52 TAHUN PENGABDIAN DISPEN TNI AD MELANGKAH PASTI SONGSONG MASA DEPAN LEWAT KARYA DAN PENGABDIAN TERBAIK AKU MELANGKAH DENGAN PASTI …… !

Dinas Penerangan TNI AD secara pasti melangkah menyongsong tantangan tugas masa depan dengan tekad dan semangat pengabdian guna menghasilkan karya terbaik yang dipersembahkan bagi pertiwi.

Tantangan yang tak mudah karena dunia kini menghadapi perkembangan teknologi komunikasi yang demikian dahsyat kemajuannya. Kejadian di suatu bagian wilayah bumi dengan sangat cepat dalam hitungan detik telah dapat diketahui oleh penduduk bumi dibagian wilayah lainnya. Hal demikian tentunya akan memacu negara satu dengan negara lain saling berlomba menciptakan sel-sel teknologi satelit yang dapat menguasai ruang dan kendali waktu guna memenangkan perang informasi yang tergelar. Artinya penguasaan terhadap informasi suatu negara oleh negara lain merupakan bagian dari tujuan perang informasi itu sendiri. Dengan kata lain, untuk menguasai suatu negara maka kuasai dulu sistem informasi negara itu. Maka dengan demikian untuk menjadikan suatu negara lain menjadi bagian dalam negaranya maka menangkanlah perang informasi tersebut.

Mungkin demikian gambaran realita yang ada, dimana penguasaan terhadap perkembangan teknologi informasi sangat vital adanya. Kenyataan ini telah disadari oleh Dinas Penerangan TNI AD sebagai salah satu institusi dijajaran TNI AD yang bertugas menyebarkan informasi tentang hal ikhwal TNI AD kepada masyarakat serta memberikan penjelasan secara benar dan akurat menakala ada suatu informasi yang dianggap dapat merugikan citra positif TNI AD. Selain itu sebagai institusi yang bertugas mengolah informasi, menyampaikan informasi, mengelola informasi, baik untuk pihak internal maupun eksternal. Oleh karenanya, peran Dinas Penerangan TNI AD sebagai “agen informasi” tentu akan semakin menentukan di masa mendatang.

Perhelatan gawe ini tidak main-main, karena selain diperlukan sarana dan prasarana yang memiliki kualitas tinggi juga personel yang mengawakinya harus benar-benar profesional. Salah satunya adalah lewat gelaran website TNI-AD dengan kode akses http://www.mabesad.mil.id

Brigjen TNI Ratyono MSc, Kepala Dinas Penerangan TNI AD merasa belum cukup hanya dengan website saja, maka Tim Analisa dan Evaluasi yang terdiri dari para perwira Dispenad untuk senantiasa aktif mengamati setiap perkembangan yang terjadi dari monitoring pemberitaan, baik lewat media elektronika (TV, Radio Siaran dan Internet), media cetak sebagai faktor eksternal maupun perkembangan situasi yang ada dari internal TNI Angkatan Darat sendiri.

“Para Perwira khususnya dalam jajaran penerangan harus senantiasa peduli terhadap setiap perkembangan yang terjadi, sehingga diharapkan akan mampu memberikan masukan kepada pimpinan sebagai bahan bagi setiap pengambilan keputusan/kebijaksanaan.” Tutur Kadispenad Brigjen TNI Ratyono MSc, di berbagai kesempatan pengarahan pada perwira jajaran Dispenad.

Dari analisa dan evaluasi terhadap setiap isu atau permasalahan yang berkembang maka akan didapat suatu out put atau produk baik berupa tulisan, lisan, video clip yang bertujuan memberikan penjelasan maupun troof info yang dapat menjadi bahan dalam menghadapi perang informasi yang ada dengan melalui berbagai bentuk media cetak, elektronika maupun lainnya.

Dari fungsi-fungsi strategis yang demikian maka Penerangan TNI AD dapat dikatakan sebagai jendela bagi dunia luar, sekaligus menyambung aliran informasi dari pucuk pimpinan sampai kepada segenap prajurit lapangan dimanapun mereka berada.

Karenanya, mau tidak mau segenap jajaran Penerangan TNI Angkatan Darat senantiasa tertanam tekad untuk melangkah pasti menyongsong tugas ke depan melalui karya dan pengabdian terbaiknya, tentunya sebagai insan prajurit penerangan yang profesional.

Sejarah Penerangan TNI AD. Cikal bakal Penerangan TNI AD, tampak sejak perang kemerdekaan. Satu kenyataan yang tak dapat dipungkiri, walaupun secara resmi organisasi penerangan belum terbentuk, namun keberadaan dan perannya dalam perjuangan bangsa, telah menampakkan hasil yang nyata. Sangat beralasan apabila pada perkembangan selanjutnya, yakni dalam wadah organisasi ketentaraan yang dibentuk 5 Oktober 1945, dengan nama Tentara Keamanan Rakyat (TKR), eksistensi peran penerangan semakin meningkat dan mulai terorganisir, meski dengan personel dan peralatan yang sangat sederhana. Markas Besar Tentara (MBT) di Jogyakarta pada waktu itu telah memiliki bagian yang menjalankan kegiatan penerangan militer. Panglima Besar Jenderal Soedirman menunjuk Mayor Jenderal H. Anwar Tjokroaminoto sebagai pimpinan Penerangan. Salah satu stafnya adalah bidang koordinasi pers yang dijabat oleh Letnan K. Suwarno.

Perkembangan penerangan militer semakin meningkat dalam jajaran TNI AD. Hal ini terlihat di beberapa satuan yang telah melakukan kegiatan penerangan dalam organisasinya, antara lain : Penerangan Divisi X Panembahan Senopati di Solo di pimpin Letda Harsono. Penerangan Komandemen dipimpin Mayor Kartawirana di Sumatera dan Penerangan Divisi II Sumatera dipimpin Letda Natjik Has.
Kegiatan yang dilakukan masih sebatas pemberian informasi melalui pers release, siaran radio militer dan sandiwara yang dilakukan secara teratur, yang dimanfaatkan sebagai media informasi dan hiburan.

Dengan perpindahan pusat pemerintahan dari Jogyakarta ke Jakarta, Markas Besar TNI AD juga dipindahkan ke Jakarta, membentuk Badan Staf Umum yang terdiri dari SUAD I sampai dengan SUAD V. Disamping itu dibentuk pula Staf khusus disebut Kabinet KSAD, di dalamnya terdapat Juru Bicara Kabinet dijabat oleh Mayor Imam Soekarto (1950).

Fungsi dan peran penerangan semakin diperlukan eksistensinya di lingkungan TNI AD. Oleh karena itu, Pimpinan Angkatan Darat memutuskan membentuk organisasi penerangan melalui penetapan Kasad Nomor : 8/Kasad/Pnt/1951 tanggal 13 Januari 1951 dengan nama Bagian Penerangan dan Penerbitan dipimpin oleh Letkol Imam Soekarto. Cikal bakal inilah yang kelak setiap tanggal 13 Januari diperingati sebagai Hari Jadi Penerangan TNI AD.

Dinamika organisasi pun turut mewarnainya. Tahun 1953, melalui Surat Keputusan Kasad Nomor : 224/Kasad/Kpts/1953 tanggal 24 Nopember 1953, Bagian Penerangan dan Penerbitan diubah namanya menjadi Penerangan Angkatan Darat, berikutnya tahun 1955 melalui Penetapan Kasad Nomor : TAP 0-5 tanggal 5 Agustus 1955 dirubah namanya menjadi Pusat Penerangan Angkatan Darat. Dan selanjutnya berdasarkan Keputusan Kasad Nomor : Kep-269/5/1971 tanggal 12 Mei 1971 kembali berubah nama menjadi Dinas Penerangan TNI AD hingga sekarang.
Pengabdian prajurit penerangan dalam berbagai keadaan, baik di medan operasi maupun partisipasinya dalam pembangunan, tak lepas dari pasang surutnya perjuangan bangsa. Dalam berbagai operasi dalam negeri, kontribusi insan penerangan menjadi catatan tersendiri, antara lain mulai Operasi Tegas di Riau tahun 1955-1957, operasi Trikora di Irian Barat tahun 1962, operasi penumpasan G 30 S/PKI dan berbagai operasi lainnya hingga penugasan Satgaspen Kolakops di daerah rawan Aceh semenjak 11 Mei 2001 hingga sekarang. Begitu pula dalam penugasan antar bangsa, prajurit penerangan senantiasa hadir sebagai duta perdamaian dunia yang tergabung dalam Kontingen Garuda mulai Garuda II di Kongo pada tahun 1960, hingga Garuda XII B di Kamboja pada tahun 1982, dan masih banyak pelaksanaan tugas khusus lain yang dilaksanakan Dispenad dalam rangka tugas pokok TNI-AD termasuk program peduli bencana alam (Karya Bhakti TNI-AD Terpadu).

Visi dan Misi Penerangan TNI-AD
Visi Penerangan TNI Angkatan Darat adalah “Membangun Dan Memelihara Citra Positif TNI Angkatan Darat”
Tugas pokok TNI Angkatan Darat akan berhasil dengan optimal jika prajurit Penerangan TNI Angkatan darat mampu memenangkan peperangan informasi dengan cara pembentukan opini publik dilandasi pemahaman :
1. Membangun citra positif TNI Angkatan Darat merupakan pengejawantahan upaya yang dilakukan prajurit Penerangan TNI Angkatan Darat sebagai ujung tombak dalam bertindak dan berkomunikasi.

2. Perilaku penerangan minded bagi prajurit penerangan yang humanis menjadi modal utama penciptaan kondisi lingkungan yang kondusif.

Misi Penerangan TNI Angkatan Darat adalah :
Ke dalam (inward looking) : Menginternalisasikan semua kebijakan pimpinan TNI Angkatan Darat dan TNI kepada seluruh prajurit (publik internal), Membina hubungan ke dalam, sehingga mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran positif maupun negatif pada TNI Angkatan Darat dari pandangan masyarakat (publik eksternal), Meningkatkan kemampuan untuk memperbaiki pemudaran dan kerusakan citra TNI Angkatan Darat (Damage Control).
Ke luar (outward looking) : Mensosialisasikan identitas dan peran TNI Angkatan Darat, Membangun kegiatan komunikasi timbal balik dua arah dengan berbagai pihak di luar, Mengusahakan tumbuhnya sikap dan tanggapan positif masyarakat (publik eksternal) terhadap tampilan dan peran TNI Angkatan Darat.
Kiranya demikian gambaran sekilas tentang betapa krusialnya peran Penerangan TNI Angkatan Darat, utamanya dalam menyongsong tantangan tugas masa depan yang semakin kompleks dan sangat disadari oleh para prajuritnya untuk senantiasa mempersembahkan pengabdian lewat karya-karya terbaiknya dengan melangkah …... secara pasti …!
Dirgahayu Penerangan TNI Angkatan Darat ! (Red)

Copyright ©2003 Dispenad, Jakarta-Indonesia. All rights reserved.
Webmaster: Dispenad.

Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat