diterima selama mengikuti apel di satuan masing-masing.
Kegiatan ini sangat penting mengingat pelaksanaan Minggu Militer yang sudah dilaksanakanan selama enam bulan belakangan, belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Para Komandan Satuan diharapkan dapat mengerti dan memahami bahwa kekurangberhasilan pelaksanaan Minggu Militer itu lebih disebabkan oleh masalah-masalah kepemimpinan dan managerial.

Apel ini dilaksanakan karena ada beberapa hal yang perlu diperbaiki supaya tercipta keseragaman pembinaan. Seperti kita ketahui bahwa TNI sudah berjalan menuju perbaikan, tetapi perbaikan itu harus cepat, harus seragam dan harus serentak, karena melihat perkembangan situasi saat ini yang tidak menentu.
Pertukaran informasi pada apel ini sangat penting dan diperlukan sebagai pembanding dan masukan bagi upaya penyempurnaan penyelenggaraan pembinaan satuan yang sedang dan akan dilaksanakan di satuan masing-masing.
Hal seperti ini tidak boleh luput dan patut menjadi perhatian kita semua. Ini penting dan perlu, karena tudingan dan isu seperti itu dapat merusak soliditas TNI Angkatan Darat.

Berbagai isu dan tudingan harus diwaspadai dan jangan sampai para prajurit termakan oleh isu-isu tendensius yang nyata-nyata bertujuan untuk melemahkan TNI Angkatan Darat, sekalipun tudingan-tudingan itu hanya diluncurkan oleh pihak-pihak tertentu dan kita tahu bahwa rakyat masih mencintai TNI Angkatan Darat, namun itulah realitas yang kita hadapi saat ini sebagai buah dari akumulasi tindakan yang dinilai arogan di masa lalu.

Sebagian masyarakat telah terlanjur memberikan penilaian yang kurang baik terhadap kinerja TNI sebagai alat negara yang bertanggungjawab atas kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa ini.

TNI dinilai gagal di dalam menangani gerakan separatis di Timor Timur dan Aceh, serta dinilai gagal pula menyelesaikan secara tuntas konflik yang terjadi di berbagai daerah. TNI justeru dituding terlibat di dalam konflik-konflik yang terjadi itu, sebagai akibat dari cara-cara penanganan yang tidak profesional yang kita lakukan. Hal ini membuktikan bahwa memang ada pihak-pihak tertentu yang ingin memposisikan TNI khususnya TNI Angkatan Darat sebagai penanggungjawab tunggal dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa.

Itu tidak benar, karena semua komponen bangsa harus mengambil bagian dalam upaya membangun dan mengamankan bangsa ini. Tudingan lain yang dihembuskan oleh kelompok masyarakat tertentu itu adalah pemanfaatan atau penyaluran keuntungan-keuntungan dari yayasan yang kita miliki tidak berlangsung secara proporsional, khususnya untuk kesejahteraan prajurit di tingkat bawah.
Banyak prestasi yang kita raih dan tindakan-tindakan yang positif di masa lalu, namun tidak seluruhnya terpantau oleh masyarakat luas.

Untuk itu, hanya ada satu jawaban pasti, bahwa untuk membangun kembali citra positif TNI Angkatan Darat, adalah dengan membina satuan di lingkungan TNI Angkatan Darat dengan sungguh-sungguh dan berpegang pada visi TNI Angkatan Darat yaitu : TNI Angkatan Darat yang solid, profesional, tangguh, berjatidiri TNI, dan berwawasan kebangsaan serta dicintai rakyat.

Tujuan Apel Dansat
Apel Komandan Satuan sejajaran TNI AD tahun 2003 dilaksanakan untuk membekali para Komandan Satuan agar memiliki persepsi yang sama terhadap kebijakan Pimpinan TNI Angkatan Darat yang pada gilirannya akan menampilkan implementasi yang sama, sehingga sasaran Pembinaan TNI Angkatan Darat dapat dicapai secara optimal dengan menekan semaksimal mungkin akibat negatif yang saja timbul dalam pelaksanaannya.

Selain itu, Apel Komandan Satuan ini diharapkan menjadi wahana bagi pertukaran informasi dari dan kepada para Komandan Satuan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, khususnya informasi tentang Pembinaan satuan yang sudah dan akan dilaksanakan di satuan masing-masing.

Oleh sebab itu, melalui berbagai kegiatan pada apel Komandan satuan ini, hambatan dan kendala yang menyebabkan kekurangberhasilan itu dapat dijadikan acuan untuk dihilangkan, sehingga keinginan untuk mempermildaskan dan menguasai Pengetahuan Dasar Kemiliteran para prajurit TNI Angkatan Darat dapat segera terwujud dan terpelihara dengan baik. Kita harus tingkatkan dasarnya, kalau sudah dasar saja tidak bagus apalagi yang di atas itu pasti ambruk. Jadi Peraturan Militer Dasar harus ditegakkan dengan benar walaupun itu kecil dan gampang. Di dalam PDT kita terbuka. Satu saja ada hukumannya, kita memberikan perintah kepada prajurit ada aturannya, sebelum dia melaksanakan perintah ditanya dulu siapa tahu ada pertanyaan. Demikian juga Peraturan Dinas Garnizun perhatikan apakah ada orang Jakarta ke Bogor ke wilayah Kodam III/Siliwangi dalam melaksanakan tugas harus disertai dengan surat izin ke luar dari wilayah Garnizunnya.

Dalam kesempatan Apel Komandan Satuan ini, para Komandan Satuan juga akan menerima pembekalan dari para pejabat yang berkaitan dengan kebijaksanaan Pimpinan TNI Angkatan Darat. Materi pembekalan tersebut pada hakikatnya merupakan informasi yang aktual dan penting bagi para Komandan Satuan yang sangat diperlukan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan tugas di satuannya masing-masing.

Informasi aktual maupun arahan tersebut, hendaknya disimak dan dipahami dengan cermat dan sungguh-sungguh, sehingga substansi pembekalan yang diterima dapat dijadikan referensi dalam melaksanakan pembinaan satuan.

Tema Apel Dansat
Tema Apel Komandan Satuan jajaran TNI Angkatan Darat kali ini, yaitu : Melalui Apel Komandan Satuan TNI Angkatan Darat, kita tingkatkan disiplin dan profesionalisme serta wawasan kebangsaan guna membentuk jati diri TNI sebagai Tentara Pejuang, Tentara Rakyat dan tentara Nasional dalam rangka efektifitas
Tugas Pokok TNI Angkatan Darat.

Komandan Satuan yang notabene adalah pimpinan dalam suatu organisasi, harus terus memotivasi dan memberi teladan kepada para prajurit dapat melakukan tugas, tanggungjawab dan kewajibannya dengan sebenar-benarnya, sesungguh-sungguhnya dan sebaik-baiknya.

Sekarang ini, prajurit TNI Angkatan Darat, tidak boleh lagi merasa sebagai bagian dari komponen bangsa yang paling hebat, paling berkuasa dan paling penting.
Kultur prajurit yang arogan seperti itu akibat terkooptasi oleh kepentingan kelompok tertentu di masa lalu, harus ditinggalkan. Kearoganan telah membuat kita melupakan dan meninggalkan profesionalisme keprajuritan TNI, dan bahkan hampir meninggalkan jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan Tentara Nasional.

Lima Butir Penekanan Kasad
Lima Butir Penekanaan Kasad kepada para peserta apel Komandan Satuan 2003 sehubungan hasil dari apel Komandan Satuan ini di satuan masing-masing, pedomani hal-hal penting yang perlu mendapat perhatian prajurit sekalian :

Pertama, Dalam upaya mewujudkan profesionalisme keprajuritan, hendaknya senantiasa berbasis kepada Permildas dan Pengetahuan dasar kemiliteran. Mantapkan pemahaman dan penerapan terhadap kedua basis itu dalam hidup dan kehidupan prajurit-prajuritmu.

Kedua, Prajurit yang profesional itu adalah prajurit yang berdisiplin, karena disiplin itu adalah nafas kehidupan prajurit. Ketahuilah, apa yang dilakukan dan apa yang tidak dilakukan prajuritmu. Awasi dan kendalikan mereka.
Ketiga, Dalam kerangka membangun profesionalisme tersebut, hendaknya terus dibangun kemanunggalan dengan rakyat dan kemitraan dengan pihak atau instansi yang terkait erat dengan peran, tugas pokok dan fungsi kita, dan bukan memposisikannya sebagai pesaing karena akan merugikan upaya-upaya kita dalam membangun citra positif TNI Angkatan Darat.

Keempat, Dalam mengaktualisasikan pengamanan terhadap hukum dan hak asasi manusia serta payung hukum sebagai acuan untuk melaksanakan tugas, kalian harus menjamin terciptanya pemahaman yang mendalam bahwa hukum dan HAM bukan untuk ditakuti tetapi untuk ditaati, sedangkan tugas pokok TNI itu ada payung hukum, sehingga tidak boleh terjadi lagi keragu-raguan di kalangan para prajurit dalam melaksanakan tugas.

Kelima, Keteladanan dan kepedulian kalian sebagai pemimpin lapangan merupakan prasyarat terhadap keberhasilan pembinaan satuan yang dilaksanakan. Hadirkanlah sosok pemimpin yang mengenal dan dikenal prajuritmu.

Apel Komandan Satuan ini juga diliput lebih kurang 30 wartawan baik media cetak maupun elektronik. Apel Komandan Satuan ini agak lain dari tahun-tahun sebelumnya, karena Pada Apel Komandan Satuan kali ini kita kembali kepada nilai-nilai keprajuritan jati diri TNI. Biasanya Dandim dengan Danrem apelnya di ruangan. Untuk itu pada Apel Komandan satuan ini dia harus memanaskan diri di alam terbuka karena dia itu prajurit. Kemarin saja jalan sejauh 10 kilometer memakai ransel dalam latihan ini, karena selama ini tidak dilakukan para Komandan Kodim, Komandan korem, Dandenpom.

Kegiatan ini berat karena kolonel-kolonel itu walaupun sudah berumur inilah namanya prajurit. Kegiatan seperti itu harus dilakukan supaya dapat memberi contoh kepada prajurit-prajurit di satuannya masing-masing.
Berkenaan dengan meningkatnya instalasi politik dengan meningkatnya harga BBM, kegiatan Apel Komandan satuan ini tidak ada kaitannya dengan Apel Komandan satuan ini. Andaikan situasi biasa-biasa tidak ada kenaikan listrik kegiatan ini tetap dilakukan karena ini sudah menjadi program TNI Angkatan Darat setiap tahun.
Materi yang diberikan dalam Apel Komandan Satuan, antara lain : ceramah dan pembekalan, peragaan mengenai permildas dan dasar keprajuritan, pre test, HTF, Jam Komandan Puscabfung, Jam Pimpinan. Apel Komandan Satuan ini berlangsung dari tanggal 13 Januari 2003 sampai dengan tanggal 17 Januari 2003.

Apel Komandan Satuan ini diikuti oleh 572 orang, sedangkan yang hadir 567 orang yang terdiri dari : Danrem 33 orang, Danpusdik 22 orang, Danmen 7 orang, Danrindam 9 orang, Dangrup 4 orang, Asops Kotama 16 orang, Danbrigif 9 orang, Danpomdam 9 orang, Dandim 242 orang, Danyon 148 orang, Danden 60 orang, Danskuadron 2 orang, Danki 6 orang. Sedangkan pendukung dalam Apel Komandan Satuan ini sebanyak 350 orang. (Luther).


Copyright ©2003 Dispenad, Jakarta-Indonesia. All rights reserved.
Webmaster: Dispenad.

Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat