|
Dinas
Penerangan TNI AD secara pasti melangkah menyongsong tantangan
tugas masa depan dengan tekad dan semangat pengabdian guna
menghasilkan karya terbaik yang dipersembahkan bagi pertiwi.
Tantangan
yang tak mudah karena dunia kini menghadapi perkembangan teknologi
komunikasi yang demikian dahsyat kemajuannya. Kejadian di
suatu bagian wilayah bumi dengan sangat cepat dalam hitungan
detik telah dapat diketahui oleh penduduk bumi dibagian wilayah
lainnya. Hal demikian tentunya akan memacu negara satu dengan
negara lain saling berlomba menciptakan sel-sel teknologi
satelit yang dapat menguasai ruang dan kendali waktu guna
memenangkan perang informasi yang tergelar. Artinya penguasaan
terhadap informasi suatu negara oleh negara lain merupakan
bagian dari tujuan perang informasi itu sendiri. Dengan kata
lain, untuk menguasai suatu negara maka kuasai dulu sistem
informasi negara itu. Maka dengan demikian untuk menjadikan
suatu negara lain menjadi bagian dalam negaranya maka menangkanlah
perang informasi tersebut.
Mungkin
demikian gambaran realita yang ada, dimana penguasaan terhadap
perkembangan teknologi informasi sangat vital adanya. Kenyataan
ini telah disadari oleh Dinas Penerangan TNI AD sebagai salah
satu institusi dijajaran TNI AD yang bertugas menyebarkan
informasi tentang hal ikhwal TNI AD kepada masyarakat serta
memberikan penjelasan secara benar dan akurat menakala ada
suatu informasi yang dianggap dapat merugikan citra positif
TNI AD. Selain itu sebagai institusi yang bertugas mengolah
informasi, menyampaikan informasi, mengelola informasi, baik
untuk pihak internal maupun eksternal. Oleh karenanya, peran
Dinas Penerangan TNI AD sebagai agen informasi
tentu akan semakin menentukan di masa mendatang.
Perhelatan
gawe ini tidak main-main, karena selain diperlukan sarana
dan prasarana yang memiliki kualitas tinggi juga personel
yang mengawakinya harus benar-benar profesional. Salah satunya
adalah lewat gelaran website TNI-AD dengan kode akses http://www.mabesad.mil.id
Brigjen
TNI Ratyono MSc, Kepala Dinas Penerangan TNI AD merasa belum
cukup hanya dengan website saja, maka Tim Analisa dan Evaluasi
yang terdiri dari para perwira Dispenad untuk senantiasa aktif
mengamati setiap perkembangan yang terjadi dari monitoring
pemberitaan, baik lewat media elektronika (TV, Radio Siaran
dan Internet), media cetak sebagai faktor eksternal maupun
perkembangan situasi yang ada dari internal TNI Angkatan Darat
sendiri.
Para
Perwira khususnya dalam jajaran penerangan harus senantiasa
peduli terhadap setiap perkembangan yang terjadi, sehingga
diharapkan akan mampu memberikan masukan kepada pimpinan sebagai
bahan bagi setiap pengambilan keputusan/kebijaksanaan.
Tutur Kadispenad Brigjen TNI Ratyono MSc, di berbagai kesempatan
pengarahan pada perwira jajaran Dispenad.
Dari analisa
dan evaluasi terhadap setiap isu atau permasalahan yang berkembang
maka akan didapat suatu out put atau produk baik berupa tulisan,
lisan, video clip yang bertujuan memberikan penjelasan maupun
troof info yang dapat menjadi bahan dalam menghadapi perang
informasi yang ada dengan melalui berbagai bentuk media cetak,
elektronika maupun lainnya.
Dari fungsi-fungsi
strategis yang demikian maka Penerangan TNI AD dapat dikatakan
sebagai jendela bagi dunia luar, sekaligus menyambung aliran
informasi dari pucuk pimpinan sampai kepada segenap prajurit
lapangan dimanapun mereka berada.
Karenanya,
mau tidak mau segenap jajaran Penerangan TNI Angkatan Darat
senantiasa tertanam tekad untuk melangkah pasti menyongsong
tugas ke depan melalui karya dan pengabdian terbaiknya, tentunya
sebagai insan prajurit penerangan yang profesional.
Sejarah
Penerangan TNI AD. Cikal bakal Penerangan TNI AD, tampak sejak
perang kemerdekaan. Satu kenyataan yang tak dapat dipungkiri,
walaupun secara resmi organisasi penerangan belum terbentuk,
namun keberadaan dan perannya dalam perjuangan bangsa, telah
menampakkan hasil yang nyata. Sangat beralasan apabila pada
perkembangan selanjutnya, yakni dalam wadah organisasi ketentaraan
yang dibentuk 5 Oktober 1945, dengan nama Tentara Keamanan
Rakyat (TKR), eksistensi peran penerangan semakin meningkat
dan mulai terorganisir, meski dengan personel dan peralatan
yang sangat sederhana. Markas Besar Tentara (MBT) di Jogyakarta
pada waktu itu telah memiliki bagian yang menjalankan kegiatan
penerangan militer. Panglima Besar Jenderal Soedirman menunjuk
Mayor Jenderal H. Anwar Tjokroaminoto sebagai pimpinan Penerangan.
Salah satu stafnya adalah bidang koordinasi pers yang dijabat
oleh Letnan K. Suwarno.
Perkembangan
penerangan militer semakin meningkat dalam jajaran TNI AD.
Hal ini terlihat di beberapa satuan yang telah melakukan kegiatan
penerangan dalam organisasinya, antara lain : Penerangan Divisi
X Panembahan Senopati di Solo di pimpin Letda Harsono. Penerangan
Komandemen dipimpin Mayor Kartawirana di Sumatera dan Penerangan
Divisi II Sumatera dipimpin Letda Natjik Has.
Kegiatan yang dilakukan masih sebatas pemberian informasi
melalui pers release, siaran radio militer dan sandiwara yang
dilakukan secara teratur, yang dimanfaatkan sebagai media
informasi dan hiburan.
Dengan
perpindahan pusat pemerintahan dari Jogyakarta ke Jakarta,
Markas Besar TNI AD juga dipindahkan ke Jakarta, membentuk
Badan Staf Umum yang terdiri dari SUAD I sampai dengan SUAD
V. Disamping itu dibentuk pula Staf khusus disebut Kabinet
KSAD, di dalamnya terdapat Juru Bicara Kabinet dijabat oleh
Mayor Imam Soekarto (1950).
Fungsi
dan peran penerangan semakin diperlukan eksistensinya di lingkungan
TNI AD. Oleh karena itu, Pimpinan Angkatan Darat memutuskan
membentuk organisasi penerangan melalui penetapan Kasad Nomor
: 8/Kasad/Pnt/1951 tanggal 13 Januari 1951 dengan nama Bagian
Penerangan dan Penerbitan dipimpin oleh Letkol Imam Soekarto.
Cikal bakal inilah yang kelak setiap tanggal 13 Januari diperingati
sebagai Hari Jadi Penerangan TNI AD.
Dinamika
organisasi pun turut mewarnainya. Tahun 1953, melalui Surat
Keputusan Kasad Nomor : 224/Kasad/Kpts/1953 tanggal 24 Nopember
1953, Bagian Penerangan dan Penerbitan diubah namanya menjadi
Penerangan Angkatan Darat, berikutnya tahun 1955 melalui Penetapan
Kasad Nomor : TAP 0-5 tanggal 5 Agustus 1955 dirubah namanya
menjadi Pusat Penerangan Angkatan Darat. Dan selanjutnya berdasarkan
Keputusan Kasad Nomor : Kep-269/5/1971 tanggal 12 Mei 1971
kembali berubah nama menjadi Dinas Penerangan TNI AD hingga
sekarang.
Pengabdian prajurit penerangan dalam berbagai keadaan, baik
di medan operasi maupun partisipasinya dalam pembangunan,
tak lepas dari pasang surutnya perjuangan bangsa. Dalam berbagai
operasi dalam negeri, kontribusi insan penerangan menjadi
catatan tersendiri, antara lain mulai Operasi Tegas di Riau
tahun 1955-1957, operasi Trikora di Irian Barat tahun 1962,
operasi penumpasan G 30 S/PKI dan berbagai operasi lainnya
hingga penugasan Satgaspen Kolakops di daerah rawan Aceh semenjak
11 Mei 2001 hingga sekarang. Begitu pula dalam penugasan antar
bangsa, prajurit penerangan senantiasa hadir sebagai duta
perdamaian dunia yang tergabung dalam Kontingen Garuda mulai
Garuda II di Kongo pada tahun 1960, hingga Garuda XII B di
Kamboja pada tahun 1982, dan masih banyak pelaksanaan tugas
khusus lain yang dilaksanakan Dispenad dalam rangka tugas
pokok TNI-AD termasuk program peduli bencana alam (Karya Bhakti
TNI-AD Terpadu).
Visi dan
Misi Penerangan TNI-AD
Visi Penerangan TNI Angkatan Darat adalah Membangun
Dan Memelihara Citra Positif TNI Angkatan Darat
Tugas pokok TNI Angkatan Darat akan berhasil dengan optimal
jika prajurit Penerangan TNI Angkatan darat mampu memenangkan
peperangan informasi dengan cara pembentukan opini publik
dilandasi pemahaman :
1. Membangun citra positif TNI Angkatan Darat merupakan pengejawantahan
upaya yang dilakukan prajurit Penerangan TNI Angkatan Darat
sebagai ujung tombak dalam bertindak dan berkomunikasi.
2. Perilaku
penerangan minded bagi prajurit penerangan yang humanis menjadi
modal utama penciptaan kondisi lingkungan yang kondusif.
Misi Penerangan
TNI Angkatan Darat adalah :
Ke dalam (inward looking) : Menginternalisasikan semua kebijakan
pimpinan TNI Angkatan Darat dan TNI kepada seluruh prajurit
(publik internal), Membina hubungan ke dalam, sehingga mampu
mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran
positif maupun negatif pada TNI Angkatan Darat dari pandangan
masyarakat (publik eksternal), Meningkatkan kemampuan untuk
memperbaiki pemudaran dan kerusakan citra TNI Angkatan Darat
(Damage Control).
Ke luar (outward looking) : Mensosialisasikan identitas dan
peran TNI Angkatan Darat, Membangun kegiatan komunikasi timbal
balik dua arah dengan berbagai pihak di luar, Mengusahakan
tumbuhnya sikap dan tanggapan positif masyarakat (publik eksternal)
terhadap tampilan dan peran TNI Angkatan Darat.
Kiranya demikian gambaran sekilas tentang betapa krusialnya
peran Penerangan TNI Angkatan Darat, utamanya dalam menyongsong
tantangan tugas masa depan yang semakin kompleks dan sangat
disadari oleh para prajuritnya untuk senantiasa mempersembahkan
pengabdian lewat karya-karya terbaiknya dengan melangkah
...
secara pasti
!
Dirgahayu Penerangan TNI Angkatan Darat ! (Red)
|